Rumput Laut Menangkal Kanker Payudara

Rumput Laut Menangkal Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Rumput laut, yang hasil olahannya bisa dijumpai di pasaran dalam bentuk kering, bubuk, mapun segar, ternyata memperkecil kemungkinan terserang kanker payudara bagi yang biasa mengonsumsinya.

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga antikanker Harvard School of Public Health mengungkapkan bahwa wanita Jepang memiliki kemungkinan tiga kali lebih kecil untuk terkena kanker payudara dibanding wanita Amerika, karena pola makan wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut di dalam menu mereka sehari-hari.

Antioksidan klorofil pada ganggang laut hijau bisa berfungsi sebagai antioksidan. Zat itu juga membantu membersihkan tubuh dari reaksi radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh. Selain itu, para ilmuwan Jepang mengungkapkan bahwa ekstrak rumput laut bisa menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, mengonsumsi rumput laut juga sangat dianjurkan, karena dapat menyerap kelebihan garam pada tubuh.

Makanan diet kandungan serat (dietary fiber) pada rumput laut sangat tinggi. Serat ini memiliki sifat mengenyangkan dan memperlancar proses metabolisme tubuh, sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas. Karbohidratnya juga sukar dicerna, sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama tanpa khawatir kegemukan.


Terapi HRT dan Risiko Kanker

Sebaiknya, lebih berhati-hatilah dalam mencari obat atau terapi pencegah tulang keropos dan jantung. Dalam studi yang dilakukan para peneliti Swedia, ditemukan bahwa terapi HRT (hormone-replacement therapy) bisa meningkatkan risiko wanita terkena kanker rahim.

Padahal, terapi HRT sering kali direkomendasikan para dokter untuk mengurangi efek samping yang dialami wanita setelah tidak lagi mendapat haid (menopause), dan menghindarkan mereka dari pengeroposan tulang serta penyakit jantung.

Penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Karolinska Institute di Stockholm itu menunjukkan, obat-obatan yang menggantikan hormon alami yang menurun produksinya pada masa menopause merupakan penyebab tak terduga meningkatnya risiko kanker payudara dan kanker rahim. Yang masih jadi masalah, belum banyak diketahui terapi apa yang paling baik untuk masalah ini.