Untuk Suami: Jika Istri Anda Didiagnosis Kanker Payudara (2)

 Untuk Suami: Jika Istri Anda Didiagnosis Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Karenanya, kalau bisa, carilah orang lain—entah kenalan atau teman jauh—yang mungkin juga pernah mengalami masalah sama (mengidap kanker payudara), dan kemudian mintalah bantuannya untuk memberikan dukungan moral serta penghiburan bagi istri Anda. Kehadiran seseorang yang juga pernah mengalami nasib sama semacam itu akan memberikan penguatan yang lebih besar bagi istri Anda.

Temanilah selama menjalani perawatan

Dibutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya beberapa minggu, untuk pulih setelah menjalani bedah payudara. Apabila payudara istri Anda diangkat seluruhnya, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk relatif normal kembali. Tetapi jika istri Anda menggunakan perawatan kemoterapi, perawatannya bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Proses radiasi biasanya membutuhkan waktu yang singkat, tetapi harus dilakukan setiap hari sepanjang minggu. Belum lagi konsultasi ke dokter dan obat-obatan yang harus diminum. Untuk hal ini, mungkin istri Anda sanggup melakukannya seorang diri, tetapi lebih baik jika Anda menemaninya. Kalau Anda tidak sempat, Anda bisa meminta orang lain, misalnya saudara, untuk menemaninya.

Rutinitas dalam hal ini memang akan terasa melelahkan pada awalnya, tetapi lama-lama akan terasa sama seperti rutinitas lainnya.

Pahami keadaan dan kondisi istri Anda

Yang biasanya terjadi, efek kemoterapi adalah kelelahan atau rasa lelah. Hal ini bersifat kumulatif. Semakin lama pengobatan (kemoterapi), semakin parah pula rasa kelelahan yang akan dialami. Karena itulah, bisa jadi istri Anda mungkin juga mengalami efek kelelahan ini, dan hanya bisa tidur atau berbaring-baring saja sepanjang hari.

Untuk hal itu, pahami kondisi dan keadaan istri Anda, tak perlu membuat Anda uring-uringan atau ikut-ikutan mengalami kelelahan. Anda bisa menggantikan tugas-tugas istri Anda sementara waktu, seperti membersihkan rumah atau mencuci. Jika hal itu tidak memungkinkan, Anda bisa mencari pembantu untuk sementara, atau meminta tolong anggota keluarga untuk melakukan tugas-tugas tersebut.

Manfaatkan terapi alternatif

Ada terapi alternatif yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi efek samping kemoterapi. Beberapa penelitian yang terkait dengan hal ini di antaranya:

Penelitian dari Jerman menyebutkan bahwa olahraga dapat mencegah kelelahan akibat kemoterapi. Karenanya, Anda dapat mendorong istri untuk melakukan olahraga ringan, semisal jalan-jalan sedikit atau bersepeda, atau melakukan aktivitas apa saja yang dapat dilakukannya. Akan lebih bagus kalau Anda menemaninya dalam melakukan hal itu.

Terapi rileksasi, seperti meditasi, juga dapat dilakukan untuk mengurangi efek mual akibat kemoterapi.

Penelitian di Jepang menyebutkan bahwa teh hijau dapat mengurangi risiko penyebaran sel kanker, apabila diminum delapan gelas per hari. Teh hijau memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral.

Suplemen vitamin, terutama yang kaya zat antioksidan (vitamin C, E, karotin dari vitamin A dan mineral selenium) dapat membantu hasil pengobatan dan mencegah penyebaran sel kanker.

Apabila menggunakan perawatan dengan kemoterapi, obat-obatan dan efek kemoterapi bisa menyebabkan rasa panas yang tiba-tiba dan kekeringan pada daerah vagina, seperti gejala menopause. Tofu atau tahu Jepang dapat membantu meminimalkan rasa panas tersebut. Pelumas berbahan dasar air juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kekeringan vagina.

Luangkanlah waktu untuk bersantai

Ketika pertama kali mendapati vonis kanker, Anda dan istri tentu akan terkejut. Kemudian proses diagnosis, pengobatan, dan segala upaya yang dilakukan Anda berdua untuk mengatasi penyakit itu pun akan menguras waktu sekaligus pikiran. Hal itu tentu akan membuat Anda beserta istri akan kehilangan gairah dalam melakukan hal-hal lain yang biasanya dilakukan.

Untuk mengatasi hal semacam itu, cobalah untuk meluangkan waktu buat bersantai atau melakukan hal-hal menyenangkan yang bersifat refresing, seperti menonton film terbaru berdua, atau berlibur ke pantai, atau ke tempat lain yang disukai.

Selain itu, efek kelelahan yang diakibatkan kemoterapi biasanya belum hilang, meski proses kemoterapi sudah selesai. Untuk hal itu, Anda juga harus bersiap jika memang istri Anda belum dapat kembali menjalankan tugas-tugasnya sehari-hari.

Berikan kedekatan emosional untuknya

Masalah kanker payudara tentu mengubah aktivitas seksual untuk sementara waktu. Kebanyakan wanita akan kehilangan gairah dan energi selama menjalani pengobatan, karenanya sabarlah dalam menghadapinya.

Anda tidak perlu menarik diri darinya, tetapi tetaplah menjalin hubungan dan kedekatan secara emosional, semisal memeluk, merangkul, menggenggam tangannya, dan semacamnya. Biarkan istri Anda tahu bahwa Anda tetap mencintainya, dan tetap tertarik kepadanya.