Mengenal Johanna Quandt, Janda Pewaris Perusahaan BMW

 Mengenal Johanna Quandt, Janda Pewaris Perusahaan BMW

BIBLIOTIKA - Johanna Quandt adalah istri Herbert Quandt (pemilik saham terbesar di perusahaan otomotif BMW), yang juga ibu Susanne Klatten dan Stefan Quandt, yang telah kita kenal di bab sebelumnya. Nama aslinya Johanna Maria Bruhn, dan dia lahir pada 21 Juni 1926, di Berlin, Jerman. Ayahnya seorang sejarawan seni di Berlin.

Sebelum pecahnya Perang Dunia II, Johanna Quandt belajar ilmu medis. Setelah Perang Dunia II usai, dia bekerja sebagai sekretaris di sebuah bank di Cologne. Pada pertengahan 1950-an, dia melamar kerja ke perusahaan Herbert Quandt di Bad Homburg, dan dari situlah dia mengenal lelaki yang kelak menjadi suaminya. Di perusahaan Herbert, Johanna Quandt bekerja sebagai sekretaris. Sampai kemudian, pada 1960, Herbert Quandt melamarnya, dan mereka menikah. Pernikahan mereka menghasilkan dua anak, yaitu Susanne Klatten dan Stefan Quandt.

Ketika Herbert Quandt meninggal dunia pada 1982, saham miliknya di BMW pun diwarisi oleh istrinya dan dua anaknya. Dari 46,6 persen saham yang dimiliki Herbert Quandt, Johanna Quandt mendapat 16,7 persen. Anak laki-lakinya, Stefan Quandt, mendapat 17,4 persen. Sedangkan anak perempuannya, Susanne Klatten, mendapat 12,5 persen. Kenyataan bahwa Susanne Klatten kemudian menjadi yang terkaya di antara mereka bertiga, karena dia memiliki usaha-usaha lain di luar saham warisannya di BMW, yang kemudian menambah kekayaannya.

Selain saham di BMW, Herbert Quandt juga memiliki saham di beberapa perusahaan Jerman lain, seperti perusahaan karbon dan granit SGL Carbon, serta produsen bahan kimia Altana. Saham miliknya yang ada di perusahaan lain itu pun dibagi kepada istri dan anak-anaknya, dengan komposisi seperti di atas.

Setelah Herbert Quandt meninggal dunia, Johanna Quandt menduduki jabatan sebagai dewan pengawas BMW, sampai kemudian memutuskan untuk pensiun pada 1997. Meski begitu, dia masih tetap memiliki saham di perusahaan tersebut. Karena itu pula, dia memiliki kekayaan mencapai 13,9 miliar dollar, yang menjadikannya masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia.

Meski tertutup kepada media dan publik, Johanna Quandt terkenal murah hati. Dia diketahui banyak menyumbang dana untuk yayasan sosial yang menunjang penelitian medis dan jurnalisme.

Sekadar catatan, bisnis serta asal-usul kekayaan keluarga Quandt sempat menjadi kontroversi di Jerman. Hal itu dilatari kenyataan bahwa ayah Herbert Quandt, yaitu Günther Quandt, adalah elit industrialis era-Nazi yang dipuji Adolf Hitler sebagai Wehrwirtschaftsführer alias Pemimpin Ekonomi Persenjataan. Sebelum era Perang Dunia II, Günther Quandt mengelola perusahaan bernama AFA, yang memproduksi pesawat tempur dan amunisi.

Semula, Günther Quandt menikah dengan seorang wanita bernama Antonie, dan mereka memiliki anak bernama Harald Quandt. Ketika Antonie meninggal, Günther Quandt menikah lagi dengan wanita bernama Magda, yang usianya jauh lebih muda. Perkawinan kedua itu melahirkan satu anak, yaitu Herbert Quandt—yang kelak menikah dengan Johanna Quandt.

Setelah Günther Quandt meninggal, Magda menikah dengan Joseph Goebbels, yang tak lain adalah propagandis Nazi, yang juga merupakan orang terdekat Adolf Hitler. Harald dan Herbert Quandt kemudian mengikuti pasangan Goebbels-Magda. Berdasarkan sejarah ini, publik Jerman menilai Herbert Quandt memiliki kedekatan dengan Adolf Hitler, atau setidaknya dengan Joseph Goebbels. Karena Herbert Quandt merupakan anak tiri Joseph Goebbels.

Akhir hidup keluarga Joseph Goebbels cukup tragis. Sebelum menembak diri, Joseph Goebbels dan Magda meracuni keenam anaknya hingga tewas. Pada waktu itu, Harald dan Herbert Quandt tak termasuk anak Goebbels yang diracun, karena tidak lagi tinggal bersama Magda di akhir kekuasaan rezim Nazi. Harald Quandt sempat ditahan oleh pasukan Sekutu pasca Perang Dunia II, tapi kemudian dibebaskan pada 1947.

Kekayaan Harald Quandt dan Herbert Quandt merupakan warisan sang ayah, Günther Quandt. Pada 1954, Harald Quandt dan kakak tirinya, Herbert Quandt, membangun kembali pabrik ayah mereka. Pabrik keluarga Quandt yang semula membuat senjata dan pesawat tempur diubah menjadi produsen suku cadang kendaraan. Selain itu, mereka juga memiliki saham yang cukup besar di perusahaan BMW. Bagi masyarakat Jerman, latar belakang itulah yang kemudian menjadikan keluarga Quandt terkesan sangat tertutup.