Kota-kota Paling Menyeramkan di Dunia (1)

Kota-kota Paling Menyeramkan di Dunia

BIBLIOTIKA - Bayangkan kota tempat kita tinggal, yang ramai, sibuk, dan penuh aktivitas orang-orang yang mendiami kota. Pada siang hari, orang-orang bekerja dan beraktivitas, jalanan padat, aneka suara terdengar, dan lain-lain. Pada malam hari, kota diterangi lampu-lampu, dan orang-orang mencari hiburan, sementara sebagian yang lain asyik di rumah sambil menonton televisi atau lainnya.

Sekarang, bayangkan semua penduduk di kota tempat tinggal kita pergi. Semua orang meninggalkan kota, dan pindah ke tempat lain. Apa yang akan terjadi? Kota yang semula ramai berubah sepi, tidak ada lagi orang bekerja dan beraktivitas, suara-suara yang semula ramai terdengar berubah lengang, malam hari tidak lagi diterangi lampu karena tak dibutuhkan, hingga seisi kota dicengkeram kegelapan.

Apakah ada kota yang mengalami hal semacam itu? Ada. Di dunia ini, setidaknya di Asia, ada beberapa kota yang semula berjalan normal sebagaimana kota lain umumnya, lalu ditinggalkan para penghuni dan berubah menjadi kota mati. Bangunan-bangunan yang semula berdiri menjadi reruntuhan terbengkelai, sementara pemandangan kota yang semula menyenangkan berubah menyuguhkan kengerian yang menyeramkan. Berikut ini kota-kota yang mengalami nasib seperti itu.

Kowloon Walled City, Cina

Kowloon Walled City berada tepat di luar Hong Kong, yang artinya ada di wilayah Cina, semasa pemerintahan Inggris. Pada waktu Jepang menduduki Cina ketika perang Dunia II, Kowloon Walled City pun dikuasai oleh Jepang. Setelah Jepang kalah perang dan menyerah, kota itu diambil alih oleh penduduk setempat.

Sejak itu, terjadi sengketa antara Inggris dan Cina, yang masing-masing merasa berhak memiliki kota tersebut. Karena persengketaan itu pula, Kowloon Walled City tumbuh menjadi kota tanpa hukum, karena bisa dibilang tidak ada negara yang mengatur. Inggris maupun Cina masih meributkan siapa yang paling berhak atas kota tersebut.

Populasi penduduk di sana pun lalu berkembang selama beberapa dekade, dan terus tumbuh pesat. Sebegitu pesat pertumbuhan yang terjadi, sampai gedung-gedung di kota itu dibangun sangat tinggi dan saling berhimpitan rapat, hingga sinar matahari tidak bisa mencapai tanah. Siang maupun malam, seluruh kota harus diterangi lampu-lampu neon untuk membuatnya terang.

Dari waktu ke waktu, Kowloon Walled City semakin berkembang. Namun, karena tidak ada hukum negara yang mengatur, kota itu pun berkembang dengan liar. Kota itu menjadi tempat perjudian, peredaran kokain dan opium, serta aneka kejahatan lain. Di sana juga tumbuh rumah makan-rumah makan yang menyediakan daging anjing, juga pabrik-pabrik rahasia, yang semuanya tidak terganggu apalagi terkontrol oleh pihak berwenang.

Sampai kemudian, pada 1993, pemerintah Inggris dan Cina mengambil keputusan untuk melakukan tindakan bersama, karena populasi dan perkembangan di kota liar itu makin tak terkendali, makin anarkis, dan tingkat kriminalitas makin menjadi-jadi. Lalu kota itu pun diruntuhkan. Bangunan-bangunan yang semula berdiri megah dihancurkan, dan orang-orang yang semula tinggal di sana kemudian pergi meninggalkan kota.

Sejak itu, Kowloon Walled City yang semula menjadi kota sibuk berubah menjadi reruntuhan kota mati tak berpenghuni. Jika sebelumnya kota itu terang benderang siang malam, kini hanya kegelapan yang ada. Reruntuhan Kowloon Walled City tidak hanya meninggalkan bekas kejahatan dan kriminalitas yang pernah terjadi di sana, namun juga menimbulkan kengerian yang menyeramkan.

San Zhi, Taiwan

Di sebelah utara Taiwan, terdapat sebuah kota bernama San Zhi. Kota itu semula dibangun dengan sarana yang mewah, untuk liburan orang-orang kaya. Namun, pembangunan kota itu tidak pernah selesai, dan kini ditinggalkan menjadi onggokan reruntuhan dan bangunan-bangunan rusak terbengkalai akibat digerogoti waktu.

Ada alasan menyeramkan yang melatari ditinggalkannya kota tersebut. Semula, di kota itu dibangun resort mewah. Namun, pembangunan resort itu terus menerus memakan korban para pekerja konstruksi bangunan. Berbagai kecelakaan fatal terjadi, dan kematian demi kematian terus berlangsung. Karena hal itulah, pembangunan di sana berhenti, karena tidak ada lagi yang mau meneruskan.

Baca lanjutannya: Kota-kota Paling Menyeramkan di Dunia (2)