Untuk Suami: Jika Istri Anda Didiagnosis Kanker Payudara (1)

Untuk Suami: Jika Istri Anda Didiagnosis Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Suami-istri adalah satu kesatuan. Karenanya, ketika si istri mengalami masalah, suami akan ikut mendukung dan bertanggung jawab, sebagaimana ketika si suami yang sedang menghadapi masalah. Dalam hal kanker payudara, yang umumnya menyerang wanita, suami juga memiliki kewajiban untuk mendukung dan menyikapinya secara bijak.

Apa yang harus dilakukan suami-istri saat menghadapi masalah kanker payudara?

Yang pertama dan terutama adalah saling jujur dan saling terbuka, sehingga tidak ada ganjalan perasaan. Jika istri terbuka pada suami, maka suami pun bisa memberi dukungan sepenuh hati.

Pada waktu datang berobat ke dokter, suami sebaiknya menyertai, karena—seperti yang disebut tadi—suami-istri adalah satu kesatuan. Suami-istri harus mendengarkan bersama hal-hal yang disampaikan dokter mengenai kanker payudara yang dihadapi, mengenai pengobatan atau terapinya, dan suami-istri juga bisa memberikan jawaban secara terbuka dalam satu kesempatan, sehingga kesalahpahaman diagnosa dan pengobatan bisa diminimalkan. Suami-istri juga perlu mendapat informasi mengenai efek samping pengobatan yang akan dilakukan, sehingga tidak terlalu panik ketika gejala ditemukan.

Saat didiagnosis mengidap kanker payudara, istri tentu akan sering bingung, atau bahkan ketakutan dan panik. Dalam hal ini, suami berkewajiban memberikan simpati, penghiburan, dan ketenangan, untuk meyakinkan bahwa suami akan selalu ada untuknya. Suami-istri bisa saling berbicang-bincang untuk mengekspresikan kasih sayang bersama, dan itu akan dapat mengurangi ketegangan. Suami bahkan bisa mengajak istri untuk jalan-jalan, nonton film ke bioskop, untuk sejenak melenakan pikiran dari masalah yang sedang dihadapi.

Kemudian, untuk mempersiapkan hal terburuk yang mungkin akan dihadapi, suami-istri juga perlu membicarakan soal perawatan pada masa-masa terakhir vonis. Dengan begitu, hubungan akan terus berjalan sehat dan positif, meski pasangan mengalami kanker payudara atau tipe kanker lainnya.

Pada beberapa kasus kanker payudara yang telah sampai stadium akut, solusi pengobatan yang dilakukan bisa sampai pada tahap mastektomi atau pengangkatan satu atau dua payudara. Wanita biasanya menghadapi kenyataan itu dengan sangat sensitif, kehilangan percaya diri, dan pada waktu-waktu itulah kehadiran suami sangat dibutuhkan, untuk memberi simpati dan dukungan. Suami harus meyakinkan istrinya, bahwa yang terpenting dia masih hidup, meski telah kehilangan payudaranya.

Kenyataannya, penelitian mengungkapkan bahwa yang paling diinginkan seorang pria adalah pasangannya tetap hidup, dan mereka tidak peduli seperti apa payudara pasangannya. Lebih lanjut, berikut ini beberapa hal yang bisa diperhatikan suami.

Temani dan berikan waktu untuk istri Anda

Yang paling perlu Anda lakukan jika istri terkena kanker payudara adalah tetap bersamanya, dan menemaninya. Ketika pertama kali mendapatkan diagnosa kanker payudara, tentunya istri akan terkejut, atau bahkan panik. Begitu pula dengan diri Anda.

Tetapi usahakanlah untuk tetap bersamanya, dan bukan malah menjauh darinya. Tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi, karena penyakit itu toh bukan salah siapa-siapa. Berikan perhatian penuh pada istri Anda, dan dengarkan kecemasannya. Hal itu akan memberikan dukungan kepadanya untuk bertahan dan sembuh.

Selain itu, temani istri Anda untuk menemui beberapa dokter untuk melakukan cek, ricek, dan kroscek. Untuk vonis penyakit berat, semisal kanker payudara, setidaknya Anda memerlukan berkonsultasi dengan 5-10 dokter untuk mendapatkan kepastian. Untuk hal tersebut, ambillah cuti untuk menemani istri Anda ke dokter. Apabila Anda tidak bisa meninggalkan pekerjaan, pastikan ada orang lain bersamanya, tetapi usahakanlah Anda sendiri yang melakukannya.

Bantulah memilih metode perawatan yang paling tepat

Dalam hal perawatan dan pengobatan kanker payudara, ada beberapa metode yang bisa digunakan. Untuk pemilihan metode perawatan, istri Anda belum tentu bisa memutuskan sendiri. Di sinilah peran Anda untuk menemaninya dalam menimbang, serta memikirkan kelebihan dan kekurangan dari tiap pilihan metode perawatan.

Tetapi, meski begitu, keputusan atas pilihan metode perawatan sebaiknya tetap berada di tangan istri Anda. Ia yang harus menentukan apa yang ingin ia lakukan terhadap penyakitnya. Istri Anda harus memiliki kendali atas diri dan hidupnya, dan Anda tidak perlu mendikte mengenai apa yang harus atau akan dilakukannya.

Berikan dan carilah dukungan 

Ketika istri Anda divonis menderita kanker payudara, tentunya Anda dan juga anggota keluarga yang lain akan memberikan dukungan serta simpati. Tetapi, sering kali hal itu tidak cukup, karena ada kalanya orang membutuhkan teman yang memiliki nasib sama. Sekuat apa pun Anda dan anggota keluarga lain memberikan dukungan dan penghiburan, tetapi istri Andalah yang mengidap penyakit itu, sementara Anda dan yang lain tidak menderita.

Baca lanjutannya: Jika Istri Anda Didiagnosis Kanker Payudara (2)