Viktor Vekselberg, Pengusaha Revolusioner dari Rusia

 Viktor Vekselberg, Pengusaha Revolusioner dari Rusia

BIBLIOTIKA - Tidak ingin kalah dengan Amerika yang memiliki Silicon Valley sebagai pusat perusahan teknologi, Rusia pun ingin membangun pusat teknologi yang sama, untuk mengembangkan riset dan bisnis teknologi. Untuk tujuan itu, pemerintah Rusia, melalui Presiden Dmitry Medvedev, pada Maret 2010 memberi mandat kepada Viktor Vekselberg untuk memimpin Proyek Pusat Inovasi di Skolkovo, di wilayah Moskow, Rusia. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah Rusia mengucurkan dana hingga 200 juta dollar demi megaproyek prestisius tersebut. Dana itu sepenuhnya berasal dari pemerintah dan swasta.

Sebelum mendapat kepercayaan memimpin pembangunan kota inovasi teknologi, Viktor Vekselberg dikenal sebagai pemimpin kelompok bisnis Renova yang bergerak di bidang baja dan minyak. Selain itu, dia juga dikenal sebagai pengusaha revolusioner karena menginvestasikan modalnya di Oerlikon, sebuah perusahaan pembuat panel pembangkit listrik tenaga matahari yang berbasis di Swiss. Di Rusia, Viktor Vekselberg terkenal sebagai salah satu konglomerat paling kaya.

Nama lengkapnya Viktor Felixovich Vekselberg. Ia lahir pada 14 April 1957 di Drohobych, Ukraina. Dia tumbuh dalam keluarga miskin, namun memiliki prestasi luar biasa di sekolah. Dia lulus dari fakultas teknik komputer di Institut Teknik Transportasi Kereta Api Moskow (MIIT) pada 1987 dengan peringkat terbaik. Dia juga mendapatkan gelar doktor di bidang matematika dari Akademi Ilmu Pengetahuan Moskow.

Lulus kuliah, Viktor Vekselberg bekerja sebagai insinyur dan manajer penelitian di produsen pompa milik negara. Kemudian pada 1990, dia mendirikan KomBek, yang merupakan pusat penelitian dan pendidikan publik. Di era restrukturisasi ala Gorbachev di Rusia, Viktor Vekselberg menemukan mesin yang mampu mengolah kabel tembaga dan aluminium menjadi produk layak jual di pasaran. Saat itu, dia mampu mengolah kabel tembaga dan alumunium senilai 100 dollar per ton dan menjualnya dengan harga 3.000 dollar.

Sukses dengan usahanya, Viktor Vekselberg kemudian berkongsi dengan Leonard Blavatnik pada 1991, dan mereka membeli Renova, sebuah perusahaan yang stagnan di Rusia. Di tangan Viktor Vekselberg dan Leonard Blavatnik, Renova diubah menjadi The Siberian-Urals Aluminum Company (SUAL). Dari 1996 hingga 2003, dua orang itu terus mengembangkan SUAL hingga memiliki 21 anak perusahaan yang tersebar di 11 wilayah Rusia.

Dari keberhasilannya mengelola SUAL, Viktor Vekselberg menggunakan pendapatannya untuk membeli saham di Tyumen Oil (TNK), salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di Rusia. Pada tahun 1997, dia mendapatkan saham mayoritas di Tyumen dan diangkat ke dewan direksi. Satu tahun kemudian, pada 1998, dia menduduki kursi ketua dewan. Tidak lama setelah itu, ia menggabungkan TNK dengan SUAL, dan penggabungan semua usaha itu diberi nama Renova Group.

Pada saat ini, Renova Group membawahi berbagai perusahaan yang bergerak di bidang energi, konstruksi, dan pertambangan. Pada 2003, Renova Group, bersama dengan Access Industries (dimiliki oleh Leonard Blavatnik) dan Alfa Group (dimiliki oleh Mikhail Fridman, Jerman Khan, dan Alexei Kuzmichov) mengumumkan pembentukan kemitraan strategis untuk bersama-sama memegang aset minyak mereka di Rusia dan Ukraina, membentuk konsorsium bernama AAR. Pada tahun yang sama, mereka menggabungkan AAR dengan aset minyak Rusia, British Petroleum, dan itu menjadi transaksi swasta terbesar dalam sejarah Rusia.

Untuk semua keberhasilannya di bidang bisnis, Viktor Vekselberg diketahui memiliki kekayaan hingga 14,2 miliar dollar, sehingga masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia. Selain aktif di dunia bisnis, dia juga aktif dalam organisasi publik di Rusia, terutama yang mendukung terciptanya para entrepreneur muda. Dia juga menjadi dewan penyantun di State University Higher School of Economics.

Dalam kehidupan pribadi, Viktor Vekselberg menikah dengan seorang wanita bernama Marina, dan memiliki dua anak bernama Aleksandr Vekselberg serta Irina Vekselberg.