Payudara, Kanker Payudara, dan Faktor Risikonya

 Payudara, Kanker Payudara, dan Faktor Risikonya

BIBLIOTIKA - Payudara terdiri dari lobus, lobulus, dan bulbus, yang dihubungkan oleh duktus. Payudara juga berisi darah dan pembuluh-pembuluh getah bening. Pembuluh-pembuluh getah bening terkumpul pada struktur yang disebut kelenjar getah bening. Kumpulan kelenjar getah bening ditemukan di bawah lengan, di atas tulang selangka, pada dada, dan di bagian tubuh yang lainnya.

Secara bersama-sama, pembuluh getah bening dan kelenjar getah bening membentuk sistem getah bening (limfatik), yang menyalurkan suatu cairan yang disebut limpa ke seluruh bagian tubuh. Limpa terdiri dari sel-sel yang membantu melawan infeksi dan penyakit.

Kanker payudara merupakan penyebab kematian pada wanita yang menduduki urutan kedua. Kanker payudara juga bisa terjadi pada kaum pria, meski jumlah kasusnya lebih kecil. Deteksi dan pengobatan efektif yang dilakukan sejak awal diharapkan bisa mengurangi jumlah kematian yang disebabkan oleh kanker payudara pada wanita, dan diharapkan pula metode-metode baru mengenai pencegahan kanker terus dipelajari.

Kanker payudara kadang-kadang bisa dikaitkan dengan faktor-faktor risiko yang telah diketahui. Tidak semua faktor risiko kanker payudara bisa dihindari. Di antara faktor risiko kanker payudara adalah:

Radiasi 

Penelitian-penelitian telah menunjukkan bahwa pengurangan jumlah penyinaran sinar-X pada bagian dada, terutama penyinaran yang dilakukan pada usia remaja, bisa menurunkan risiko kanker payudara. Pengobatan penyakit Hodgkin dengan radiasi pada masa kanak-kanak bisa menyebabkan wanita mengalami peningkatan risiko kanker payudara di kemudian hari.

Faktor hormonal

Hormon-hormon yang dihasilkan oleh indung telur wanita bisa meningkatkan risiko perkembangan kanker payudara. Pengangkatan salah satu atau kedua indung telur bisa menurunkan risiko kanker. Penggunaan obat penekan produksi estrogen bisa menghambat pertumbuhan sel tumor.

Permulaan menstruasi pada usia yang sudah dewasa dan kehamilan penuh juga menurunkan risiko kanker payudara. Namun, hal itu tidak berlaku bagi wanita yang ibunya, adiknya, atau bibinya, mengidap kanker payudara.

Makanan dan gaya hidup 

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi kemungkinan terkena kanker payudara lebih tinggi, dibandingkan wanita yang mengonsumsi makanan dengan kadar lemak rendah.

Sementara olahraga, terutama pada usia remaja, bisa menurunkan tingkat hormon, sehingga bisa menurunkan risiko kanker payudara.

Genetik

Wanita yang mewarisi gen-gen tertentu berisiko lebih besar untuk mengembangkan kanker payudara. Karena itu, sampai saat ini penelitian yang dimaksudkan untuk mengembangkan metode yang bisa digunakan untuk menentukan gen-gen mana yang berisiko tinggi, masih terus dilakukan.