Klaus-Michael Kühne, Penguasa Bisnis Transportasi dan Logistik Jerman

 Klaus-Michael Kühne, Penguasa Bisnis Transportasi dan Logistik Jerman

BIBLIOTIKA - Klaus-Michael Kühne memimpin Kühne und Nagel, perusahaan transportasi dan logistik internasional. Dia lahir pada 6 Februari 1937 di Hamburg, Jerman. Klaus-Michael Kühne adalah anak tunggal pasangan Alfred Kühne dan Mercedes Kühne, sekaligus cucu Agustus Kühne. Agustus Kühne adalah pendiri perusahaan Kühne und Nagel. Karenanya, perusahaan yang sekarang dipimpin Klaus-Michael Kühne merupakan warisan turun temurun.

Setelah Agustus Kühne meninggal dunia, perusahaan diwariskan kepada Alfred Kühne. Kemudian, setelah Alfred Kühne meninggal dunia, perusahaan itu diwariskan kepada anak tunggalnya, Klaus-Michael Kühne. Klaus-Michael Kühne telah memimpin dan mengelola perusahaan warisan itu hingga empat dekade, dan memiliki saham mayoritas sebanyak 53,3 persen ketika Kühne und Nagel mulai go public.

Setelah lulus kuliah, Klaus-Michael Kühne memulai karirnya dengan bekerja sebagai magang di perusahaan perbankan bernama Bankhaus Münchmeyer & Co. Karirnya di perusahaan itu bagus, dan jabatannya di sana juga terus naik. Sampai kemudian, pada 1975, dia harus menerima tanggung jawab mengelola perusahaan orang tuanya, yaitu Kühne und Nagel, karena ayahnya meninggal.

Sejak itu, Klaus-Michael Kühne pun pindah ke Swiss untuk mengelola perusahaan warisan ayahnya, karena Kühne und Nagel berkantor pusat di kota Schindellegi, Swiss. Di tangan Klaus-Michael Kühne, perusahaan Kühne und Nagel terus berkembang dengan mengakuisisi beberapa perusahaan lain, dan menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan serupa. Sejak itu, nama Kühne und Nagel berubah menjadi Kühne und Nagel International AG.

Pada 2008, Klaus-Michael Kühne membentuk kerja sama dengan Hapag-Lloyd Holding AG, salah satu operator kapal kontainer terkemuka di dunia. Klaus-Michael Kühne juga menjalin kerja sama dengan Chile CSAV (Compania de Sud Americana Vapores SA), yang juga menjadi perusahaan pengirim kontainer besar dunia.

Selain aktif berbisnis di bidang transportasi dan logistik, Klaus-Michael Kühne juga menjalankan bisnis properti. Dia membeli Castell Son Claret, sebuah kastil berusia 600 tahun yang rusak di Swiss, dan mengubahnya menjadi hotel mewah yang dibuka pada Mei 2013. Di Jerman, dia juga membeli InterContinental Hotel, sebuah hotel di Hamburg yang mengalami kebangkrutan, dan mengubahnya menjadi hotel baru dengan nama The Fontenay.

Meski begitu, fokus bisnis Klaus-Michael Kühne tetap pada transportasi dan logistik. Karena bisnis itu menjangkau banyak negara, jumlah karyawan yang bekerja untuk bisnis Klaus-Michael Kühne pun mencapai 63.000 orang, yang tersebar di sekitar 100 negara. Pada saat ini, seiring usianya yang makin menanjak, Klaus-Michael Kühne telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua eksekutif di perusahaan, dan kini menjabat sebagai ketua kehormatan.

Klaus-Michael Kühne menikah dengan seorang wanita bernama Christine, pada 1989. Pasangan itu tidak memiliki anak. Karenanya, Klaus-Michael Kühne pun telah mengantisipasi hal itu dengan membentuk yayasan yang kelak akan mengelola kekayaannya setelah ia meninggal dunia. Bagaimana pun, dia memiliki kekayaan sebesar 11,9 miliar dollar, dan masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia.

Saat ini, yayasan yang dibentuk Klaus-Michael Kühne, yaitu Kühne Foundation, telah aktif memberikan sumbangan ke berbagai pihak, khususnya dalam bidang pendidikan. Di Jerman, pada 2003, Kühne Foundation mendirikan kampus bernama Technical University of Hamburg dan Hamburg School of Logistics.

Kühne Foundation menjanjikan menyumbangkan 54 juta dollar untuk dua kampus tersebut. Sementara itu, di Swiss, Kühne Foundation banyak memberikan bantuan dana untuk Swiss Federal Institute of Technology di Zurich, dan Technical University of Berlin.