Mengenal Tipe-tipe Buah Berdasarkan Pomologi (1)

Mengenal Tipe-tipe Buah Berdasarkan Pomologi

BIBLIOTIKA - Dalam pomologi (ilmu yang mempelajari tentang buah-buahan), buah memiliki keragaman yang kompleks, sehingga bisa dibilang sulit untuk dapat menyusun suatu skema pengelompokan yang dapat mencakup segala macam buah yang telah dikenal orang. Belum lagi adanya kekeliruan-kekeliruan yang mempertukarkan pengertian biji dan buah (misalnya “biji” jagung, yang sesungguhnya adalah buah secara botani).

Buah sejati (yang merupakan perkembangan dari bakal buah) maupun buah semu, dapat dibedakan atas tiga tipe dasar buah, yaitu buah tunggal, buah ganda, dan buah majemuk.

Buah tunggal adalah buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
 
Buah ganda adalah buah yang terbentuk dari satu bunga, yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, saling lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah. Contohnya adalah sirsak (Annona).
 
Sedangkan buah majemuk adalah buah yang terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian, buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Contohnya adalah nanas (Ananas) dan bunga matahari (Helianthus).

Lebih jauh, tipe-tipe buah dapat dibedakan dalam pengelompokan-pengelompokan, yang meliputi buah kering, buah padi (caryopsis), buah kurung (achenium), buah geluk atau buah keras (nus), buah kendaga, buah kotak, buah bumbung, buah polong, buah lobak, buah berdaging, buah buni, buah mentimun, buah jeruk, buah batu, buah delima, buah majemuk, dan buah tak berbiji. Berikut ini uraiannya.

Buah kering

Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh dapat dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yaitu yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering; dan buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.

Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah (indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu biji, sehingga buah ini tidak perlu memecah untuk memencarkan bijinya. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan tipe keras.

Buah padi (caryopsis)

Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis, dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah suku padi-padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok ini.

Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), dan embrio.

Buah kurung (achenium)

Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan, namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah (biji) bunga pukul empat (Mirabilis). Buah kurung majemuk contohnya adalah (buah) bunga matahari.

Buah geluk atau buah keras (nus)

Buah keras atau geluk (nus) terbentuk dari dua helai daun buah (carpel) atau lebih; bakal biji lebih dari satu, namun biasanya hanya satu yang menjadi biji sempurna. Dinding buah keras, kadang mengayu, tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah sarangan (Castanopsis).

Beberapa jenis buah keras memiliki kulit yang mengalami pelebaran, sehingga membentuk semacam sayap yang berguna untuk menerbangkan buah ini jika masak, menjauh dari pohon induknya. Buah bersayap (samara) semacam ini contohnya adalah buah meranti (Shorea) dan kerabatnya dari suku Dipterocarpaceae.

Umumnya, buah kering yang memecah (dehiscens) berisi lebih dari satu biji, sehingga memecahnya buah tampak terkait dengan upaya untuk memencarkan biji, agar tidak terkumpul di suatu tempat. Misalnya adalah buah berbelah (schizocarpium).

Baca lanjutannya: Mengenal Tipe-tipe Buah Berdasarkan Pomologi (2)