Vagit Alekperov, Penguasa Bisnis Minyak Terbesar Rusia

Vagit Alekperov, Penguasa Bisnis Minyak Terbesar Rusia

BIBLIOTIKA - Tumbuh besar di Kota Baku, Azerbaijan, di tepi Laut Kaspia, menjadikan Vagit Alekperov telah akrab dengan minyak sejak kecil. Lingkungan tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi pengeboran minyak. Ayahnya juga seumur hidup bekerja di ladang minyak. Kedekatan itu pun seolah membentuk kecintaan Vagit Alekperov terhadap minyak. Bertahun-tahun kemudian, minyak memberikan kesuksesan dan kekayaan luar biasa untuk Vagit Alekperov.

Dia dilahirkan pada 1 September 1950 di Baku, Azerbaijan, dengan nama lengkap Vagit Alekperov Yusifovich. Pada 1974, dia telah lulus kuliah dari Azerbaijan Oil and Gas Institute, dan memulai karirnya dengan bekerja sebagai kepala deputi operator rig pada perusahaan Kaspmorneft.

Pada 1983, Vagit Alekperov direkrut menjadi manajer umum oleh Kogalymneftegaz, sebuah perusahaan minyak Rusia yang sedang krisis. Berdasarkan pengalaman studinya, Alekperov melakukan inovasi besar di tempat produksi milik Kogalymneftegaz. Di sana, dia membangun asrama yang layak dan toko-toko retail untuk melayani para pekerja yang jarang kembali ke keluarga. Dia juga membangun rumah sakit dan bandara kecil yang dapat menampung pesawat berukuran sedang untuk mengangkut para karyawan.

Vagit Alekperov meyakini strategi integrasi semacam itu akan menjadikan proses pengeboran, pengilangan, dan distribusi, akan semakin baik dan efisien, karena dijadikan satu tempat bersama kehidupan sehari-hari para pekerja. Hasilnya terbukti positif, produksi tahunan di lokasi tersebut meningkat dari 2 juta barel per tahun menjadi 240 juta barel per tahun dalam waktu singkat.

Prestasi itu pun membuat kagum petinggi Uni Soviet. Pada 1990, Mikhail Gorbachev meminta Vagit Alekperov untuk menjadi deputi menteri di Rusia di bidang migas. Tugas pertamanya adalah mengintegrasikan teknologi modern ke dalam perusahaan-perusahaan migas nasional di Rusia. Vagit Alekperov menjalankan tugasnya dengan baik, sampai kemudian terjadi kisruh di pemerintahan Soviet yang menjadikan Gorbachev lengser dan digantikan Boris Yeltsin.

Pada 1991, saat Boris Yeltsin berkuasa, pemerintahannya menetapkan privatisasi perusahaan-perusahaan nasional, termasuk perusahaan migas. Peluang itu dimanfaatkan dengan baik oleh Vagit Alekperov dengan mengakuisisi tiga perusahaan minyak, yaitu Langepasneftegaz, Uraineftegaz, dan Kogalymneftegaz. Ketiga perusahaan itu lalu disatukan, dan dijadikan perusahaan baru dengan nama Lukoil.

Pada 1993, Vagit Alekperov mengundurkan diri dari pemerintahan, dan menjadi presiden direktur Lukoil hingga saat ini. Di bawah kendalinya, Lukoil memiliki cadangan minyak terbesar kedua di dunia setelah ExxonMobil. Karenanya, Vagit Alekperov pun dikenal sebagai penguasa minyak independen terbesar kedua di dunia, yang merupakan pemasok 2 persen minyak dunia. Perusahaannya, Lukoil, merupakan pembayar pajak terbesar di Rusia.

Sukses membangun kerajaan minyak di Rusia, Vagit Alekperov melakukan ekspansi ke luar negeri. Dia memasuki Amerika Serikat, dan mengakuisisi Getty Petroleum, perusahaan minyak AS. Setelah itu, Lukoil mulai membuka stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di AS pada 2003. Mayoritas SPBU milik Lukoil yang bertebaran di AS adalah mantan SPBU Getty Petroleum.

Kemudian, pada 21 Mei 2004, Getty Petroleum Marketing—di bawah Lukoil—mengumumkan pembelian 779 SPBU milik ConocoPhillips di negara bagian New Jersey dan Pennsylvania. Pengambilalihan itu meliputi 308 SPBU beserta kontrak pembangunan 471 SPBU di kedua negara bagian tersebut.

September 2004, LuKoil dan ConocoPhillips sepakat bekerjasama mengelola ladang minyak dan gas bumi di kawasan utara Timan-Pechora, Rusia. Kesepakatan itu juga terjalin dalam pengelolaan ladang minyak di Qurna bagian barat, salah satu ladang minyak terbesar di Irak.

Lukoil juga terlibat dalam konsorsium perusahaan minyak dunia untuk mengeksplorasi ladang tambang minyak di Laut Aral, wilayah Uzbekistan. Pada 30 Agustus 2006, Ergash Shaismatov, Deputi Perdana Menteri Uzbekistan, mengumumkan penandatanganan perjanjian kerja sama eksplorasi antara pemerintah Uzbekistan dan konsorsium perusahaan minyak milik Vagit Alekperov tersebut.

Di bawah kepemipinan Vagit Alekperov, Lukoil menjadi perusahaan minyak dan gas bumi yang memiliki cadangan minyak sebanyak 1,3 persen dari total cadangan minyak dunia. Kapasitas produksi minyaknya mencapai 2,3 persen dari total produksi minyak dunia. Di Rusia, Lukoil menguasai 18,6 persen produksi minyak lokal, dan menguasai 18,1 persen aktivitas pengilangan minyak mentah di Rusia. Pendapatan perusahaan itu mencapai 60 miliar dollar per tahun.

Hasil produksi Lukoil dipasarkan di 59 wilayah di daratan Rusia. Di luar Rusia, Lukoil memasarkan produknya di 19 negara dunia lewat anak-anak perusahaannya. Negara-negara itu adalah Azerbaijan, Belarusia, Belgia, Bulgaria, Siprus, Republik Ceko, Estonia, Finlandia, Georgia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Makedonia, Moldova, Polandia, Rumania, Serbia, AS, dan Ukraina. Pada saat ini, Lukoil mempekerjakan sekitar 100.000 karyawan, yang tersebar di banyak negara.

Selain sukses di bisnis minyak dan gas melalui Lukoil, Vagit Alekperov juga merambah ke bisnis perbankan dan media. Di bisnis perbankan, dia memiliki Imperial Bank. Di media elektronik, dia memiliki TV-31, REN-TV, dan TCN. Sedangkan di media cetak, dia mempunyai Newsdaily Izvestia dan Russian Oil Magazine. Atas semua bisnisnya tersebut, Vagit Alekperov pun masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai 12,2 miliar dollar.