Harold Hamm, Anak Miskin yang Mewujudkan Impiannya (1)

Harold Hamm, Anak Miskin yang Mewujudkan Impiannya

BIBLIOTIKA - Kemiskinan bisa melecut semangat dan motivasi seseorang untuk mengejar kesuksesan. Kenyataan itu juga terjadi pada Harold Hamm, anak miskin yang mampu meraih kejayaan besar di industri minyak, bahkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Harold Hamm lahir pada 11 Desember 1945 di Lexington, Oklahoma, Amerika Serikat. Dia anak bungsu dari 12 bersaudara. Dia dan keluarganya tinggal berdesakan di rumah sempit berdinding kayu, yang hanya memiliki satu kamar, dan tidak memiliki toilet. Tak perlu dikatakan, kehidupan keluarga Harold Hamm sangat miskin.

Ayah Harold Hamm bekerja sebagai buruh di pertanian kapas, yang hanya mendapat upah ketika musim panen. Upahnya pun hanya berupa bagi hasil kapas. Dari bagi hasil tersebut, ayah Harold Hamm lalu menjualnya ke pasar. Sering kali dia hanya memperoleh penghasilan minim, karena harga kapas selalu jatuh di musim panen.

Karena kondisi hidup yang pas-pasan, Harold Hamm pun harus putus sekolah, ketika ayahnya tidak bisa lagi membiayai. Setelah tidak sekolah, Harold Hamm pergi ke kota kecil bernama Enid, dan bekerja di pom bensin. Tugasnya waktu itu adalah mencuci truk-truk muatan yang sedang berhenti di pom bensin.

Dari pekerjaan itu, dia mendapat upah—sebagian digunakannya untuk makan, sebagian lain ditabung. Setelah uangnya cukup, dia melanjutkan sekolahnya yang terputus dengan biaya sendiri, sampai kemudian lulus dari Enid High School.

Lulus sekolah pada 1963, Harold Hamm kembali tidak bisa melanjutkan kuliah, karena tidak ada biaya. Dia lalu bekerja di sebuah kilang minyak di Enid, dan bertugas membersihkan tangki penyimpanan minyak milik para kontraktor. Pengalamannya bekerja di kilang minyak menumbuhkan ketertarikan pada bisnis minyak.

Pada masa itu, Enid telah menjadi pusat kilang minyak yang berkembang. Setidaknya ada 26 kilang minyak yang waktu itu aktif, dan Harold Hamm diam-diam bertekad untuk terjun ke bisnis minyak, meski waktu itu dia tidak tahu caranya.

Jadi, selama bekerja sebagai pembersih tangki-tangki minyak di sana, Harold Hamm juga terus menabung sambil mempelajari seluk beluk bisnis perminyakan secara otodidak, serta mencari peluang bisnis yang bisa ia masuki.

Waktu itu, dia melihat peluang usaha penyewaan truk pengangkut minyak. Tapi dia belum memiliki modal. Dia pun bekerja sangat keras, siang malam nyaris tanpa henti, tanpa libur satu hari pun, demi bisa mengumpulkan cukup banyak uang. Sekitar dua tahun Harold Hamm terus bekerja keras dan mengumpulkan uang, sampai kemudian dia punya cukup modal. Tapi uangnya tetap belum cukup untuk membeli truk yang diinginkannya.

Harold Hamm sempat terpikir untuk berutang ke bank, karena percaya bisnisnya akan berjalan, tapi bank tidak percaya kepadanya. Bagaimana pun, dia hanya buruh kasar, petugas pembersih tangki minyak!

Akhirnya, seorang teman—bernama Shawn Philips—membantu dengan cara meminjamkan namanya untuk Harold Hamm, agar bisa berutang ke bank. Menggunakan nama Shawn Philips, Harold Hamm kemudian bisa berutang 1.000 dollar ke bank untuk membeli truk yang diimpikannya, pada 1965. Sejak itu, dia mulai mencari dan mendapatkan konsumen yang mau menyewa truk miliknya, untuk mengangkut minyak.

Baca lanjutannya: Harold Hamm, Anak Miskin yang Mewujudkan Impiannya (2)