Elon Musk, Sosok Iron Man di Dunia Nyata

Elon Musk, Sosok Iron Man di Dunia Nyata

BIBLIOTIKA - Dia dijuluki “Iron Man di dunia nyata”, karena memiliki kemiripan dengan sosok Tony Stark, sang Iron Man dalam komik atau film—muda, genius, kaya-raya, dan terkenal. Julukan itu tampaknya tidak berlebihan, meski Elon Musk tidak mengenakan pakaian besi dan menjadi superhero.

Elon Musk adalah orang yang mendirikan PayPal, sistem transaksi online paling populer dan paling banyak digunakan di internet saat ini. Tapi sebenarnya karya Elon Musk bukan hanya PayPal. Pada usia 12 tahun, dia telah berhasil menciptakan game komputer, bernama Blastar, yang terjual seharga 500 dollar. Dia juga membuat Zip2, sebuah situs di internet, yang terjual dengan harga 307 juta dollar. Lalu PayPal, yang kemudian dibeli eBay seharga 1,5 miliar dollar. Setelah itu, dia juga menciptakan kendaraan listrik hingga wahana ruang angkasa.

Elon Musk lahir pada 28 Juni 1971 di Afrika Selatan. Pada usia 17 tahun, pada 1988, dia meninggalkan Afrika Selatan untuk kuliah di Kanada. Dia mendaftar di dua kampus sekaligus, yaitu University of Pennsylvania dan Wharton University, dan berhasil lulus dengan gelar sarjana di bidang ekonomi dan fisika. Setelah itu, dia masuk Stanford University untuk melanjutkan S2. Baru dua hari di Stanford University, dia memutuskan untuk drop out.

Setelah itu dia mulai membuat Zip2, sebuah situs di internet yang menyediakan perangkat lunak konten penerbitan online untuk organisasi berita. Tak lama setelah berdiri, Zip2 berhasil mendapatkan investasi dari beberapa perusahaan media besar, seperti The New York Times, Hearst Corporation, dan Knight Ridder. Pada 1999, Zip2 dibeli oleh Compaq AltaVista seharga 307 juta dollar tunai dan 34 juta dollar pada opsi saham.

Pada Maret 1999, Elon Musk mendirikan X.com, sebuah perusahaan jasa keuangan online. Setahun setelah berdiri, X.com mengakuisisi Confinity, perusahaan yang menyediakan sistem transfer uang antar perangkat mobile yang sedang populer pada saat itu, yakni Palm Pilot. Setelah akuisisi itu, pada Februari 2001, nama X.com diubah menjadi PayPal.

PayPal adalah media layanan online yang berfungsi sebagai sarana transaksi di internet. Secara mudah, PayPal bisa dikatakan sebagai “bank” yang ada di dunia maya, sehingga siapa saja yang sudah mempunyai akun PayPal bisa dengan mudah bertransaksi di dunia online dalam lingkup global.

Melihat masa depan PayPal yang menjanjikan, eBay pun tertarik. eBay adalah situs lelang terbesar di internet. Sebelumnya, eBay telah membeli Billpoint pada Mei 1999, dan menjadikannya sebagai perantara pembayaran yang diakui oleh eBay, meski pilihan untuk menggunakan metode pembayaran lain masih diizinkan. eBay mendapati, para peserta lelang di situs mereka lebih banyak yang menggunakan PayPal dibandingkan Billpoint.

Akhirnya, pada Oktober 2002, eBay pun membeli PayPal seharga 1,5 miliar dollar, dan Elon Musk menjadi pemegang saham terbesar PayPal, sebesar 11,7 persen. Setelah membeli PayPal, eBay menghapus layanan pembayaran melalui Billpoint untuk meningkatkan potensi PayPal. Pada kuartal pertama 2006, total transaksi yang dilakukan melalui PayPal mencapai 8 miliar dollar, meningkat 41 persen dari tahun ke tahun.

Sukses dengan PayPal dan mendapatkan uang dalam jumlah besar, tidak menghentikan Elon Musk untuk terus berkarya. Saat ini, dia mengembangkan proyek instalasi teknologi luar angkasa bernama SpaceX, perusahaan otomotif bernama Tesla Motors, dan perusahaan penyedia energi bersih bernama SolarCity.

SpaceX, yang merupakan singkatan Space Exploration Technologies, didirikan pada tahun 2002. Elon Musk mendirikan perusahaan itu untuk menunjukkan pada dunia bahwa dia bisa mengalahkan NASA dalam teknologi ruang angkasa. Visinya yang terbesar adalah menghasilkan teknologi dan menyediakan layanan yang akan memungkinkan siapa saja dapat bepergian ke planet lain.

Meski mungkin terdengar futuristik, visi itu tampaknya akan tercapai. Pada 2008, SpaceX memenangkan kontrak senilai 1,6 miliar dollar dari NASA. Salah satu proyek penting dalam kerja sama itu adalah pengembangan teknologi roket berbahan cair pertama, Falcon 1, yang diluncurkan ke orbit Bumi pada September 2009. Pada Mei 2012, SpaceX juga membuat terobosan dengan meluncurkan roket Falcon 9 dan pesawat kargo komersial pertama, “SpaceX Dragon”, ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station atau ISS) di orbit Bumi.

Seiring mendirikan SpaceX, pada 2003 Elon Musk juga mendirikan Tesla Motors Inc., perusahaan yang menciptakan mobil listrik yang ekonomis dan ramah lingkungan. Mobil listrik itu dinamai Tesla Roadster. Bisa dibilang, Elon Musk adalah orang pertama yang berhasil membuat mobil listrik layak pakai untuk membebaskan kendaraan dari ketergantungan pada bahan bakar fosil. Tesla Roadster telah diproduksi sebanyak 2.500 unit, dan telah terjual di 31 negara.

Terakhir, Elon Musk juga mendirikan SolarCity, perusahaan yang menyediakan energi bersih yang bertujuan memerangi pemanasan global. Untuk yang terakhir ini, kita masih perlu menunggu perkembangannya lebih lanjut. Yang jelas, Elon Musk telah berhasil membuktikan pada dunia—dan pada dirinya sendiri—bahwa dia bisa mewujudkan visi dan impiannya.

Melihat prestasi dan karya-karyanya, sepertinya memang tak salah jika dia dijuluki “Iron Man di dunia nyata”. Dia sebaya dengan Tony Stark, genius dalam menciptakan berbagai peralatan, terkenal di dunia, dan kaya-raya. Untuk hal terakhir itu, dia diketahui memiliki kekayaan sebesar 12 miliar dollar, hingga namanya masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia.