Panduan Memilih Tempat Penitipan Anak

Panduan Memilih Tempat Penitipan Anak

BIBLIOTIKA - Belakangan ini, menitipkan anak ke tempat penitipan anak atau TPA menjadi tren di kalangan masyarakat kota. Apabila meninggalkan anak pada pembantu atau pengasuh tak cukup membuat hati nyaman, dan Anda tidak memiliki keluarga untuk menitipkan anak Anda, maka TPA layak dipertimbangkan sebagai tempat untuk menitipkan anak Anda.

Namun, menitipkan anak pada TPA memerlukan kiat-kiat tertentu. Berikut ini adalah panduannya yang bisa Anda ikuti:

Sebelum menitipkan anak di TPA, pikirkanlah terlebih dulu apakah waktu yang dihabiskan anak di TPA lebih optimal dibandingkan meninggalkan anak dengan pangasuh atau pembantu di rumah. Banyak orangtua memutuskan memilih TPA karena sang anak akan melewatkan jam-jam tanpa orangtuanya, dengan kegiatan berkualitas daripada seharian bersama pengasuh.

Pertama, yakinkan terlebih dulu bahwa Anda telah memilih TPA yang berkualitas atau memiliki program pengasuhan yang baik. Ini penting untuk perkembangan anak Anda dan bagi diri Anda sendiri. Mengetahui bahwa anak Anda berada di dalam pengawasan dan perlindungan yang baik juga akan memberikan kepercayaan dan ketenangan dalam pikiran Anda.

Kedua, berkomunikasilah dengan pengasuh anak Anda di tempat itu. Mintalah pengasuh di TPA untuk selalu melaporkan perkembangan anak Anda selama dalam pengasuhannya. Selain itu, Anda juga harus membuka diri terhadap berbagai pertanyaan mengenai anak Anda.

Apabila anak Anda menangis ketika dititipkan, Anda dapat menanyakan berapa lama ia menangis, bagaimana cara pengasuhnya dalam menanganinya, dan apa yang anak Anda lakukan sepanjang hari. Banyak program yang menyediakan laporan harian, yang berfungsi sebagai komunikasi verbal dengan orangtua.

Ketiga, ijinkan anak Anda untuk melakukan aktivitas. Ketika Anda membawa anak ke TPA, maka sangatlah penting bagi anak apabila Anda memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui lingkungan barunya dan juga pengasuhnya.

Anda dapat juga menitipkan anak Anda dalam jangka waktu yang lebih pendek, dan mulai setahap demi setahap memperpanjangnya, sesuai denagn kebutuhan Anda.

Ketika pertama kali anak dibawa ke TPA, Anda perlu menyediakan waktu yang cukup, sehingga Anda tidak perlu melakukan perpisahan yang merepotkan di pagi hari. Banyak orang suka membaca buku dengan anak mereka, atau duduk bersama mereka beberapa saat sebelum mengucapkan selamat tinggal.

Keempat, ucapkanlah selamat tinggal. Kadang-kadang orangtua tergoda untuk pergi secara sembunyi-sembunyi, tanpa mengucapkan selamat tinggal. Mereka berharap bahwa anak mereka tidak menangis, dan dapat menikmati harinya dengan bahagia. Kenyataannya, anak-anak selalu menemukan bahwa orangtua mereka tidak ada, dan kemudian harus menghadapinya dengan perasaan bingung dan sedih.

Kelima, tinggalkan kenang-kenangan yang dapat mengingatkan anak kepada Anda. Anak-anak kecil senang memiliki pengingat akan orangtua mereka, ketika orangtuanya tidak ada.

Tinggalkanlah sebuah foto Anda pada pengasuh di TPA, dan mintalah untuk menggantungkannya di dinding, atau biarkan anak Anda menyimpannya di tas. Bisa pula dengan meninggalkan saputangan atau selendang untuk dipegang anak selama ia berada di TPA.

Keenam, habiskan waktu khusus bersama anak Anda. Seringkali orangtua yang bekerja harus menjalani kehidupan yang kompleks sebelum mengambil atau menjemput anak-anaknya di TPA.

Seriuslah dalam mengatur jadwal Anda, sehingga Anda dapat memberikan prioritas waktu bersama anak setelah bekerja. Kembangkanlah waktu yang singkat ini agar anak merasa tenang di TPA.

Ketujuh, nikmatilah waktu ketika tak bersama anak. Merasa sedih adalah hal yang alami. Tidak ada ibu yang tak sedih berpisah dengan anaknya. Begitu pula dengan anak. Dan tangisan adalah ekspresi yang sehati dari kesedihan. Mengucapkan selamat tinggal adalah menyedihkan bagi Anda dan anak Anda, namun tidak berarti Anda tidak boleh menikmati waktu saat tidak bersamanya.

Ketika sebagian besar anak pasti sedih ketika mereka dibawa ke TPA, adalah penting bagi orangtua untuk memperhatikan bagaimana dan berapa lama dia menangis. Tangis yang panjang mungkin mengindikasikan bahwa situasi di TPA tersebut tidak sesuai dengan anak Anda, atau mungkin saja anak Anda membutuhkan waktu transisi yang lebih panjang untuk mengenal lingkungan di TPA itu.

Secara normal, anak membutuhkan waktu beberapa minggu agar dapat beradaptasi dengan lingkungan TPA. Seorang anak dapat menangis selama satu jam atau lebih di saat hari-hari pertamanya, dan setelah itu sedikit demi sedikit akan berkurang dan hilang.

Apabila anak Anda melanjutkan tangisnya untuk waktu yang lama setelah beberapa minggu, maka penting bagi Anda untuk memikirkan alternatif lain.