Paparan Asap Rokok dan Risiko Kanker Payudara

Paparan Asap Rokok dan Risiko Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Merokok dianggap sebagai salah satu hal yang meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita. Namun, tidak merokok pun bisa meningkatkan risiko kanker tersebut, jika si wanita sering terpapar asap rokok. Penelitian menemukan, bahwa wanita yang sering terpapar asap rokok—atau menjadi perokok pasif—memiliki kemungkinan tiga kali lebih mungkin menderita kanker payudara.

Selama ini, perokok pasif telah diketahui juga menanggung risiko kesehatan yang besar dari paparan asap rokok, di antaranya mengalami penyakit jantung dan paru-paru. Sekarang risiko itu tampaknya bertambah, setelah studi baru menemukan bahwa perokok pasif juga menanggung risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Lizbeth Lopez-Carrillo, profesor epidemiologi di National Institute for Public Health, Meksiko, menyatakan, “Setiap orang harus menghindari asap rokok. Rokok menghasilkan dua aliran asap. Pertama adalah asap yang masuk dan diisap si perokok, dan kedua adalah asap yang dikeluarkan sebagai efek pembakaran rokok. Asap itulah yang mengontaminasi lingkungan sekitar, termasuk juga membahayakan kesehatan orang-orang yang tidak merokok seperti wanita dan anak-anak.

Dalam penelitian yang dilakukan, Lizbeth Lopez-Carrillo dan rekan-rekannya mempelajari 504 wanita yang didiagnosis dengan kanker payudara, dan 504 wanita sehat lain dengan usia yang sama. Peneliti membandingkan kedua kelompok partisipan tersebut. Hasilnya, dibandingkan wanita yang tidak pernah merokok dan tidak atau jarang terpapar asap rokok, wanita yang sering terpapar asap rokok (perokok pasif) memiliki risiko kanker payudara 3 kali lebih tinggi.

“Hal itu biasanya dialami oleh wanita yang memiliki anggota keluarga seperti suami, ayah, anak, atau anggota keluarga lain, yang menjadi perokok aktif,” ujar Lizbeth Lopez-Carrillo. “Kemungkinan lain adalah karena wanita bekerja di lingkungan yang penuh dengan perokok aktif dan asap rokok.”

Dia juga mengingatkan, bahwa perokok aktif maupun perokok pasif memiliki faktor risiko, yang salah satunya risiko kanker payudara. Jadi, untuk mencegah berbagai risiko penyakit, tidak hanya harus mengurangi perokok aktif, tetapi juga perokok pasif.