Mengenal Buah Safarjal dan Manfaatnya

 Mengenal Buah Safarjal dan Manfaatnya

BIBLIOTIKA - Ada buah, yang dalam bahasa Arab, disebut safarjal. Beberapa hadist Nabi Muhammad SAW juga menyebut buah tersebut, salah satunya hadist ini: “Dari Thalhah ra, beliau berkata, ‘aku menemui Nabi SAW. Di tangan beliau ada buah safarjal. Kemudian beliau bersabda: Makanlah ini, karena buah ini bisa melembutkan hati.’” (HR. Ibnu Majah no. 3494).

Apa sebenarnya yang disebut buah safarjal? Sebagian orang menganggap atau mengartikan buah safarjal sebagai buah jambu klutuk atau jambu biji. Padahal, buah safarjal bukan jambu. Yang tepat, buah safarjal adalah buah quince, yaitu buah yang banyak tumbuh di kawasan Kaukasa Utara dekat Turki, Iran, serta Selandia Baru, juga tumbuh secara liar di beberapa negara.

Sebenarnya, dari bentuknya saja, buah safarjal sudah beda dengan jambu, karena cenderung lebih mirip apel atau pir. Buah safarjal berwarna putih kekuningan, berbentuk agak keras, dengan rasa pahit atau asam. Dalam bahasa Persia, buah ini disebut “beh”. Sedangkan sebutan yang populer secara internasional adalah “quince”.

Buah safarjal atau quince termasuk buah kuno, karena telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, dan telah dinikmati sebagai buah segar yang menyehatkan. Hal itu dimungkinkan, karena buah ini memiliki banyak vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B3, B6, C, zat besi, fiber, folat, kalsium, potassium, sodium, energi, karbohidrat, fosfor, dan protein.

Buah safarjal juga diketahui bermanfaat dalam mengontrol sistem saraf dan menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, buah ini juga bermanfaat untuk menguatkan lambung dan hati, mengaktifkan fungsi otak, dan meredakan stres. Orang Yunani kuno menganggapnya sebagai lambang kesuburan, dan kenyataannya buah ini juga baik untuk dikonsumsi ibu hamil, karena dapat membantu perkembangan janin dalam kandungan.

Tidak hanya buahnya, bahkan biji buah safarjal pun memiliki manfaat bagi kesehatan, di antaranya untuk mengatasi batuk. Caranya, biji buah safarjal direndam dalam air panas, lalu air itu diminum setelah hangat. Imam Shadiq berkata, “Buah safarjal memperbaiki lambung dan menguatkan hati.”