Patrick Soon-Shiong, Dokter Paling Kaya di Dunia (1)

 Patrick Soon-Shiong, Dokter Paling Kaya di Dunia

BIBLIOTIKA - Bisa jadi, Patrick Soon-Shiong adalah dokter paling kaya di dunia. Selain aktif berprofesi sebagai dokter, dia juga melakukan berbagai penelitian untuk menemukan obat-obatan, hingga membangun perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dan kesehatan.

Patrick Soon-Shiong lahir pada 29 Juli 1952 di Port Elizabeth, Afrika Selatan. Keluarganya adalah imigran dari Cina, yang mengungsi ke Afrika Selatan akibat pecahnya Perang Dunia II. Di Afrika Selatan, ayah Patrick Soon-Shiong bekerja sebagai dokter desa, juga membuka toko herbal. Patrick Soon-Shiong tumbuh besar dengan menyaksikan aktivitas ayahnya, dan hal itu membangun impian Patrick Soon-Shiong kecil untuk juga menjadi dokter.

Setelah lulus dari SMA pada usia 16 tahun, Patrick Soon-Shiong melanjutkan ke fakultas kedokteran di University of the Witwatersrand pada usia 22 tahun, dan menjadi lulusan terbaik keempat dari 189 mahasiswa yang lulus. Pada usia 23 tahun, dia telah mendapat gelar dokter, kemudian magang di Johannesburg’s General Hospital.

Di awal kariernya sebagai dokter, dia sudah kenyang dengan berbagai kesulitan, penolakan, dan perlakuan diskriminatif. Pada masa itu, Afrika Selatan menjalankan politik Apartheid, sehingga orang kulit putih Afrika menerima perlakuan lebih baik dibanding yang lain. Di sana, Patrick Soon-Shiong masuk dalam golongan “yang lain”, sehingga dia pun menghadapi berbagai diskriminasi, termasuk dalam jumlah gaji yang lebih kecil dibanding kolega-koleganya yang berkulit putih.

Setelah beberapa tahun magang di Johannesburg’s General Hospital, Patrick Soon-Shiong melanjutkan kuliah di University of British Columbia, hingga mendapat gelar Master of Science. Saat menempuh pendidikan di sana, dia mendapatkan berbagai penghargaan dari hasil risetnya. Beberapa penghargaan ia peroleh dari American College of Surgeons, The Royal College of Physicians and Surgeons of Canada, dan American Association of Academic Surgery.

Pada 1970, setelah mendapat gelar master, dia pindah ke Amerika Serikat, dan mengikuti pelatihan bedah di University of California Los Angeles (UCLA), serta menjadi dokter bedah asing bersertifikat di Fellow of the Royal College of Surgeons Canada dan Fellow of the American College. Pada usia 31 tahun, Patrick Soon-Shiong menjadi asisten profesor di Fakultas Kedokteran UCLA, dan di sana dia melakukan operasi transplantasi pankreas pertama.

Pada 1991, dia meninggalkan UCLA karena tidak sabar dengan lambatnya riset di sana. Ia lalu mendirikan laboratorium sendiri untuk meneliti obat diabetes. Dia mengajak kakaknya yang ada di London, bernama Terrence, untuk menjadi investor; sementara Patrick Soon-Shiong rajin melakukan riset. Riset itu menghasilkan obat bernama Abraxane. Dua tahun kemudian, pada 1993, Food & Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyetujui percobaan obat yang ditemukan Soon-Shiong kepada manusia.

Abraxane, obat temuan Patrick Soon-Shiong, adalah sel produsen insulin yang dimasukkan ke tubuh manusia. Sebenarnya, percobaan pembuatan sel insulin telah dilakukan sejak 1970, tetapi tidak pernah berhasil. Pasalnya, antibodi dalam tubuh akan menolak sel tersebut, sebelum ada kesempatan mengeluarkan cukup banyak insulin. Patrick Soon-Shiong menemukan cara melindungi sel produsen insulin, yaitu membungkusnya dengan gel dari rumput laut.

Hasil riset dan percobaan itu berhasil. Pasien yang menerima obat tersebut bisa berjalan tanpa bantuan, dan setelah 9 bulan tak memerlukan suntik insulin selama 30 hari penuh. Sukses itu membuat banyak media mempublikasikannya, dan Patrick Soon-Shiong mempublikasikannya secara resmi beberapa bulan kemudian di jurnal medis The Lancet.

Sukses dengan riset obat diabetesnya, Patrick Soon-Shiong mencoba mengembangkan obat kanker. Ia mendirikan perusahaan VivoRx Pharmaceuticals yang kemudian berganti nama menjadi American Bioscience, sebagai perusahaan produsen obat.

Di perusahaan itulah, Milan Puskar, pemilik perusahaan obat generik Mylan Laboratories, menginvestasikan dana 100 juta dollar untuk 10 persen saham. Milan Puskar tertarik terlibat dalam proyek Patrick Soon-Shiong setelah membaca keberhasilannya dalam riset obat diabetes. Investor lainnya adalah Premiere Inc., perusahaan produsen obat, yang menginvstasikan dana 4 juta dollar.

Baca lanjutannya: Patrick Soon-Shiong, Dokter Paling Kaya di Dunia (2)