Tips dan Panduan Pintar Membuat Roti

 Tips dan Panduan Pintar Membuat Roti

BIBLIOTIKA - Kalau ingin menikmati roti, orang memang tidak perlu repot, karena banyak toko atau supermarket dan swalayan yang telah menyediakannya. Tetapi ada kalanya kita ingin membuat roti sendiri, karena tertarik dengan sebuah resep yang kita baca di majalah, atau karena memang ingin mencoba kreasi sendiri.

Nah, untuk menghasilkan roti yang berkualitas, sehingga dapat menjadi sajian yang nikmat bagi keluarga, Anda bisa mengikuti tip dan panduan berikut ini:

Pilihlah tepung terigu yang tepat. Roti yang baik membutuhkan tepung dengan kandungan gluten yang tinggi.

Jika mendapatkan roti dengan warna kerak yang terlalu pucat, itu berarti Anda membiarkan adonan terlalu lama mengembang, atau memanggangnya dalam suhu yang kurang panas. Jika hasil yang diperoleh sebaliknya, berarti Anda memanggang roti dalam suhu terlalu panas, atau menggunakan gula terlalu banyak.

Roti dengan tekstur yang terlalu padat akan terbentuk jika jumlah ragi yang digunakan kurang, atau waktu fermentasinya tidak cukup. Karenanya, pastikan Anda mengukur ragi agar sesuai dengan takaran, dan membiarkan adonan mengembang sesuai resep, atau dua kali dari adonan semula.

Roti dengan rongga terlalu besar akan terbentuk jika Anda terlalu banyak menggunakan ragi, terlalu lama menguleni, atau kurang tekanan dalam mengeluarkan gas saat akan dibentuk. Karenanya, sekali lagi, gunakan ragi sesuai ukuran, dan uleni sesuai petunjuk resep. Sebelum membentuk roti, pastikan udaranya keluar dengan cara menekan atau meninju adonan.

Apabila adonan roti terlalu lembek, Anda akan mendapati adonan yang melebar. Untuk mengatasinya, tambahkan tepung sedikit demi sedikit. Apabila terlalu banyak tepung, Anda akan mendapati adonan yang menggumpal-gumpal. Untuk mengatasinya, tambahkan air demi sedikit.

Jangan terlalu cepat mengeluarkan roti dari oven. Sebaiknya tunggu sampai roti terasa enteng bila diangkat.

Tips seputar bahan tambahan pembuat roti

Bahan tambahan kue dan roti biasanya dijual dalam bentuk kemasan beragam ukuran. Meski beberapa dikemas dalam ukuran kecil, ada kalanya tidak langsung habis sekali pakai, sehingga kita pun sering menyimpan untuk pemakaian selanjutnya.

Yang menjadi masalah, banyak kemasan yang tidak menyertakan tanggal kadaluwarsa, sementara kita sendiri juga tidak selalu ingat kapan terakhir kali menggunakannya. Nah, untuk mengatasi masalah semacam ini, Anda bisa memperhatikan tips berikut:

Untuk mengetahui pengembang roti (yeast) masih bagus atau tidak, campurkan setengah gelas air suam kuku, 1 sendok teh gula, dan 1 sendok teh yeast yang akan dites. Aduk menjadi satu hingga yeast larut. Lihat dalam waktu 10 menit, apakah busanya ada atau tidak. Jika tidak ada busa, berarti yeast tersebut sudah tidak berfungsi. Sebaliknya jika ada busa, berarti yeast masih dapat dipakai.

Untuk mengetahui cepat tidaknya yeast bereaksi, dapat dilihat seberapa cepat yeast mengembang dalam waktu 10 menit tadi.

Untuk mengetes kadar kadaluwarsa baking powder, masukkan 1 sendok teh baking powder ke dalam setengah gelas air panas. Jika tidak keluar gelembung, jangan dipakai.

Baking powder juga bisa digantikan dengan bahan lain, jika tidak ada. Campurkan 5/8 sendok teh cream of tartar dengan ¼ sendok teh baking soda. Ini akan menghasilkan satu sendok teh baking powder.

Bahan tambahan pembuat roti sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan sejuk.