Tips Memilih dan Mengolah Ikan Asin

 Tips Memilih dan Mengolah Ikan Asin

BIBLIOTIKA - Berikut ini adalah apa saja yang perlu Anda tahu seputar memilih, menyimpan, dan mengolah ikan asin. Tip berikut dapat dijadikan panduan kalau Anda atau keluarga menyukai hidangan atau masakan ikan asin.

Dalam memilih ikan asin yang baik, sehingga dapat dijadikan santapan yang sama baiknya, ada tiga hal yang perlu Anda ingat:

Pastikan ikan asin yang Anda pilih dalam kondisi kering, tidak apak dan tidak berjamur, serta tidak berlendir jika dipegang terlalu lama.

Amati baik-baik ikan asin yang hendak dibeli. Jika pada tubuh ikan terlihat kristal-kristal garam, tandanya ikan asin tersebut sudah terlalu lama disimpan.

Jika Anda memutuskan membeli ikan asin utuh, perhatikan kondisi badannya. Jangan sampai ada bagian tubuh ikan yang hilang. Tempat penyimpanan yang kurang baik memungkinkan tubuh ikan digigiti tikus. Karenanya, usahakan agar Anda selalu jeli dalam memilih ikan asin.

Dalam pengolahan dan penyimpanannya, berikut ini beberapa tip yang bisa Anda ikuti seputar ikan asin:

Sebaiknya, belilah ikan asin dalam jumlah besar, khususnya kalau keluarga Anda menyukai masakan ikan asin. Selain praktis, Anda jadi selalu memiliki persediaan ikan asin di rumah. Tapi perhatikan baik-baik cara menyimpannya. Pertama, cucilah ikan sampai bersih.

Usahakan kadar garam dalam ikan tidak berkurang banyak, karena dapat membuat ikan tidak tahan lama. Setelah dicuci, tiriskan dan letakkan di atas tampah atau nampan. Jemur ikan di terik matahari. Setelah kering dan didinginkan, segera simpan dalam wadah tertutup yang kering dan bersih.

Jangan simpan ikan asin dalam wadah logam, karena kandungan garam yang tinggi akan membuat logam cepat berkarat. Sebaiknya, simpanlah dalam kulkas. Setelah itu ikan asin siap diolah kapan saja Anda butuhkan.

Jika Anda ingin mengurangi kadar asin dalam ikan dengan cara yang mudah, Anda bisa merendam ikan asin bersama dengan kertas koran polos (kertas buram). Setelah satu jam, angkat dan tiriskan, dan ikan pun siap untuk diolah.

Jika Anda memiliki sisa ikan asin yang sudah diolah, jangan lekas dibuang. Ikan asin dapat dijadikan campuran dalam masakan Anda. Ikan asin bisa menambah nikmat rasa nasi goreng, tumis-tumisan, serta sayur daun singkong.

Agar ikan asin tidak berbau amis, bakarlah sejenak di atas bara api. Dengan cara begitu, bau amis akan menguap dengan segera.

Sebaiknya, sirip tulang ikan asin teri tidak dibuang, karena tulang ikan tersebut mengandung kalsium tinggi yang baik bagi pertumbuhan tulang dan gigi.

Saat menggoreng ikan asin, sebaiknya gunakan minyak yang baru dalam jumlah banyak. Minyak bekas akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Gorenglah ikan dengan api yang besar, hingga minyaknya berbuih. Kecilkan api, dan teruskan menggoreng sambil sesekali diaduk hingga matang dan kering. Angkat, tiriskan, dan tempatkan dalam wadah datar beralas kertas koran hingga sisa minyak bekas menggoreng terserap habis.

Ikan asin yang telah digoreng bisa tahan hingga satu bulan.