Daftar 12 Vaksin Palsu, dan Cara Membedakannya

Daftar 12 Vaksin Palsu, dan Cara Membedakannya

BIBLIOTIKA - Mengingat kembali berita yang beberapa waktu lalu beredar santer, yaitu mengenai peredaran vaksin palsu. Terungkapnya kasus itu seperti menunjukkan bahwa masalah dan kejahatan bisa terjadi dari arah mana saja, bahkan dari vaksin yang selama ini dianggap sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Sebagian besar orang masih meyakini bahwa vaksin ditujukan untuk memberi kekebalan bayi dan anak-anak, agar tubuh mereka tidak rentan penyakit. Karena memiliki tujuan penting, vaksin pun dibuat dengan sangat hati-hati, dengan standar tinggi laboratorium, dan tentu tidak dibuat dengan bahan-bahan sembarangan. Tetapi vaksin yang sangat penting itu kemudian diketahui telah dipalsukan, bahkan pemalsuan vaksin itu konon telah berlangsung selama 13 tahun.

Kita patut bersyukur kasus itu akhirnya terungkap. Karena, tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika pemalsuan vaksin itu masih terus berlangsung. Berbeda dengan vaksin yang asli, vaksin palsu tentu dibuat dari bahan sembarangan, tidak memenuhi standar yang teruji, dibuat orang-orang yang belum tentu memiliki kompetensi, bahkan botol yang dipakai untuk mengemas vaksin palsu itu pun botol sisa dari rumah sakit.

Saat ini, para pelaku pemalsuan vaksin palsu telah tertangkap, seiring terbongkarnya kejahatan mereka. Seiring dengan itu, vaksin-vaksin yang diketahui telah dipalsukan pun mulai dirilis oleh BPOM, untuk membantu menyadarkan masyarakat agar lebih berhati-hati. Produk-produk vaksin yang dipalsukan tersebut berasal dari tiga perusahaan obat ternama, yaitu PT Biofarma, PT Sanofi Group. dan PT. GlaxoSmithKline.

Berdasarkan keterangan yang dirilis BPOM, berikut ini adalah 12 vaksin yang diketahui telah dipalsukan:
  1. Vaksin Engerix B untuk hepatitis B
  2. Vaksin Pediacel, yaitu vaksin kombinasi untuk difteri, tetanus, pertusis, polio, dan Hib (haemophillus influenza)
  3. Vaksin Eruvax B untuk hepatitis B
  4. Vaksin Tripacel untuk difteri, pertusis, dan tetanus, untuk anak
  5. Vaksin PPD RT 23 untuk tes Mantoux
  6. Vaksin Penta-Bio, untuk difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B rekombinan, dan haemophilus influenzae tipe b.
  7. Vaksin TT untuk tetanus
  8. Vaksin Campak
  9. Vaksin Hepatitis B
  10. Vaksin Polio bOPV
  11. Vaksin BCG
  12. Vaksin Havrix untuk hepatitis A

Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara membedakan vaksin yang asli dengan yang palsu? Sebenarnya, cara pasti untuk membedakan hal itu bisa dibilang sulit, karena membutuhkan uji laboratorium terlebih dulu. Meski begitu, setidaknya, ada beberapa ciri yang bisa dilihat secara kasatmata, yang bisa menjadi pembeda antara vaksin asli dan vaksin palsu.

Jika Anda kebetulan memiliki anak yang membutuhkan vaksin, Anda perlu mencermati hal-hal berikut ini, untuk memastikan bahwa vaksin yang digunakan benar-benar asli.

Pertama, periksa kemasan vaksin. Bentuk kemasan vaksin palsu lebih kasar dibandingkan kemasan vaksin asli. Selain itu, nomor batch pada vaksin palsu cenderung tidak jelas, dan warna tutup vial (rubber stoper) pada vaksin palsu juga berbeda.

Kedua, periksa botol vaksin. Pada botol vaksin palsu sering terdapat bekas congkelan, yang tentu saja tidak akan ditemukan pada botol vaksin yang asli.

Ketiga, periksa barcode pada kemasan. Ada perbedaan cetakan antara barcode vaksin palsu dengan barcode vaksin asli.

Dengan memahami dan menyadari hal ini, diharapkan masyarakat bisa lebih hati-hati dan waspada. Bagaimana pun, kita berharap kasus semacam itu tidak terulang, karena memiliki dampak yang bisa berbahaya bagi generasi yang akan datang.