Panduan Pintar Mengolah Daging Ayam

Panduan Pintar Mengolah Daging Ayam

BIBLIOTIKA - Daging ayam termasuk makanan sehari-hari yang akrab dengan orang Indonesia. Namun, tidak semua orang menyadari bagaimana seharusnya menangani daging hewan yang satu ini, terutama saat membersihkan dan menyimpannya. Berikut ini tips yang bisa dijadikan rujukan:

Anda tidak perlu membersihkan ayam dengan cermat, karena sejumlah bakteri umumnya bisa mati setelah dimasak.

Ketika menemukan cairan berwarna merah muda dalam kemasan ayam yang dijual di pasar swalayan, banyak orang yang mengira kalau itu darah. Padahal, hanya air yang diserap oleh ayam selama proses pendinginan. Umumnya, darah sudah dibuang ketika ayam dipotong, dan hanya sedikit yang tertinggal di dalam lapisan otot.

Daging ayam seharusnya disimpan dalam udara dingin, agar bakteri tidak berkembang. Karena itu, saat membeli ayam, pilihlah yang dingin, begitu sampai di rumah, segera masukkan ke dalam lemari pendingin. Bisa disimpan selama satu hingga dua hari. Bisa juga dibekukan agar bisa bertahan lebih lama. Jika menyimpannya lebih dari dua bulan, Anda harus membungkusnya lagi dengan plastik yang lebih tebal.

Dengan pengemasan yang baik, Anda bisa mencegah daging ayam berubah rasa. Bila sampai air menyentuh daging, akan muncul bintik-bintik cokelat keabu-abuan. Rasanya pun jadi tawar dan terlalu kering. Lebih baik dibuang saja bagian tersebut.

Bila membeli ayam olahan, belilah dalam kondisi panas. Kalau bisa memakannya jangan lebih dari dua jam setelah membeli. Atau bisa juga dipotong jadi beberapa bagian, lalu masukkan ke dalam kotak yang rapat dan simpan di lemari pendingin. Tidak masalah jika dikonsumsi dalam tiga sampai empat hari, dalam kondisi dingin ataupun dihangatkan lagi.

Sebagian besar olahan dari ayam bisa dibekukan. Tapi masakan dari ayam yang mengandung mayonais atau telur rebus lebih baik tidak disimpan terlalu lama.

Ayam yang telah diberi bumbu bisa disimpan di lemari es hingga dua hari. Rebuslah dulu air bumbu sebelum dioleskan pada ayam yang tengah dibakar.

Biasanya, ada tiga cara yang umum untuk membekukan ayam; di mesin pendingin, di air dingin, dan di dalam microwave.

Sebelum dimasak, ayam beku terlebih dulu dinetralisasi atau dagingnya dibuat lunak. Cara yang paling baik adalah memindahkannya dari mesin pembeku ke rak lain yang suhunya lebih tinggi. Memang butuh waktu beberapa hari. Biasanya dua hingga empat hari. Tapi hal itu juga tergantung besarnya.

Bila memiliki keterbatasan waktu, ada dua alternatif untuk membuat daging lunak. Pertama, menempatkan ayam yang dibungkus plastik tersebut dalam air dingin. Hanya perlu waktu satu jam untuk ukuran kecil, tapi yang besar bisa enam hingga delapan jam. Kedua, biarkan di dalam ruangan sampai ayam beradaptasi dengan suhu ruangan. Bila kondisinya sudah normal, ayam mesti segera dimasak.