Sisi Gelap Uang Digital BitCoin

 Sisi Gelap Uang Digital BitCoin

BIBLIOTIKA - Ketika pertama kali dikenalkan oleh Satoshi Nakamoto, BitCoin segera menarik perhatian banyak orang, karena mata uang ini menawarkan kepemilikan utuh tanpa perlu ikatan dengan pihak ketiga, baik swasta maupun pemerintah. Sejak itulah, banyak orang terlibat dalam penambangan BitCoin, karena kenyataannya mata uang digital ini bisa digunakan untuk transaksi jual beli.

Meski begitu, pada perkembangannya kemudian, BitCoin bukan tidak menimbulkan masalah. Seiring berjalannya waktu, BitCoin kemudian dimanfaatkan untuk hal-hal yang melawan atau melanggar hukum, di antaranya pencucian uang. Berikut ini beberapa sisi gelap BitCoin, terkait penggunaannya.

Pencucian uang

BitCoin sangat “ideal” sebagai sarana pencucian uang hasil kejahatan, semisal korupsi, kriminal, atau upaya menghindari pajak, karena mata uang ini tidak mudah terlacak. Pelaku kejahatan bisa menyembunyikan uangnya dalam bentuk BitCoin. Berbeda dengan menyimpan uang biasa di bank, penyimpanan uang dalam bentuk BitCoin tidak terikat catatan yang dapat dilacak.

BitCoin juga bisa disalahgunakan orang-orang yang ingin menyembunyikan pendapatannya dari pemerintah, dan menghindari kewajiban membayar pajak.

Mudah dicuri

BitCoin mungkin sulit dilacak, karena nyatanya tidak memiliki bentuk riil. Tetapi, meski tidak memiliki bentuk riil, bukan berarti BitCoin tidak bisa dicuri. Kenyataannya, kelemahan mendasar BitCoin justru pada bentuknya yang tidak riil, sehingga mudah dicuri.

Salah satu contoh pencurian BitCoin dialami oleh Sheep Marketplace, sebuah situs ilegal yang bergerak dalam bidang jual beli obat terlarang. Mereka kehilangan 220 dolar AS dalam BitCoin, akibat ulah para peretas sistem komputer.

Ketidakstabilan nilai

BitCoin memiliki nilai yang fluktuatif jika dikonversi ke mata uang konvensional, karena kenyataannya tidak ada yang “mengendalikan” mata uang ini. Di satu sisi, hal itu membuat BitCoin mudah digunakan atau bahkan disalahgunakan, namun si sisi lain juga menjadikan BitCoin rentan mengalami masalah.

Bisa jadi, hari ini seorang pemilik BitCoin merasa kaya karena 1 BitCoin setara 100 dolar, misalnya. Tetapi, bisa jadi di lain hari tiba-tiba nilainya turun menjadi hanya 5 dolar.

Mudah hilang

Ini masalah lain yang melekat pada BitCoin, karena bentuknya yang tidak riil. Business Insider mencatat beberapa peristiwa kecil yang menyebabkan kerugian besar bagi para pemilik BitCoin. Seorang pria pernah kehilangan sekitar 600 dolar AS karena melakukan reset pada ponsel pintarnya, dan ternyata hal itu menghapus dompet digital BitCoin miliknya secara permanen. Contoh lain, seorang pria juga pernah kehilangan sekitar 90.000 dolar AS saat akan bertransaksi, akibat tanpa sengaja memencet tombol hapus.