Panduan dan Cara Memeriksa Payudara Sendiri

Panduan dan Cara Memeriksa Payudara Sendiri

BIBLIOTIKA - Upaya untuk mendeteksi masalah pada payudara secara lebih dini adalah dengan melakukan pemeriksaan pada payudara sendiri, atau yang lazim disingkat SADARI. Dengan rutin melakukan SADARI, wanita akan bisa mendeteksi adanya masalah atau kelainan pada payudaranya, jika ada, dan itu akan mempercepat upaya penanganan yang tentu akan lebih baik, jika dibandingkan terlambat menyadari masalah yang terjadi.

Anda bisa melakukan SADARI secara rutin, misalnya setiap bulan pada hari ke-10, jika itu di luar masa menstruasi. SADARI bisa dilakukan wanita sejak berusia 20 tahun. Dengan melakukan pemeriksaan dini, kanker payudara bisa dicegah dari risiko yang lebih tinggi.

Melakukan SADARI bisa dilakukan lebih mudah sehabis mandi. Gerakan meraba atau memijat lembut lebih mudah dilakukan, karena masih adanya sabun yang menempel di kulit. Berikut ini cara melakukan SADARI:

Perhatikan payudara dengan saksama, lihat apakah ada kelainan ataukah normal. Ada dua cara untuk melakukan hal ini. Pertama, angkatlah kedua tangan Anda hingga di atas kepala. Kedua, letakkan kedua tangan Anda di pinggang. Cara ini bisa membantu Anda mengenali payudara, untuk melihat apakah ada perubahan bentuk, atau payudara tidak simetris. Anda juga bisa melihat apakah ada kerutan pada payudara, atau kulit berubah seperti kulit jeruk. Jika menemukan tanda tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Angkat lengan kiri ke atas kepala, dan tangan kanan melakukan pijatan lembut pada payudara. Gunakan permukaan jari yang rata untuk mengurut payudara, dan pastikan untuk menyentuh seluruh bagian payudara. Gunakan pola yang sama setiap bulan. Meraba, menekan, atau memijat lembut payudara, membantu Anda mengetahui apakah ada benjolan atau tidak.

Jika menemukan benjolan, segera periksakan. Meski tidak semua benjolan merupakan kanker, namun Anda perlu memeriksakan ke dokter untuk memastikan apakah benjolan itu kanker atau bukan, sekaligus untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

SADARI bisa dilakukan dengan tiga gerakan pijatan. Pertama, gerakan arah berputar dengan menyentuh seluruh bagian payudara. Rabalah payudara dengan gerakan memutar, seperti mengelilingi area puting. Gerakan kedua, lakukan SADARI secara sistematis, dengan arah naik dan turun. Pastikan seluruh bagian payudara tersentuh, baik bagian pinggir dan tengah. Ketiga, lakukan SADARI dengan gerakan arah keluar dan masuk di setiap bagian payudara.

Periksa juga puting payudara, dengan menekan secara lembut. Pastikan apakah ada cairan yang keluar. Jika puting menjadi lunak, mengeluarkan darah atau cairan, itu pertanda agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Selain itu, ada pula tanda lain seperti puting bersisik, memerah, dan bengkak. Jika mendapati tanda-tanda tersebut, segera periksakan ke dokter.

Selain bisa dilakukan sehabis mandi (sambil berdiri), SADARI juga bisa dilakukan dengan berbaring. Caranya, periksa daerah antara payudara dan ketiak, serta daerah antara payudara dan tulang dada, sambil berbaring. Lakukan semua langkah di atas (gerakan meraba, memijat, dan menekan lembut) pada kedua payudara. Waspadai benjolan di sekitar ketiak.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan SADARI hanya sekitar 10 menit. Jika Anda rutin melakukannya, Anda bisa mendeteksi kelainan yang mungkin ada secara lebih dini, dan itu akan membuat penanganan dapat dilakukan secara lebih baik sebelum terlambat.

Dengan melakukan SADARI secara teratur, keberadaan kanker bisa ditemukan ketika masih berdiameter 1,2 centimeter. Sementara SADARI yang dilakukan tidak teratur, kanker biasanya baru ditemukan ketika mencapai diameter 2,5 centimeter. Jika wanita tersebut kurang terampil melakukannya, kanker yang ditemukan diameternya bisa lebih besar lagi, biasanya sekitar 3,5 centimeter.