Ronald Perelman, Menjadi Kaya dengan Jual Beli Perusahaan

 Ronald Perelman, Menjadi Kaya dengan Jual Beli Perusahaan

BIBLIOTIKA - Nama lengkapnya Ronald Owen Perelman. Dia lahir pada 1 Januari 1943, di Greensboro, North Carolina, Carolina Utara, Amerika Serikat. Dia masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia, dan kekayaannya didapatkan dari usaha jual beli perusahaan.

Ronald Perelman telah tertarik pada bisnis sejak kecil. Ayahnya, Raymond Perelman, adalah pemilik Belmont Industries, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan logam di Philadelphia, Pennsylvania. Sebagai anak pemilik perusahaan, Ronald Perelman sering berkunjung ke kantor ayahnya.

Sejak kecil, dia senang mengikuti ayahnya saat sedang rapat, atau sedang mengurus banyak hal di dunia bisnis. Pada usia 11 tahun, Ronald Perelman sudah diajak mengikuti rapat dewan direksi oleh ayahnya. Di kesempatan lain, dia diajak sang ayah untuk mengunjungi perusahaan lain yang akan diakuisisi.

Karena kedekatannya dengan sang ayah, Ronald Perelman pun tertarik mengikuti jejak sang ayah. Ketika liburan sekolah, dia tidak menghabiskan waktu liburan dengan pergi ke luar kota, tapi lebih suka tinggal di rumah dan menghabiskan waktu dengan membaca neraca keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Lulus SMA, dia melanjutkan pendidikan di Universitas Wharton School, Pennsylvania, dengan mengambil jurusan bisnis. Sambil kuliah, dia juga membantu ayahnya menjalankan perusahaan.

Melihat antusiasme Ronald Perelman, sang ayah pun lalu mulai melatih dan memberi tanggung jawab kepadanya. Dalam proses pembelian atau akuisisi suatu perusahaan lain, misalnya, dia dipercaya sang ayah untuk menganalisis dan mengeksekusi pembelian. Salah satu transaksi besar yang dilakukan Ronald Perelman adalah ketika membeli perusahaan bernama Brewery Esslinger, pada 1961, ketika usianya baru 18 tahun. Dia membeli perusahaan itu seharga 800.000 dollar. Tiga tahun kemudian, perusahaan itu terjual kembali dengan harga 1 juta dollar.

Lulus dari perguruan tinggi pada 1964, Ronald Perelman melanjutkan S2 hingga mendapatkan gelar master pada 1966. Setelah itu, dia bergabung dengan perusahaan ayahnya. Karir pertamanya adalah menjadi asisten sang ayah, dan dia bertugas menangani berbagai pejanjian jual beli perusahaan yang melibatkan uang jutaan dollar.

Selain bertugas melakukan akuisisi, dia juga bertugas memperbaiki kinerja perusahaan yang diakuisisi. Ronald Perelman melakukan perbaikan dengan mengurangi utang, menjual divisi yang memberatkan, dan membawa perusahaan kembali ke bisnis inti. Setelah kondisi perusahaan tersebut membaik dan mulai mendatangkan keuntungan, perusahaan itu dijual kembali.

Setelah 12 tahun membantu ayahnya mengembangkan Belmont Industries, Ronald Perelman memutuskan keluar dari pekerjaannya. Waktu itu, sebenarnya, dia telah menduduki jabatan wakil direktur. Alasannya keluar adalah karena menganggap pekerjaannya di perusahaan tersebut sudah tidak menantang lagi. Dia butuh tantangan baru, dan tantangan baru itu adalah membangun perusahaan sendiri.

Jadi, pada 1978, Ronald Perelman pindah dari Pennsylvania ke New York untuk mulai mendirikan bisnisnya sendiri. Di New York, dia mengakuisisi Cohen-Hatfield, perusahaan yang memproduksi perhiasan. Dia membeli 40 persen saham perusahaan itu, senilai 1,9 juta dollar. Dana yang digunakan untuk mengakuisisi perusahaan itu berasal dari utang bank dan uang tabungan istrinya.

Waktu itu, Cohen-Hatfield sedang mengalami masalah keuangan akibat pengelolaan yang salah. Setelah Ronald Perelman mengakuisisi perusahaan itu, dia memperbaikinya, menjual aset-aset yang tidak menguntungkan, hingga perusahaan lebih ramping dan dapat mengelola sumber daya dengan lebih baik. Upaya itu berhasil.

Satu tahun kemudian, Cohen-Hatfield mampu berjalan dengan lancar dan mendatangkan keuntungan hingga 15 juta dollar. Kesuksesan itu menjadikan Ronald Perelman terpacu untuk melirik perusahaan lain. Target berikutnya adalah MacAndrews & Forbes, yang kelak di kemudian hari menjadi perusahaan induk miliknya.

MacAndrews & Forbes adalah perusahaan cokelat. Dia mengakuisisi perusahaan itu sebesar 50 juta dollar. Sama seperti sebelumnya, dia pun membenahi perusahaan itu, menjual divisi yang tidak menguntungkan, dan mengembangkan divisi-divisi yang berpotensi mendatangkan pendapatan. Pada 1983, dia mulai menggunakan MacAndrews & Forbes sebagai perusahaan induk yang membawahi perusahaan-perusahaan lain dari hasil akuisisinya.

Ada banyak perusahaan yang pernah diakuisisi Ronald Perelman, lalu dijual kembali dan menghasilkan keuntungan besar. Beberapa perusahaan itu di antaranya Technicolor (perusahaan yang bergerak bidang jasa perfilman Holywood), Corporation of America (perusahaan video), Revlon Corporation (perusahaan kosmetik), AM General (perusahaan kendaraan dan perlengkapan militer), Deluxe (perusahaan acara televisi), Harland Clarke Corporation (perusahaan pembiayaan), Mafco Worldwide (produsen rokok), Siga Technologies (produsen obat), Gibraltar Bank (perusahaan perbankan), TransTech Pharma (perusahaan alat kesehatan), dan lain-lain.

Selain memimpin MacAndrews & Forbes, Ronald Perelman juga mengendalikan Past Investment, perusahaan keuangan yang membawahi sejumlah perusahaan lain. Atas semua aktivitas bisnisnya itulah, dia berhasil mengumpulkan kekayaan hingga 14,5 miliar dollar, yang menjadikannya masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia.

Ronald Perelman menikah dengan Anna Chapman, dan mereka memiliki tiga anak, yaitu Samantha Perelman, Debra Perelman, dan Hope Perelman.