Jack Taylor, Pendiri Rental Mobil Terbesar di Amerika

  Jack Taylor, Pendiri Rental Mobil Terbesar di Amerika

BIBLIOTIKA - Saat membangun kehidupan pribadi, tidak setiap orang langsung tahu apa yang diinginkannya. Begitu pun dengan Jack Taylor. Semula, dia masuk dinas ketentaraan. Tapi lalu menyadari bahwa menjadi tentara bukan pilihan hidupnya.

Setelah itu ia menjadi karyawan, dan kemudian merasa tidak puas. Ia juga pernah mencoba bisnis sendiri dengan membuka agen pengiriman barang, tapi lagi-lagi tidak merasa puas. Akhirnya, dia menemukan bisnis yang sesuai kata hatinya, yakni rental mobil, dan dia merasa puas. Pada akhirnya, dia tidak hanya mendapatkan kepuasan, tapi juga kesuksesan.

Nama lengkapnya Jack Crawford Taylor, dan dia lahir pada 14 April 1922. Pada saat ini, ia dikenal sebagai pendiri Enterprise Rent-A-Car Company, perusahaan penyewaan mobil yang berkantor pusat di Clayton, Missouri, Amerika Serikat, yang menjadi rental mobil dengan armada terbesar di negara itu.

Sebelumnya, Jack Taylor sempat kuliah di Washington University, tapi kemudian keluar sebelum lulus untuk bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat pada 1942. Pada masa itu, Perang Dunia II sedang berkecamuk. Jack Taylor mendapat tugas sebagai pilot pesawat tempur selama Perang Dunia II. Ia sempat bertahan tiga bulan di dunia militer, dengan pangkat terakhir sebagai letnan. Tapi kemudian keluar, karena merasa militer bukan dunia yang diinginkannya.

Jack Taylor pun pulang ke kampung halamannya, di Clayton, Missouri, dan mencoba membuka usaha jasa layanan antar barang. Bisnis itu sempat berjalan hingga lima tahun. Tetapi, lagi-lagi, Jack Taylor merasa bisnis itu tidak sesuai dengan pilihan hatinya. Alih-alih meneruskan bisnis, dia malah melamar kerja ke distributor mobil pada 1948, dan menjadi manajer penjualan di sana. Selama bekerja di distributor mobil itulah, Jack Taylor mulai terpikir untuk membuka jasa layanan rental mobil.

Percaya kepada idenya, Jack Taylor menyisihkan 50 persen gajinya untuk ditabung sebagai modal usaha. Selama bertahun-tahun, dia bertahan hidup hanya dengan separuh gaji. Akhirnya tabungannya pun mencukupi, dan dia membeli beberapa mobil bekas yang masih tampak bagus. Pada 1957, Jack Taylor resmi membuka usaha rental mobil bernama Enterprise Rent-A-Car. Waktu itu, mobil yang dimilikinya hanya tujuh buah.

Semula, Jack Taylor mendirikan usaha rental mobil untuk orang lokal yang membutuhkan mobil untuk perjalanan singkat. Masyarakat pun menunjukkan respons positif terhadap bisnis Jack Taylor. Perlahan-lahan, rental mobil itu kian terkenal, makin membesar dan berkembang, dan mobil-mobil yang dimiliki pun semakin banyak.

Pada awal 1990-an, Jack Taylor mulai meluaskan bisnisnya dengan menjajal lokasi pemasaran di bandara. Seiring berjalannya waktu, Enterprise Rent-A-Car telah ada di hampir semua bandara di kota besar Amerika Serikat, hingga totalnya mencapai 419 bandara.

Pada 1980, armada sewa yang dimiliki Enterprise Rent-A-Car telah mencapai 6.000 mobil. Sembilan tahun kemudian, pada 1989, jumlah armadanya membengkak menjadi 50.000 mobil. Penghasilan yang diperoleh Enterprise Rent-A-Car pun meningkat drastis. Bahkan, pada 2007, Enterprise Rent-A-Car membeli Alamo Rent-A-Car, sebuah perusahaan rental mobil nasional, sehingga skala bisnis yang dikendalikan Jack Taylor pun meraksasa.

Pada saat ini, Enterprise Rent-A-Car telah memiliki kantor cabang di 6.000 tempat, termasuk bandara di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, dan Jerman. Pada saat ini pula, Enterprise Rent-A-Car tidak hanya memberikan pelayanan peminjaman mobil, tapi juga pembiayaan mobil, mengelola komunitas van, serta menjadi perantara rental mobil pihak ketiga (car sharing).

Karena berbagai akuisisi yang dilakukan, Jack Taylor pun membangun perusahaan induk dengan nama Enterprise Holdings, yang saat ini memiliki 1,2 juta armada—dari mobil sampai truk—dengan 70.000 karyawan, dan penghasilan per tahun mencapai 14,1 miliar dollar. Atas kesuksesannya, Jack Taylor pun masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai 12,5 miliar dollar.

Ketika diwawancarai media mengenai resep suksesnya, Jack Taylor menyatakan, “Jaga pelanggan serta karyawan Anda, maka keuntungan akan mengikuti.”

Jack Taylor juga pengusaha yang sadar lingkungan, dalam arti menyadari bisnisnya di bidang otomotif selama puluhan tahun dapat menimbulkan efek buruk untuk lingkungan. Karenanya, pada 2007, Jack Taylor menyumbang pada yayasan Arbor Day Foundation sebesar 50 juta dollar, yang ditujukan untuk melakukan penanaman 50 juta pohon di berbagai lokasi dunia, selama 50 tahun ke depan.

Selain itu, Jack Taylor juga memberikan sumbangan pada Donald Danforth Plant Science Center, yang merupakan pusat riset bioteknologi, untuk membangun Enterprise Rent-A-Car Institute. Lembaga itu akan menjadi tempat penelitian bahan bakar ramah lingkungan atau biofuel. Kemudian, Jack Taylor juga membiayai penelitian tanaman di Missouri Botanical Garden, dan pemeliharaan Forest Park di St. Louis. Lokasi itu merupakan salah satu taman terbesar di Amerika Serikat.

Selain berdonasi pada lembaga atau berbagai badan amal, Jack Taylor juga mendirikan yayasan sendiri, bernama Enterprise Rent-A-Car Foundation yang didirikan sejak 1982. Yayasan itu berfokus membiayai mahasiswa-mahasiswa berprestasi, namun berasal dari keluarga kurang mampu.