Perjalanan Mencari dan Menemukan Cinta (6)

 Perjalanan Mencari dan Menemukan Cinta

BIBLIOTIKA - Ketika baju yang telah kau pilih dengan begitu teliti itu ternyata belum juga membuat hatimu puas karena ternyata ada baju lain yang lebih bagus dan lebih tepat menurutmu, maka satu-satunya cara yang bisa kau lakukan adalah menerima baju yang telah menjadi milikmu itu dengan jiwa yang besar. Bagaimanapun juga kau telah berusaha. Bagaimanapun juga baju itu bukanlah baju murahan yang biasa tercecer di pinggir-pinggir jalan. Bagaimanapun juga baju itu baju yang bermutu dan berkualitas!

Kalau ternyata ada baju lain yang lebih menawan, lebih bagus, lebih manis, lebih menarik dan lebih mempesonakan pandangan mata dan hatimu, sekali lagi, besarkanlah jiwamu untuk tetap istiqamah dalam pilihanmu. Yakinilah bahwa pilihanmu itu telah benar, telah tepat dan yang lebih penting dari itu, yakinilah bahwa kau tidak salah pilih.

Baju yang kini telah menjadi milikmu itu, betapapun nilainya, lebih baik dibanding baju lain yang kau anggap lebih baik tapi tidak bisa kau miliki. Selain itu, ingatlah apa yang dibisikkan oleh penjaga counter kepada temannya tadi, “Kalau nyari yang lebih bagus ya nggak ada habis-habisnya...!”

Kalau kau tanya bagaimana solusi agar tidak terjadi salah pilih seperti dalam kasus ini, maka barangkali yang bisa kau lakukan adalah; menyisihkan terlebih dulu baju pilihanmu. Jadi begitu kau sampai di counter baju, pandangilah dulu, pilih-pilihlah dulu baju-baju itu. Tetapi kalau kau belum merasa yakin (haqqul yaqin), jangan dulu bayar baju itu. Seperti yang dibilang tadi, sisihkanlah dulu. Lalu kau bisa melihat-lihat dan memilih-milih baju yang lain di hanger-hanger lain, di counter-counter lain.

Kalau kemudian kau menemukan baju lain yang lebih bagus, kau bisa dengan gampang memilihnya karena kau belum ‘terikat’ dengan baju tadi. Tetapi kalau ternyata baju-baju yang kau lihat-lihat dan kau pilih-pilih itu tak ada yang lebih pas di hatimu selain baju tadi, kau bisa kembali kepada baju yang telah kau sisihkan tadi dan kau pun bisa mengambilnya untuk kau bayar di kasir.

Di sini kau bisa memiliki keleluasaan karena kau belum ‘terikat’ dengan satu pun baju di situ. Tapi jangan lupa, solusi ini bukannya tanpa risiko. Kalau kau menyisihkan terlebih dulu baju pilihanmu seperti tadi, maka ada kemungkinan baju itu akan diambil orang waktu kau pergi meninggalkannya untuk melihat-lihat baju yang lain!

Mungkin kau berpikir; kau bisa saja berpesan pada penjaga counter di situ untuk menyimpan baju pilihanmu, dan kau bilang nanti akan kau beli kalau kau sudah tak bisa menemukan baju lain yang lebih bagus.

Apakah kau pikir penjaga counter itu akan mau? Kau juga pasti tahu jawabannya!

Sekarang kau mungkin ingin bertanya, “Kalau kita mengumpamakan cinta dengan baju, maka sewaktu-waktu baju itu bisa robek. Nah, apakah kita harus memakai baju yang robek?”

Iyalah. Kita memang tentu tidak layak memakai baju yang robek. Karena itu, kalau baju yang kita miliki telah robek, maka kita boleh tidak memakainya.

Kita ingin menegaskan bahwa “kita boleh tidak memakainya” itu bukan berarti bahwa “kita boleh menggantinya”.

Baju yang robek, kalau robeknya adalah robek yang kecil-kecilan, masih bisa kita perbaiki. Kita bisa menjahitnya, atau menambalnya dengan kain yang warnanya serupa agar tambalan itu tak terlalu terlihat, atau kita bisa memperbaikinya dengan cara yang lain. Tetapi satu hal yang harus diingat adalah; baju yang berkualitas tinggi tidak mudah sobek! Kalau bajumu bisa dengan mudah robek, maka baju yang kau pakai itu baju murahan!

Tapi bukan berarti bahwa baju mahal yang berkualitas tinggi itu tak bisa robek. Kita tidak menutup mata pada hal itu. Baju yang paling mahal dan paling berkualitas pun bisa robek karena suatu hal. Tapi, bukankah itu sesuatu hal yang lumrah?

Baca lanjutannya: Perjalanan Mencari dan Menemukan Cinta (7)