Bumi Sedang Menuju Kepunahan Massal

Bumi Sedang Menuju Kepunahan Massal

BIBLIOTIKA - Mungkin terdengar fantastis kalau bumi yang kita tinggali disebut sedang menuju kepunahan massal. Tapi itulah yang terungkap dari berbagai penelitian yang dilakukan banyak ilmuwan belakangan ini. Planet yang kita tinggali tampaknya sedang mengalami masalah, menuju kepunahan massal, dan—yang paling perlu dipikirkan—manusia dianggap sebagai penyebabnya.

Gerardo Ceballos, ilmuwan dari University of Mexico, bersama sejumlah ilmuwan lain dari Stanford University, Princeton University, dan Berkeley Institute, melakukan penelitian menyangkut hal ini, dan menemukan data kepunahan hewan bertulang belakang, serta mengukur kecepatan kepunahannya berdasarkan temuan fosil.

Hasil studi tersebut mengungkap bahwa kecepatan kepunahan hewan bertulang belakang mencapai 114 kali lebih tinggi dari normal. Kecepatan itu sangat tinggi, dan menjadi petunjuk bahwa kepunahan massal sedang terjadi. Berdasarkan data ilmuwan, sekitar 400 jenis vertebrata telah punah sejak tahun 1900. Normalnya, kepunahan sejumlah vertebrata membutuhkan waktu sekitar 10.000 tahun.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Science Advance itu menyebut bahwa perubahan iklim, polusi, dan deforestasi, adalah penyebab utama kepunahan. Dan semua itu terkait dengan aktivitas yang dilakukan manusia. Dengan kata lain, manusialah yang menjadi pemicu utama kepunahan yang sedang terjadi di bumi. Yang patut diingat, jika kepunahan berbagai satwa itu terus berlangsung, maka manusia pula yang akan menjadi korbannya.

Gerardo Ceballos menyatakan, “Jika proses kali ini (kepunahan di bumi) dibiarkan, butuh waktu jutaan tahun untuk kehidupan sehingga bisa kembali pada kondisi semula.”

Seperti yang disebut tadi, masalah kepunahan ini akan berimbas pada manusia. Dalam contoh yang ringan, dalam waktu tiga generasi, manfaat alam—seperti penyerbukan bunga oleh lebah—akan hilang. Jika lebah sudah tidak ada, proses penyerbukan jutaan bunga akan terhenti. Itu artinya tanaman tidak bisa lagi berkembang seperti semula, dan buah-buahan akan semakin langka.

Kepunahan massal pada banyak spesies di bumi sebenarnya sudah lama diketahui dari berbagai studi yang dilakukan para ilmuwan. Sebelumnya, para peneliti dari International Union for Conservation of Nature menemukan bahwa sekitar 41 persen amfibi dan 25 persen mamalia menuju kepunahan setiap tahun. Sementara lemur dan harimau sumatera tergolong spesies yang paling terancam.

Sudah saatnya bagi kita untuk lebih memperhatikan bumi tempat tinggal kita. Karena jika bukan manusia yang merawat tempat tinggalnya sendiri, siapa lagi yang akan peduli?