Tidak Semua Wanita Butuh Tes Gen Kanker Payudara

 Tidak Semua Wanita Butuh Tes Gen Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Pada Mei 2013, aktris terkenal Angelina Jolie melakukan mastektomi (operasi pengangkatan payudara) untuk mengurangi risiko dirinya terkena kanker payudara. Keputusan itu diambil oleh Angelina Jolie setelah dia menjalani pemeriksaan gen, yang hasilnya menunjukkan kalau dia positif memiliki mutasi gen BRCA1 dan BRCA2. Kedua gen itu memang dikenal terkait dengan risiko kanker payudara.

Aksi yang dilakukan aktris terkenal itu pun menyentak kesadaran wanita di seluruh dunia dalam hal pemeriksaan gen. Tidak lama setelah peristiwa Angelina Jolie melakukan pengangkatan payudaranya, sekitar enam juta wanita di Amerika Serikat ikut berencana untuk menjalani tindakan serupa, demi tujuan mencegah mereka terkena kanker.

Padahal, menurut pakar kesehatan, 9 dari 10 wanita tidak perlu melakukan pemeriksaan gen, meski mereka memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium. Unit pelayanan preventif AS (USPSTF), melalui publikasi dalam jurnal Annals of Internal Medicine, merekomendasikan ulang bahwa tes gen hanya diperlukan bagi sebagian kecil wanita yang memiliki riwayat kanker payudara di keluarganya. Karena itu, sebaiknya wanita mendiskusikan keinginannya untuk tes gen dengan dokter dan konselor genetika, sebelum benar-benar menjalani tes gen untuk BRCA.

Virginia Moyer, seorang peneliti, menyatakan, “Tidak semua orang dengan keturunan kanker perlu melakukan tes. Gen tidak diwariskan secara sederhana dan langsung.”

Berdasarkan data American Cancer Society, rata-rata mutasi gen BRCA dapat meningkatkan risiko kanker payudara antara 45-65 persen. Namun, selain BRCA 1 dan 2, terdapat jenis BRCA lain yang belum diketahui dampaknya pada peningkatan risiko kanker. Dalam hal itu, Virginia Moyer mengatakan bahwa tes gen bukan sesuatu yang menyatakan positif atau negatif saja, melainkan juga menunjukkan hasil yang sangat luas dan membutuhkan interpretasi.

“Mutasi gen sangat bervariasi,” ujar Virginia Moyer. “Sering kali hasilnya tampak negatif, namun bisa jadi itu karena informasinya tidak tersampaikan dengan baik. Kalau sudah begini, pemeriksaan gen tidak akan berguna.”