Pola Diet untuk Mencegah Kanker Payudara

Pola Diet untuk Mencegah Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Rata-rata, setiap tahun ada 46.000 wanita yang terkena kanker payudara, dan 12.000 di antaranya akhirnya menyerah. Kenyataan itu tentu saja menakutkan, khususnya bagi wanita, dan kanker payudara memang menjadi salah satu penyakit yang mematikan. Meski begitu, kanker payudara bukan tidak bisa dicegah. Menurut para peneliti dari Wythenshawe Hospital di Manchester, Inggris, upaya pencegahan kanker payudara bisa dilakukan dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan susu, dua kali seminggu.

Untuk mendapatkan pembuktian itu, para peneliti melakukan studi terhadap 50 wanita yang mengalami berat badan berlebihan, berusia antara 30-45 tahun. Wanita-wanita tersebut memiliki risiko genetik untuk mengembangkan kanker payudara.  Dari studi yang dilakukan, terlihat bahwa wanita yang mengurangi asupan kalori hingga hanya 650 kalori dua kali seminggu mampu menurunkan tingkat hormon yang memicu kanker dalam darah secara signifikan.

Dr. Michelle Harvie, yang memimpin studi tersebut, menyatakan, “Dengan diet dua hari ini, Anda bisa membatasi kalori jauh lebih banyak daripada jika Anda mengurangi porsi makan setiap hari. Hal ini mempengaruhi semua sel di dalam tubuh, khususnya yang ada dalam payudara. Suplai makanannya seperti berkurang, sehingga menjadikan sel-sel tersebut lebih stabil, dan tidak akan memecah untuk membentuk kanker.”

Pola makan yang dianjurkan terdiri dari empat porsi sayuran, sepotong buah, satu liter susu rendah lemak, dan secangkir teh hijau. Setelah enam bulan, peneliti mendapati bahwa para responden mengalami penurunan kadar hormon penyebab kanker (secara rata-rata leptin berkurang 40 persen, dan insulin berkurang 25 persen) di dalam darah. Yang tidak kalah penting, bobot tubuh rata-rata juga berkurang hingga 6,5 kilogram.

Sejak lama, menurunkan berat badan memang diketahui bisa membantu mencegah kanker payudara. Karena obesitas atau kelebihan berat badan memang menjadi penyebab ketiga dari semua kasus kanker payudara.

Dalam hal itu, Stephen O’Rahilly, profesor bidang Clinical Biochemistry dan direktur medis di Cambridge University, mengatakan, “Tantangan utama adalah bahwa orang mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badan. Kalaupun berhasil, satu atau dua tahun kemudian kebanyakan orang akan kembali ke berat badan semula.”

Karenanya, salah satu tantangan untuk menjalani gaya hidup sehat, sekaligus mencegah risiko kanker payudara adalah dengan menjadikan pola makan sehat secara teratur, juga olahraga, agar berat badan senantiasa stabil dan sehat.