Bagaimana Proses Terbentuknya Buah?

 Bagaimana Proses Terbentuknya Buah?

BIBLIOTIKA - Buah merupakan pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji tersebut dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yaitu berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik.

Setelah serbuk sari melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi sperma. Buluh itu terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, tempat terjadinya persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan plasmogami (persatuan protoplasma sel telur dan sperma) dan kariogami (persatuan inti sel keduanya).

Setelah itu, zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio, bakal biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah (disebut perikarp) tumbuh menjadi berdaging (pada buah batu atau drupa) atau membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras (pada buah geluk atau nux).

Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal), benangsari (stamen) dan putik (pistil) akan gugur, atau bisa jadi bertahan sebagian hingga buah terbentuk. Proses pembentukan buah itu terus berlangsung hingga biji menjadi masak. Pada sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan daging buah umumnya sebanding dengan jumlah bakal biji yang terbuahi.

Dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga, dikenal sebagai perikarp (pericarpium). Perikarp sering berkembang lebih jauh, sehingga dapat dibedakan atas dua lapisan atau lebih. Yang di bagian luar disebut dinding luar, eksokarp (exocarpium), atau epikarp (epicarpium); sedangkan yang di dalam disebut dinding dalam atau endokarp (endocarpium); serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis) yang disebut dinding tengah atau mesokarp (mesocarpium).

Pada sebagian buah, khususnya buah tunggal yang berasal dari bakal buah tenggelam, kadang bagian-bagian bunga yang lain (misalnya tabung perhiasan bunga, kelopak, mahkota, atau benangsari) bersatu dengan bakal buah, dan turut berkembang membentuk buah. Jika bagian-bagian itu merupakan bagian utama dari buah, maka buah itu disebut buah semu. Karena itulah, menjadi penting untuk mempelajari struktur bunga, dalam kaitannya untuk memahami bagaimana suatu buah terbentuk.