Patrick Soon-Shiong, Dokter Paling Kaya di Dunia (2)

 Patrick Soon-Shiong, Dokter Paling Kaya di Dunia

BIBLIOTIKA - Seiring dengan itu, Patrick Soon-Shiong juga mendirikan perusahaan lain bernama American Pharmaceutical Partners (APP), yang bergerak di bidang perdagangan (distributor) obat generik ke rumah sakit. Operasional APP saat itu mengandalkan hubungan baiknya dengan Premiere Inc.

Waktu itu, APP belum memiliki pabrik obat, dan penjualannya hanya sebesar 85.000 dollar. Tapi kemudian Premiere Inc. mengangkat APP sebagai rekan kerja. Hal itu membuat APP yang merupakan perusahaan kecil menjadi setara dengan perusahaan multinasional lain, seperti Merck dan Johnson & Johnson.

Kenaikan pamor APP menarik minat produsen obat lain, hingga APP lalu bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan pemasok obat lain. Satu tahun setelah didirikan, pada 1988, APP mulai berekspansi dengan mengakuisisi Fujisawa USA, produsen obat yang telah mengalami kerugian selama sembilan tahun berturut-turut hingga sebagian besar sahamnya dilepas. Di tangan APP, perusahaan itu bisa bangkit kembali dan menghasilkan keuntungan.

Pada 2001, Patrick Soon-Shiong melepas saham APP ke bursa, meski tetap mempertahankan kepemilikan sebesar 52 persen. Akhir tahun 2005, FDA mengeluarkan izin pengedaran Abraxane. Sejak saat itu, APP resmi menjual Abraxane. Hingga kini, Abraxane telah dijual di seluruh Amerika Serikat dan 39 negara lain.

Proyek mutakhir yang dilakukan Patrick Soon-Shiong adalah membangun laboratorium kesehatan bernama Bell Labs, senilai 1 miliar dollar. Di Bell Labs, Patrick Soon-Shiong membawa dokter, ahli komputer, dan fisikawan, untuk membangun pusat data tanda biologis untuk mengidentifikasi dan mengobati penyakit. Ia berharap bisa mempermudah identifikasi penyakit dan menyesuaikan obat yang dibutuhkan pasien.

Di luar bisnis dan kesibukannya sebagai dokter dan peneliti, Patrick Soon-Shiong juga memiliki berbagai kesibukan lain, salah satunya menjadi direktur UCLA Wireless Health Institute. Dia juga ditunjuk menjadi direktur di National Institute of Transplantation dan Technology Council untuk Center for Cancer Nanotechnology Excellence di Northwestern University.

Atas aktivitasnya di dunia medis, Patrick Soon-Shiong pun mendapat berbagai penghargaan, di antaranya Gilda Club Award pada 2006, karena pencapaiannya dalam pengobatan kanker. Pada 2007, dia juga mendapat Ellis Island Medal of Honor dan St. Mary Medical Center Life Achievement Award, yang merupakan penghargaan bagi imigran yang berkontribusi penting bagi AS.

Pada 2008, Patrick Soon-Shiong mendapatkan Medical Visionary Award dari Pancreatic Cancer Action Network, atas hasil karyanya di bidang pengobatan kanker pankreas. Terakhir, dia juga mendapatkan penghargaan Distinguished Medical Science Award di bidang riset diabetes dan kanker. Hingga kini, Patrick Soon-Shiong memegang lebih dari 30 paten obat.

Sukses dalam penelitian dan sukses pula di dunia bisnis, membuat Patrick Soon-Shiong tidak hanya menjadi dokter dan peneliti yang disegani, namun juga masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia. Ia diketahui memiliki kekayaan mencapai 12,2 milar dollar.

Menggunakan kekayaannya, Patrick Soon-Shiong mendirikan yayasan bersama istrinya, Michele Chan, bernama Chan Soon-Shiong Family Foundation. Yayasan itu aktif mendonasikan dana untuk layanan kesehatan, dan mendirikan rumah sakit untuk menampung pasien miskin.