Tips Mencegah Sakit Setelah Perjalanan

 Tips Mencegah Sakit Setelah Perjalanan

BIBLIOTIKA - Tak semua orang merasa senang bila melakukan perjalanan. Ada yang bahkan mempunyai suatu ketakutan, sehingga sebelum berangkat sudah mulai panik. Bisa jadi karena setiap kali melakukan perjalanan, ia akan sakit. Rasa sakitnya cukup beragam, bisa demam atau menggigil kedinginan, tapi ada juga yang terkena penyakit diare atau pusing yang berkepanjangan.

Melakukan perjalanan untuk kepentingan bisnis maupun wisata menjadi tidak menarik bagi kelompok orang semacam ini. Biasanya orang-orang ini sudah mencoba menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi selama perjalanan itu, namun sakit tak juga menyingkir akibat perjalanan tersebut.

Sebenarnya, yang penting diperhatikan adalah iklim daerah yang dituju atau bila melalui darat, tentunya daerah yang dilewati. Perhatikan juga kondisi kesehatan Anda sendiri. Bisa jadi sakit yang diderita karena terjadi berbagai perubahan dalam kebiasaan Anda.

Misalnya, biasanya bila sarapan pagi, Anda terbiasa menikmati sepiring nasi goreng, tetapi ketika dalam perjalanan, di pesawat terbang, umpamanya, hanya disediakan setangkup roti yang tidak bisa memenuhi kebutuhan Anda. Belum lagi rasanya yang berbeda. Misalnya, biasanya Anda meneguk kopi atau minum teh hangat, tetapi sekarang Anda harus menikmati jus yang asam sekali. Semuanya itu tentu membuat perut berontak.

Dalam perjalanan, perhatian atas kesehatan memang harus dijunjung tinggi. Jangan terlalu bernafsu sehingga kondisi perut tidak dipertimbangkan. Cobalah lebih banyak minum buah yang segar, tak hanya untuk menikmati rasanya tapi juga aromanya. Sehingga dengan mencium baunya saja, bisa membuat Anda merasa lebih segar dan nyaman.

Untuk mencegah diare yang berlebihan, setiap kali perjalanan jangan lupa membawa obat diare, seperti Imodium. Selain ditambah obat-obatan antibiotik secukupnya. Selain itu, minumlah air putih sebanyak-banyaknya supaya tidak kekurangan air.

Bila memang tidak berhasil dengan cara itu, mungkin lebih baik ke dokter untuk mendapatkan pengobatan khusus. Ada yang disebut pengobatan prophitaltic. Bisa pula menggunakan pepto-bsimol sebanyak dua atau tiga tablet selama empat kali dalam sehari. Langkah ini akan mampu memperkecil risiko diare sampai 50 persen.

Setelah menggunakan obat-obatan ini, biasanya dokter akan menyarankan supaya Anda tidak melakukan perjalanan lebih dari tiga minggu. Tujuannya agar risiko itu bisa ditingkatkan hingga 80 persen. Namun tidak setiap orang dapat melakukan pencegahan dengan pengobatan ini. Bila ternyata masih mengalami penderitaan, maka sebaiknya ajaklah teman untuk pendamping selama bepergian.

Bila penderitaan tak kunjung berhenti, itu bisa disebabkan karena Anda memang masih kurang hati-hati atau tidak percaya diri terhadap kesehatan Anda sendiri. Seperti batuk-batuk dan kedinginan, bisa mencerminkan kekurangyakinan Anda, sehingga kekebalan tubuh berkurang saat kita melakukan perjalanan.

Tapi kemungkinan lain bisa disebabkan karena kelelahan akibat perjalanan yang panjang. Karena itu, bila di bandara atau stasiun kereta api cukup padat, lebih baik Anda menunggu agak lengang untuk masuk atau mendapatkan tiket. Karena bisa jadi Anda mendapatkan penyakit flu karena kelelahan harus berdesak-desakan.