Panduan Jika Didiagnosis Mengidap Kanker Payudara

 Panduan Jika Didiagnosis Mengidap Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Meski kebanyakan kanker payudara menyerang wanita berusia di atas 40 tahun, namun bukan berarti wanita yang lebih muda bisa mengabaikan penyakit ini begitu saja. Bagaimana pun, kanker payudara bisa menyerang siapa pun, dan korbannya juga kerap wanita yang berusia relatif muda. Karena itulah, setiap wanita disarankan untuk melakukan pemeriksaan terhadap payudara sendiri secara rutin, sejak masih muda.

Jika dalam pemeriksaan yang dilakukan Anda mendapati ada sesuatu yang aneh atau kelainan tertentu pada payudara, misalnya benjolan yang tidak normal, langkah terbaik adalah segera mengonsultasikannya kepada dokter.

Bisa jadi, karena usia Anda masih relatif muda, Anda menganggap masalah payudara Anda tidak serius. Atau, bisa jadi pula keluarga Anda mengabaikan kekhawatiran Anda menyangkut masalah di payudara yang Anda alami. Untuk itu, Anda maupun keluarga perlu memahami bahwa ada kasus kanker payudara yang ditemukan pada wanita berusia 22 tahun, dan kankernya sudah stadium lanjut. Ini merupakan contoh bahwa kanker payudara tidak bisa dianggap sepele atau diabaikan begitu saja.

Karena itu, sekali lagi, cara terbaik untuk menghadapi masalah atau kelainan pada payudara adalah dengan memeriksakannya ke dokter, sebagai upaya pencegahan dini. Jika ternyata payudara Anda dinyatakan sehat, dan masalah yang terjadi bukan hal serius, Anda bisa menepiskan kekhawatiran dan bisa kembali menjalani hidup dengan tenang. Sebaliknya, jika ternyata masalah atau kelainan pada payudara Anda memang hal serius, setidaknya Anda telah melakukan upaya sejak awal sehingga belum terlambat.

Saat menemui dokter, pastikan apakah benjolan—atau masalah lain—pada payudara Anda disebabkan oleh sel-sel kanker. Dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan tes atau pemeriksaan tertentu, untuk memastikan masalah pada payudara Anda.

Jika ternyata Anda memang didiagnosis mengalami masalah kanker payudara, konsultasikan bagaimana cara yang tepat dalam menanganinya. Anda bisa membicarakan dengan dokter mengenai beberapa alternatif pengobatan kanker payudara, seperti menggunakan bantuan medis dalam bentuk radioterapi (untuk mematikan sel-sel kanker), kemoterapi (untuk menyembuhkan kanker payudara dengan cara menghentikan perkembangan sel kanker), hingga pengobatan alternatif yang memungkinkan.

Jika masalah kanker payudara yang Anda alami sudah masuk tahap serius, kemungkinan dokter akan menyarankan operasi pembedahan. Mengenai hal tersebut, Anda bisa membicarakannya lebih lanjut dengan dokter Anda.

Hal penting yang perlu diingat, jangan buru-buru putus asa dalam menghadapi masalah yang terjadi. Kanker payudara bukanlah akhir kehidupan. Bagaimana pun, banyak wanita yang dapat tetap hidup normal meski telah melewati masa-masa krisis saat didiagnosis mengidap kanker payudara. Anda juga tidak sendirian, karena ada keluarga serta teman dekat, juga pasangan, yang akan selalu bersama Anda. Berpikirlah positif dan rileks, untuk menghindari stres yang bisa jadi akan membuat Anda makin terpuruk.

Di berbagai negara, ada kelompok-kelompok yang didirikan para wanita mantan pengidap kanker payudara. Kelompok semacam itu juga ada di Indonesia. Di dalam kelompok tersebut, para wanita saling berbagi, saling menguatkan, saling memberi motivasi, kepada sesamanya yang menderita kanker payudara. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok semacam itu, dan berbagi semangat positif bersama mereka. Selain menambah persahabatan dan meningkatkan motivasi, bergabung dengan mereka akan lebih baik daripada mengisolasi diri.

Akhirnya, hidup Anda tidak ditentukan oleh kanker payudara, melainkan lebih oleh sikap Anda terhadap masalah kanker payudara yang sedang Anda hadapi.