Sejarah dan Asal Usul Boyband EXO

Sejarah dan Asal Usul Boyband EXO

BIBLIOTIKA - EXO adalah boyband Korea Selatan yang menjadi fenomena di dunia, dan beranggotakan 12 orang, yaitu Xiumin, Luhan, Kris, Suho, Lay, Baekhyun, Chen, Chanyeol, D.O., Tao, Kai, dan Sehun. Group ini tidak hanya populer dan digilai jutaan remaja di seluruh dunia, namun juga memecahkan berbagai rekor dalam industri musik.

Asal usul EXO bisa dilacak hingga ke sebuah seminar bisnis yang digelar di Universitas Stanford, pada Mei 2011. Waktu itu, Lee Soo-man, orang di balik industri musik Korea, membicarakan tentang strategi untuk memperkenalkan boyband baru yang akan dipecah menjadi dua sub-group, dan melakukan promosi lagu yang sama secara serentak di Korea Selatan dan Cina, dan membawakan lagu dalam bahasa Korea maupun Mandarin. Group boyband itu lalu dibentuk oleh SM Entertainment pada 2011.

Pada Desember 2011, setelah mengalami beberapa perubahan nama, akhirnya diputuskan bahwa boyband yang baru dibentuk itu diberi nama EXO, yang diambil dari planet luar surya (bahasa Inggris: exoplanet). Mereka terbagi dalam dua sub-group, yaitu EXO-K (K untuk Korea) untuk Korea Selatan dan EXO-M (M untuk Mandarin) untuk Cina. Pada 29 Desember 2011, EXO melakukan penampilan perdana di televisi pada acara tahunan SBS Gayo Daejun.

Pada 2012, sebagaimana rencana semula, EXO dibagi menjadi dua sub-group, yaitu EXO-K dan EXO-M, dan masing-masing sub-group menyanyikan lagu dalam bahasa Korea serta Mandarin. Satu tahun kemudian, pada 2013, EXO merilis album pertama mereka, bertitel XOXO, yang menelurkan single hit berjudul Growl. Album perdana itu seketika membawa EXO ke puncak popularitas.

Album XOXO meraih kesuksesan, baik secara kualitas maupun komersial, dan berhasil memenangkan penghargaan “Disk Daesang” di acara Golden Disk Awards ke-28, serta meraih penghargaan “Album of The Year” di Mnet Asian Music Awards ke-15. Album XOXO terjual lebih dari 1 juta kopi, dan menjadikan EXO sebagai musisi Korea dengan penjualan terbanyak dalam kurun waktu 12 tahun terakhir.

Pada 2014, EXO mengeluarkan album mini, bertitel Overdose, yang mengantarkan EXO menjadi musisi pria Korea dengan peringkat tertinggi di tangga album Billboard 200. Di tahun yang sama, EXO dinobatkan sebagai selebritas Korea paling berpengaruh sepanjang 2014 oleh majalah Forbes edisi Korea.

Satu tahun kemudian, pada 2015, EXO merilis album kedua, bertitel EXODUS, dan album itu mematahkan rekor yang mereka pegang sebelumnya. Album EXODUS segera menjadikan EXO sebagai group K-pop pria dengan posisi tertinggi di tangga album Billboard 200, serta menjadi album K-pop dengan penjualan tertinggi pada minggu pertama.

Album kedua tersebut menelurkan sigle hit berjudul Call Me Baby, yang menjadi lagu K-pop pertama dan satu-satunya yang berhasil masuk tangga lagu Canadian HOT 100. Sementara itu, album EXODUS meraih penjualan lebih dari 1 juta kopi, dan menjadikan EXO mendapat julukan “double million seller”.

Tapi prestasi EXO belum selesai. Pada 2015, mereka merilis album mini keempat, berjudul Sing for You, yang berhasil mematahkan rekor EXODUS, dengan penjualan sebanyak 267.900 kopi pada minggu pertama. Karena prestasi itu, majalah Forbes edisi Korea lagi-lagi menobatkan EXO sebagai selebritas paling berpengaruh pada 2015.