Misteri Satoshi Nakamoto, Sang Penemu BitCoin (1)

 Misteri Satoshi Nakamoto, Sang Penemu BitCoin

BIBLIOTIKA - BitCoin adalah mata uang digital yang menjadi tren di internet. Mata uang ini tidak berbentuk koin, kertas, perak, atau emas. BitCoin bahkan tidak terlihat secara riil, karena hanya merupakan mata uang digital. Meski begitu, keberadaannya diakui, sehingga BitCoin dijadikan sebagai sarana transaksi, khususnya di dunia maya. Mata uang ini diciptakan oleh Satoshi Nakamoto.

Kelahiran BitCoin dimulai pada 3 Januari 2009, ketika Satoshi Nakamoto meluncurkan 31.000 baris kode pemrograman, dan mengumumkan mata uang buatannya yang disebut BitCoin, melalui internet. Kehadiran awal Bitcoin waktu itu ditandai oleh 50 BitCoin pertama di dunia yang dihasilkan melalui sistem tersebut, yang kemudian hari dikenal dengan nama “Genesis Block”. Nakamoto sendiri yang menambang “Genesis Block” itu, pada 3 Januari 2009.

Sejak itu, BitCoin menjadi mata uang yang sepenuhnya dikendalikan oleh perangkat lunak. Setiap sepuluh menit atau lebih, BitCoin akan didistribusikan pada orang-orang yang melakukan “penambangan”.

BitCoin bisa dianalogikan dengan tambang emas (atau mineral berharga lain). Para penambang adalah mereka yang mendedikasikan sumber daya komputer untuk memecahkan persoalan matematika melalui perhitungan yang “berat”.

Penambang yang dimaksud pada awalnya mungkin hanya seseorang dengan komputer rumahan. Namun, pada awal 2014, proses penambangan BitCoin dilakukan melalui perangkat yang dirancang khusus dan dilakukan secara kolektif (disebut node).

Setiap 10 menit, sistem BitCoin akan menganugerahkan sejumlah unit BitCoin (misalnya 25) pada salah satu node penambang. Jumlah yang ditambang per 10 menit akan turun seiring waktu, hingga habis pada sekitar tahun 2140, dengan jumlah total BitCoin yang bisa ditambang sebanyak 21 juta unit.

BitCoin yang dihasilkan berfungsi layaknya mata uang konvensional, dan diterima sebagai produk pembayaran untuk beragam transaksi online.

Semula, BitCoin populer di kalangan kriptografer, yaitu orang-orang yang berkecimpung dalam penelitian penyandian (kriptografi). Karenanya tidak mengherankan kalau kriptografi menjadi fondasi tempat BitCoin berdiri. Nakamoto pun semula aktif di komunitas kriptografer, dan rajin membalas pertanyaan di berbagai forum kriptografi.

Sejak awal muncul, BitCoin telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk Wikileak. Pada 2010, situs Wikileak berencana memanfaatkan BitCoin untuk menerima sumbangan. Namun, waktu itu, Nakamoto keberatan dengan niat Wikileak, karena menurutnya BitCoin belum siap untuk mendapat perhatian terlalu besar.

Pada 5 Desember 2010, Nakamoto menulis pernyataan, “Proyek ini butuh tumbuh perlahan, agar peranti lunaknya bisa diperkuat sambil jalan. Saya mengajukan pada Wikileaks, tolong jangan gunakan BitCoin. BitCoin adalah komunitas beta yang masih balita. Anda tidak akan mendapatkan (donasi melalui BitCoin) lebih dari recehan, tapi dampak yang Anda bawa bisa menghancurkan kami.”

Semakin hari, keberadaan BitCoin semakin populer, dan mata uang itu makin dikenal serta menarik banyak kalangan secara luas. Sejak itu pula, para “penambang” BitCoin semakin banyak, dan nilai BitCoin terus meningkat. Pada waktu pertama kali diluncurkan, satu BitCoin memiliki nilai setara kurang dari 1 dolar AS. Namun, pada pertengahan Desember 2013, satu BitCoin telah memiliki nilai setara dengan 710 dollar AS.

Baca lanjutannya: Misteri Satoshi Nakamoto, Sang Penemu BitCoin (2)