Dari Mana Asal Gula Aren?

 Dari Mana Gula Aren Didapatkan?

BIBLIOTIKA - Gula aren adalah gula yang dihasilkan secara alami, dan didapatkan dari pohon enau atau pohon aren (Arenga pinnata). Gula aren diperoleh dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Tandan itu mula-mula dimemarkan dengan memukul-mukulnya selama beberapa hari, hingga keluar cairan dari dalamnya. Tandan kemudian dipotong, dan di ujungnya digantungi wadah bambu untuk menampung cairan yang menetes.

Cairan yang menetes itu memiliki rasa manis, dan disebut nira (kadang pula disebut legen, khususnya oleh orang Jawa). Cairan manis itu berwarna jernih agak keruh. Nira ini tidak tahan lama, sehingga nira yang telah tertampung di dalam wadah bambu harus segera diambil untuk diolah. Biasanya dua kali pengambilan dalam sehari, pagi dan sore. Pohon aren yang berusia 15-20 tahun dapat menghasilkan nira setiap harinya sekitar 8 liter.

Setelah dikumpulkan, nira segera dimasak hingga mengental dan menjadi gula cair. Selanjutnya, ke dalam gula cair itu dapat dibubuhkan bahan pengeras (misalnya campuran getah nangka dengan beberapa bahan lain) agar gula membeku, dan dapat dicetak menjadi gula aren bongkahan. Atau, bisa pula ditambahkan bahan pemisah seperti minyak kelapa, agar terbentuk gula aren bubuk (kristal).

Di banyak daerah di Indonesia, nira juga biasa difermentasi menjadi semacam minuman beralkohol yang disebut tuak. Tuak diperoleh dengan membubuhkan satu atau beberapa macam kulit kayu atau akar-akaran, misalnya kulit kayu nirih (Xylocarpus) atau sejenis manggis hutan (Garcinia) ke dalam nira, dan membiarkannya satu sampai beberapa malam agar berproses. Bergantung pada ramuan yang ditambahkan, tuak yang dihasilkan dapat berasa sedikit manis, agak masam, atau pahit.

Dengan membubuhkan bahan yang lain, atau dengan membiarkan begitu saja selama beberapa hari, nira dapat berfermentasi menjadi cuka. Cuka dari aren kini tidak lagi populer, akibat terdesak oleh cuka buatan pabrik.

Nira mentah (segar) bersifat pencahar (laksativa), sehingga kerap digunakan sebagai obat urus-urus. Nira segar juga baik sebagai bahan campuran (pengembang) dalam pembuatan roti.