Kota-kota yang Tenggelam ke Dasar Laut (1)

Kota-kota yang Tenggelam ke Dasar Laut

BIBLIOTIKA - Di masa lalu, ada kota-kota yang pernah berdiri megah di muka bumi, namun kemudian tersapu oleh bencana besar. Bencana yang terjadi bisa gempa bumi, banjir, tsunami, atau karena sebab lain yang belum diketahui. Yang jelas, sebegitu besar bencana yang terjadi, kota-kota yang semula berdiri megah itu hancur dan tenggelam ke dasar laut. Ada pula istana-istana mewah yang memiliki nasib sama—runtuh dan tenggelam ke dasar laut.

Kenyataan itu terungkap dalam berbagai penelitian yang dilakukan di masa modern. Para ahli yang melakukan penelitian di dasar laut menemukan bekas-bekas reruntuhan yang tampaknya merupakan istana dan bangunan kota sekian ribu tahun yang lalu. Penemuan dan penelitian para ahli sejarah kemudian mengungkap bahwa reruntuhan-reruntuhan di dasar laut itu merupakan bekas-bekas peradaban manusia di masa lalu.

Penemuan itu pun mengungkap banyak hal, khususnya kehidupan dan peradaban di masa lalu, yang menambah pengetahuan serta menimbulkan banyak tanda tanya. Di antara penemuan-penemuan reruntuhan tersebut, berikut ini yang paling fenomenal.

Thonis-Heracleion, Mesir

Thonis-Heracleion adalah sebuah kota yang pernah berdiri di Mesir, ribuan tahun yang lalu. Entah apa yang terjadi, yang jelas kota itu kemudian runtuh dan tenggelam ke dasar laut. Kota hilang itu lalu ditemukan oleh sebuah tim ilmuwan, pada tahun 2000. Penemuan itu seolah mengonfirmasi kebenaran mengenai keberadaan Kota Thonis-Heracleion.

Semula, Thonis-Heracleion memang telah diketahui, karena nama itu terdapat dalam teks-teks klasik kuno dan prasasti langka yang ditemukan di darat oleh para arkeolog.

Dalam teks dari abad ke-5 SM, yang ditulis sejarawan Yunani, Herodotus, terdapat keterangan mengenai sebuah kuil besar yang dibangun seorang pahlawan bernama Herakles, saat Herodotus pertama kali menginjakkan kakinya di Mesir. Selain itu, Herodotus juga menyebut bahwa Helen pernah pergi ke Thonis-Heracleion bersama kekasihnya, Paris, sebelum Perang Troya terjadi.

Sekitar empat abad setelah itu, seorang ahli geografi bernama Strabo mengamati bahwa kota kuno Thonis-Heracleion yang memiliki kuil Herakles terletak di sebelah timur Canopus, di mulut cabang Sungai Nil.

Keterangan itu semula tidak diketahui kebenarannya, karena Thonis-Heracleion tidak dapat ditemukan di muka bumi pada masa sekarang. Sampai kemudian, setelah reruntuhan kota kuno itu ditemukan di dasar laut, keterangan mengenai Thonis-Heracleion seperti terkonfirmasi. Penemuan reruntuhan kota kuno itu bahkan difilmkan dalam sebuah film dokumenter, berjudul Egypts Sunken City: A Legend Is Revealed.

Baiae, Italia

Baiae adalah kota yang semula berdiri di Teluk Napoli, Italia, ribuan tahun yang lalu. Ada berbagai versi yang menyebutkan kehancuran kota ini, di antaranya karena peperangan, karena serangan penyakit malaria, juga karena bencana vulkanik. Versi terakhir yang paling dipercaya, yaitu karena aktivitas vulkanik tinggi, yang lalu menenggelamkan kota kuno itu ke dasar laut.

Baiae disebut sebagai kota kuno yang lebih populer dibandingkan Pompeii, Herculaneum, dan Capri. Baiae juga merupakan bagian integral dari Portus Julius, pelabuhan utama dari Armada kekaisaran Roma.

Penggalian di situs kota kuno Baiae menunjukkan bahwa kota itu dulu berdiri di Semenanjung Cumaean, yang merupakan daerah gunung berapi aktif, yang dikenal sebagai Phlegraean Fields (tanah yang dilahap api).

Baca lanjutannya: Kota-kota yang Tenggelam ke Dasar Laut (2)