Mengenal Buah Tangan Buddha

 Mengenal Buah Tangan Buddha

BIBLIOTIKA - Buah ini memiliki nama aneh, yaitu “tangan Buddha” (Buddhas Hand Fruit). Nama itu sepertinya berasal dari bentuk buah yang menyerupai tangan dengan jari jemari. Tidak bisa dipastikan asal buah ini, namun diperkirakan berasal dari Cina dan sekitar Myanmar, lalu dibawa ke Eropa oleh penjelajah Yunani dan Romawi.

Dalam bahasa Latin, buah ini disebut Citrus Medica var. Sarcodactylis. Selain itu, di beberapa negara juga ada sebutan tersendiri. Orang Indonesia, misalnya, menyebut buah ini dengan nama “tangan dewa”. Orang Jepang menyebutnya bushukan, sedangkan orang Cina dan Myanmar menyebutnya hiong-I.

Buah tangan Buddha termasuk keluarga jeruk, dan pohonnya termasuk dalam pohon perdu yang tumbuh di semak-semak. Seperti yang disebut tadi, buah ini memiliki bentuk menyerupai tangan dengan jari jemari. Masing-masing buah ada yang memiliki lima jari, hingga 25 jari. Sebenarnya, “jari-jari” tersebut adalah tonjolan kulit buah yang tebal dan benjol-benjol, yang lalu memanjang menjadi bentuk menyerupai jari.

Meski disebut buah, namun buah tangan Buddha bisa dibilang tidak memiliki daging buah. Sering pula tidak memiliki biji dan kandungan air sebagaimana umumnya buah-buahan. Secara keseluruhan, bisa dibilang buah ini hanya berupa kulit, sementara daging buahnya sangat sedikit. Warnanya putih, dan rasanya asam. Kulit buah tangan Buddha mengandung minyak atsiri, sehingga baunya sangat tajam dan rasanya getir.

Meski tidak dapat dimakan langsung sebagaimana buah-buahan lain, namun buah tangan Buddha memiliki kegunaan. Kulit buah, misalnya, dapat dipotong dan diiris, lalu dijadikan campuran salad atau hidangan ikan. Bisa pula dimanfaatkan untuk melumuri ikan yang akan dimasak, agar tidak berbau amis. Kemudian, buah tangan Buddha juga kerap digunakan dalam pembuatan permen, es krim, dan yoghurt, untuk memberi sentuhan rasa asam.

Di Cina dan Jepang, buah tangan Buddha sering digunakan sebagai pengharum ruangan atau pengharum pakaian, karena memiliki bau yang segar. Kadang pula dijadikan sebagai manisan dan hiasan kue. Di luar itu, buah tangan Buddha juga bermanfaat untuk keperluan pengobatan, seperti mengatasi maag, masuk angin, menyehatkan pencernaan, hingga mengobati cacingan.

Selain untuk campuran masakan dan keperluan pengobatan, buah tangan Buddha juga kadang dipakai dalam upacara keagamaan. Sedangkan bagi para penggemar tanaman, tumbuhan tangan Buddha merupakan koleksi yang unik, karena bentuk dan warnanya yang menarik.