Harold Hamm, Anak Miskin yang Mewujudkan Impiannya (2)

Harold Hamm, Anak Miskin yang Mewujudkan Impiannya

BIBLIOTIKA - Usaha itu berjalan dengan baik, seperti yang dibayangkan Harold Hamm sebelumnya. Banyak kilang minyak yang membutuhkan sarana transportasi tambahan untuk mengangkut banyak hal, dan bisnis persewaannya pun terus berkembang, hingga dia bisa membeli truk-truk lain. Dia pun akhirnya merasa perlu memberi nama untuk usahanya. Sebagai bentuk terima kasih kepada Shawn Philips yang dulu membantunya, dia menamai usahanya Hamm-Philips Service Co.

Seiring menjalankan bisnis persewaan truk, Harold Hamm terus mempelajari bisnis perminyakan, dan tak henti mencari peluang. Dia bahkan memasang peta Oklahoma di kamar tidurnya, dan setiap saat mempelajari peta tersebut untuk mencari tahu di mana kira-kira sumur minyak berada yang belum ditemukan orang lain.

Berdasarkan pencariannya, Harold Hamm menemukan suatu peluang. Di daerah Alfalfa, Oklahoma, ada ladang minyak yang ditinggalkan pemiliknya karena mengalami kebakaran. Sumur minyak di sana sudah mulai digali pada 1940, tapi kemudian proses penggaliannya dihentikan karena terjadi kebakaran. Setelah itu, sumur di sana pun ditinggalkan begitu saja.

Harold Hamm menemui pemilik ladang tersebut, dan membelinya. Lalu meneruskan penggalian di tempat tersebut, hingga ia menghabiskan biaya sekitar 90.000 dollar. Ada tiga sumur yang ada di sana, dan Harold Hamm menggalinya dengan tekun. Peristiwa itu terjadi pada 1971.

Hasilnya menakjubkan. Sumur pertama yang digalinya menghasilkan 20 barel minyak per jam atau sekitar 480 barel per hari. Sumur kedua menghasilkan lebih banyak minyak, yaitu 75 barel per jam. Sementara sumur ketiga menghasilkan minyak hingga 100 barel per jam. Potensi itu membuat Harold Hamm memberanikan diri membangun perusahaan pengeboran sendiri pada 1974. Lalu Continental Resources pun lahir sebagai perusahaan pengeboran minyak milik Harold Hamm.

Hanya dalam waktu satu tahun, Harold Hamm bisa menambah kilang-kilang minyak miliknya, hingga menjadi 13. Dengan 13 kilang minyak, dia bisa menghasilkan sangat banyak produksi, dan itu artinya dia juga mendapatkan lebih banyak uang. Pada 1975, Harold Hamm mendaftar kuliah di Phillips University, dan mengambil jurusan ilmu geologi. Selama kuliah, bisa dibilang dia mempelajari semua hal tentang geologi, hingga tahu betul seluk beluk dunia perminyakan.

Setelah lulus kuliah, Harold Hamm membawa perusahaannya berekspansi ke wilayah Midwest dan Rockies. Di sana dia fokus pada penggalian minyak dan gas, sampai kemudian menemukan ladang minyak baru di Hills Field, North Dakota, pada 1995.

Penemuan itu merupakan yang terbesar di AS dalam 20 tahun terakhir. Ladang minyak di sana memiliki kandungan minyak terbukti sebanyak 135 juta barel, dan cadangan sekitar 3,6 miliar barel. Kini, blok itu menjadi blok minyak di darat terbesar urutan keenam di Amerika Serikat. Volume produksinya mencapai 100.000 barel per hari.

Seiring laju bisnisnya di bidang minyak yang terus sukses, Harold Hamm pun berubah dari anak petani miskin menjadi pengusaha yang kaya-raya. Saat ini, dia diketahui memiliki kekayaan 12,2 miliar dollar, hingga namanya bersanding dengan orang-orang terkaya di dunia.

Meski begitu, Harold Hamm tidak pernah melupakan Enid, kota kecil tempatnya dulu pertama kali merintis karir sebagai pembersih truk di pompa bensin. Sebagai ucapan terima kasih kepada kota itu, Harold Hamm mendirikan perguruan tinggi di sana, dengan nama Enid University. Kampus itu menampung para lulusan SMA terbaik di Enid yang tidak mampu melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya.

Harold Hamm selalu percaya bahwa pendidikan adalah hal penting dalam menunjang kehidupan dan kesuksesan seseorang. Karenanya, selain membangun perguruan tinggi dan membiayai anak-anak kurang mampu untuk mendapat pendidikan, Harold Hamm juga aktif menyumbang lembaga-lembaga pendidikan.