Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

 Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Bagi wanita, kanker payudara sangat menakutkan. Apalagi ditambah fakta bahwa penyakit ini menjadi pembunuh wanita nomor dua setelah kanker mulut rahim. WHO, organisasi kesehatan sedunia, menyatakan bahwa kanker payudara merenggut 519 jiwa di seluruh dunia setiap tahun.

Faktor lain yang menjadikan kanker payudara menakutkan adalah fakta bahwa setiap wanita bisa dibilang berisiko mengalami kanker payudara. Dalam hal itu, kadang muncul pengetahuan-pengetahuan tidak jelas, yang bisa jadi keliru namun dipercaya. Berikut ini adalah beberapa mitos seputar kanker payudara, beserta fakta sebenarnya.

Mitos: Benjolan di payudara pertanda kanker.

Fakta: 80 persen benjolan di payudara tidak bersifat kanker. Meski begitu, jika menemukan benjolan di payudara, sebaiknya periksakan diri ke dokter, dan lakukan mammografi apabila dokter menganjurkan. Menghadapi benjolan di payudara memang tidak perlu buru-buru khawatir, namun juga jangan dianggap remeh. Agar lebih aman, periksakan benjolan tersebut hingga terbukti bahwa benjolan itu memang bukan kanker.

Mitos: Kanker payudara adalah penyakit keturunan.

Fakta: Wanita yang memiliki sejarah keluarga menderita kanker payudara memang memiliki risiko lebih besar untuk mendapat kanker payudara. Karena itulah sangat penting untuk mengetahui sejarah kanker payudara dari ayah atau ibu. Tetapi, kanker payudara tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keturunan. Ada faktor-faktor lain yang dapat memicu kanker payudara, semisal alkohol, obat-obatan, dan diet yang tak sehat.

Mitos: Wanita muda lebih berisiko kena kanker payudara.

Fakta: Kanker payudara memang dapat menghinggapi wanita berusia muda, bahkan penyakit ini ditemukan pada wanita berusia 18 tahun. Namun itu tidak menunjukkan bahwa wanita muda memiliki risiko lebih besar untuk menderita kanker payudara. Dr. Diana Zuckerman, Presiden National Research Center for Women & Families, menyatakan bahwa justru wanita berusia 40-50 tahun ke atas yang paling berisiko menderita kanker payudara.

Mitos: Kanker payudara berdampak fatal.

Fakta: Sebenarnya, kanker payudara tidak sefatal yang mungkin dibayangkan orang awam. Kanker payudara baru menjadi fatal jika kanker tersebut telah menyebar ke bagian tubuh lain, hingga sampai limpa, paru-paru, bahkan sampai tulang dan darah. Hal itulah yang kemudian meningkatkan risiko kematian. Karena itu, sangat penting dilakukan deteksi dan penanganan dini, sebelum kanker menyebar.

Mitos: Mastektomi adalah cara menyembuhkan kanker payudara.

Fakta: Mastektomi (pengangkatan satu atau kedua payudara) sering diidentikkan sebagai pengobatan atau penyembuhan kanker payudara, sehingga banyak wanita yang sangat ketakutan membayangkannya. Padahal, menurut Dr. Diana Zuckerman, sedikit sekali wanita yang terdiagnosa menderita kanker payudara perlu mastektomi.

Kenyataannya, sebagian besar wanita yang melakukan mastektomi sebenarnya tidak memerlukan hal itu (pengangkatan payudara). Karena 75 persen wanita yang menderita kanker payudara, setiap tahun hanya akan bergantung pada kemoterapi, radiasi, dan lumpektomi (operasi pengangkatan gumpalan dari payudara yang terkena kanker).

Mitos: Deodoran dapat memicu kanker payudara.

Fakta: Hingga saat ini belum ada riset ilmiah yang membuktikan bahwa deodoran akan menyebabkan kanker payudara. Klaim tersebut muncul karena dugaan bahan kimia yang terdapat dalam produk deodoran diserap oleh kulit, sehingga menghambat pengeluaran toksin di ketiak saat tubuh berkeringat. Disebutkan pula bahwa toksin yang tidak keluar itu akan menyebabkan kanker.

Penelitian menunjukkan, bahkan deodoran yang paling kuat pun tidak bisa menghambat seluruh keringat dari ketiak. Kandungan kimia yang mungkin diduga bisa menyebabkan kanker itu akan diproses di ginjal untuk dikeluarkan melalui urin. Bahan kimia yang terdapat dalam produk deodoran, seperti phthalates dan parabens dalam bahan pengharumnya, seandainya diserap tubuh pun tidak terbukti menyebabkan kanker payudara.

Mitos: Wanita berpayudara kecil tidak memiliki risiko mengidap kanker payudara.

Fakta: Wanita berpayudara kecil memiliki risiko yang sama dengan wanita berpayudara besar. Mammogram yang teratur dapat melakukan deteksi dini terhadap gejala kanker. Wanita yang berusia antara 50 sampai 69 tahun yang melakukan pemeriksaan mammogram secara teratur memiliki penurunan terhadap risiko kanker payudara.

Mitos: Apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan gejala kanker payudara, berarti tidak ada masalah.

Fakta: Mammogram adalah pemeriksaan untuk melakukan deteksi dini atas gejala kanker payudara. Tetapi hasil mammogram tidak selamanya akurat, karena itu pemeriksaan mammogram yang teratur sangat dianjurkan agar perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh dapat segera terdeteksi.

Mitos: Kanker payudara selalu tampil dalam bentuk benjolan atau gumpalan pada payudara.

Fakta: Kanker payudara terkadang muncul atau tampil dalam bentuk kerutan kecil yang muncul pada kulit payudara, berwarna merah, atau perubahan pada daerah seputar puting payudara. Wanita yang menderita kanker payudara terkadang tidak dapat merasakan adanya gumpalan di payudara mereka, karenanya sangat dianjurkan untuk memeriksakannya jika ada perubahan pada payudara.

Mitos: Kanker payudara adalah penyakit kematian.

Fakta: Banyak bukti penderita kanker payudara bisa selamat dari penyakit ini. Kurang lebih dua pertiga dari wanita yang menderita kanker payudara dapat sembuh dari penyakitnya.

Mitos: Operasi plastik pada payudara tidak menyebabkan kanker payudara.

Fakta: Tidak ada bukti dari penelitian kedokteran yang menguatkan pernyataan tersebut. Tetapi operasi penanaman payudara palsu memang dapat mempersulit pendeteksian dini atas gejala kanker, sehingga usaha pencegahan tidak dapat atau sulit dilakukan.

Mitos: Bra yang memakai kawat dapat menyebabkan kanker payudara.

Fakta: Tidak ada bukti yang mendukung pernyataan ini. Risiko setiap wanita untuk mengidap kanker payudara cukup tinggi, terlepas dari bentuk atau model bra yang biasa digunakan. Satu dari dua belas wanita yang menggunakan bra kawat terdiagnosa menderita kanker payudara, tetapi itu bukan berarti bahwa bra berkawat menyebabkan kanker payudara.

Mitos: Pria tidak mengidap kanker payudara.

Fakta: Pria bisa mengidap kanker payudara. Yang menyedihkan, pada waktu mereka mengidap penyakit ini, mereka cenderung mengacuhkan karena menganggap kanker payudara adalah penyakit wanita. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar satu persen dari penderita kanker payudara adalah kaum pria.