Gina Rinehart, Ratu Pertambangan Terbesar Australia

 Gina Rinehart, Ratu Pertambangan Terbesar Australia

BIBLIOTIKA - Nama lengkapnya Georgina Hope Hancock, dan dia lahir pada 9 Februari 1954 di Perth, Australia. Pada saat ini, dia dikenal sebagai pemimpin Hancock Prospecting Ltd., perusahaan pertambangan terbesar di Australia, yang menjadikan namanya masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia. Di Australia, dia juga dijuluki “Ratu Bijih Besi”.

Gina Rinehart adalah putri Lang Hancock, sosok yang mendirikan bisnis pertambangan bijih besi di Australia pada 1955. Wilayah Australia barat terkenal sebagai sumber daya alam, termasuk bijih besi, dan usaha yang dirintis Lang Hancock pun tumbuh besar pada masanya. Ketika Lang Hancock meninggal dunia pada 1992, usaha pertambangan itu diwarisi oleh putrinya, yakni Gina Rinehart.

Saat menerima perusahaan warisan ayahnya, usaha pertambangan itu sudah besar. Namun, saat ditangani Gina Rinehart, perusahaan itu berubah menjadi raksasa. Sebagai ilustrasi, kekayaan Gina Rinehart pada 1992—waktu baru menerima warisan perusahaan tersebut—hanya 73,2 juta dollar. Pada saat ini, kekayaannya telah meningkat naik luar biasa menjadi 12,3 miliar dollar.

Memang, kenyataan itu tak bisa dilepaskan dari fakta bahwa tambang bijih besi yang dimiliki ayah Gina Rinehart memiliki sumber kekayaan dalam jumlah luar biasa besar, seolah tak ada habisnya. Karenanya, ketika sumber kekayaan alam itu dieskplorasi habis-habisan, hasilnya pun luar biasa. Karenanya pula, warisan yang diterima Gina Rinehart tumbuh dalam jumlah berkali-kali lipat.

Setelah sukses menangani perusahaan pertambangan bijih besi tinggalan ayahnya, Gina Rinehart mulai merambah pertambangan minyak dan gas. Hal itu juga menambah kekayaan Gina Rinehart dalam jumlah signifikan. Selain pada komoditas pertambangan, Gina Rinehart juga melakukan ekspansi portofolio investasinya, dengan menambah kepemilikan saham di Fairfax Media dari 5 persen menjadi 13 persen, dengan nilai mencapai 150-200 juta dollar.

Fairfax Media adalah perusahaan induk yang membawahi berbagai perusahaan media di Australia. Selain berinvestasi di Fairfax Media, Gina Rinehart juga diketahui menanam investasi di berbagai perusahaan media lain di Australia. Banyak pihak yang menduga bahwa Gina Rinehart hendak menggunakan investasi medianya untuk memasuki arena politik.

Di Australia, sudah jadi rahasia umum kalau Gina Rinehart “tidak cocok” dengan pemerintah. Gina Rinehart menilai bahwa pajak pertambangan yang dibebankan oleh pemerintah Australia terlalu besar. Karenanya, Gina Rinehart pun berambisi untuk duduk di kursi parlemen agar dapat mempengaruhi kebijakan pajak, dan dia merintisnya dengan membeli perusahaan media yang kelak akan digunakannya untuk berkampanye.

Terlepas dari hal itu, Gina Rinehart telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu wanita paling kaya di Australia, bahkan dunia. Saat ditanya media mengenai tip untuk menjadi kaya seperti dirinya, Gina Rinehart menyatakan, “Menjadi kaya itu semudah Anda meletakkan minuman Anda, dan bangkit dari tempat duduk.

Jika Anda cemburu pada mereka yang memiliki lebih banyak uang, jangan hanya duduk di sana dan mengeluh. Lakukan sesuatu untuk menciptakan kekayaan Anda sendiri, minimalkan waktu untuk minum atau merokok, bersosialisasilah, dan perbanyak waktu untuk bekerja.”

Dalam kehidupan pribadi, Gina Rinehart menikah dua kali. Pertama dengan Greg Hayward. Mereka menikah pada 1973. Setelah Greg Hayward meninggal pada 1981, Gina Rinehart menikah lagi dengan Frank Rinehart pada 1983. Dari suami keduanya itulah dia mendapatkan nama Rinehart di belakang namanya.