Panduan Menjaga Payudara Selalu Sehat

Panduan Menjaga Payudara Selalu Sehat

BIBLIOTIKA - Debra Mangino, MD, dari Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, AS, menyatakan bahwa mendeteksi gejala munculnya kanker payudara sejak dini akan memungkinkan peluang kanker berkembang menjadi jauh lebih rendah, daripada jika kanker baru ditemukan setelah terlambat. Begitu pula, ketika kanker tersebut menyerang, sifatnya akan lebih agresif saat telah sampai pada stadium lebih lanjut, daripada ketika pertama kali terdeteksi.

Karenanya, para wanita selalu disarankan untuk menjaga kesehatannya, tidak hanya agar cantik namun juga agar selalu sehat. Menyadari masalah atau kelainan sejak awal selalu lebih baik daripada terlambat menyadari karena kurangnya perhatian terhadap payudara. Berikut ini adalah saran-saran yang bisa dilakukan untuk menjaga payudara agar tetap sehat.

Jaga berat sehat

Berat badan yang ideal adalah tidak terlalu kurus namun juga tidak terlalu gemuk. Karenanya, jika Anda memiliki berat badan yang kurang, Anda bisa menambah asupan gizi untuk menambah berat badan. Sedangkan jika Anda memiliki berat badan berlebih, Anda bisa berupaya menurunkannya dengan rajin berolahraga.

Harold Freeman, MD, presiden dan pendiri Ralph Lauren Center for Cancer and Prevention di New York City, menyatakan bahwa penambahan berat badan, hingga menyebabkan kegemukan, dapat meningkatkan risiko mengembangkan kanker payudara, sekaligus mengurangi kemungkinan Anda bertahan dari penyakit tersebut.

Jangan malas berolahraga

Ini masih berkaitan dengan saran pertama, mengenai menjaga berat badan agar ideal. Anda bisa mulai membiasakan diri untuk rutin berolahraga, setidaknya 3 sampai 5 kali seminggu. Olahraga secara teratur bisa membantu mencegah penyakit, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mengatasi obesitas, serta menurunkan kadar estrogen dan insulin. Jika kadar estrogen dan insulin turun, risiko kanker payudara akan ikut turun.

Kurangi alkohol

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi dua gelas alkohol setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 21 persen. Karenanya, jika Anda biasa mengonsumsi alkohol, Anda bisa mempertimbangkan kembali kebiasaan tersebut.

Anda bisa mencoba mengganti alkohol dengan mengonsumsi buah anggur segar. Kulit anggur mengandung resveratrol, yang mampu mengurangi kadar estrogen. Seperti yang disebutkan di atas, berkurangnya kadar estrogen akan ikut mengurangi risiko kanker payudara.

Konsumsi brokoli dan kale

Sayuran sangat baik untuk menunjang kesehatan, karenanya kita selalu disarankan untuk rajin mengonsumsi sayuran. Dalam hal menjaga kesehatan payudara, sayuran yang diketahui sangat bagus untuk dikonsumsi adalah brokoli dan kale (sejenis kol hijau).

Sayuran tersebut mampu memberi perlindungan ekstra pada payudara, karena mengandung sulforaphane yang diyakini membantu mencegah pembelahan sel-sel kanker. Agar efeknya dalam melawan kanker bertambah kuat, Anda bisa mengonsumsinya dalam keadaan mentah.

Kenali riwayat keluarga

Wanita yang pernah mengidap kanker payudara memang tidak otomatis akan mewariskan penyakit tersebut kepada putrinya. Namun, dari sekitar 15 persen kasus kanker payudara, ada riwayat keluarga yang terkena penyakit tersebut. Jika Anda memiliki satu orang anggota keluarga inti yang pernah mengidap kanker payudara, risiko Anda memang akan meningkat. Jika ada dua anggota keluarga Anda yang terkena, maka risiko Anda akan meningkat lima kali lipat.

Karena itu, kenali riwayat keluarga Anda, dan ketahui masalah itu secara cermat. Jika ternyata ada anggota keluarga yang pernah mengidap kanker payudara, Anda bisa memulai melakukan pemeriksaan sejak dini.

Periksakan diri

Selain rutin melakukan pemeriksaan pada payudara sendiri, setiap wanita disarankan menjalani pemeriksaan payudara secara klinis setidaknya tiga tahun sekali. Sedangkan wanita yang telah berusia 40 tahun disarankan melakukan pemeriksaan mammogram setahun sekali.

Kemudian, wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara harus mulai melakukan skrining 10 tahun sebelum usia saat anggota keluarga didiagnosis dengan penyakit tersebut. Contoh; jika kakak perempuan Anda didiagnosis menderita kanker payudara pada usia 29 tahun, maka Anda sudah harus mulai melakukan pemeriksaan payudara secara klinis setidaknya sejak berusia 19 tahun.

Jauhi polusi udara

Penelitian yang dilakukan McGill University Health Center, Kanada, menemukan bahwa polusi udara memberi dampak pada kesehatan payudara, yang salah satunya memicu kanker. Para peneliti menemukan kasus kanker payudara semakin tinggi pada wanita yang tinggal di area dengan level gas nitrogen dioksida tinggi, bahkan menyebabkan risiko kanker payudara meningkat dua kali lipat.

Mark Goldberg, salah satu peneliti, menyatakan, “Kami menemukan kaitan antara kasus kanker payudara pada wanita di usia menopause dengan paparan nitrogen dioksida yang tinggi. Kadar nitrogen dioksida ini merupakan tanda tingginya polusi udara.”

Ia menambahkan, gas nitrogen dioksida (N02) bukan satu-satunya polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor, tapi juga ada gas-gas lain yang bersifat karsinogenik. Namun N02 hanyalah penanda, bukan agen karsinogenik sebenarnya.