Membaca Kepribadian Berdasarkan Hari Kelahiran (1)

Membaca Kepribadian Berdasarkan Hari Kelahiran

BIBLIOTIKA - Jika orang Cina memiliki shio yang diyakini sebagai jalan atau sarana untuk mengetahui kepribadian seseorang, maka orang Jawa memiliki sarana yang tak jauh berbeda, yang disebut ‘weton’. Weton adalah hari kelahiran seseorang dari rahim ibundanya, dan weton ini diyakini akan mempengaruhi si anak bersangkutan; bukan hanya kepribadiannya saja, tetapi bahkan juga nasibnya di kemudian hari.

Karena kepercayaan itulah, masyarakat Jawa—khususnya yang masih memegang nilai-nilai tradisional—sangat memperhatikan anak-anaknya ketika mereka akan menikah. Ketika si anak akan menikah dengan seseorang, si orangtua biasanya tidak hanya ingin tahu seperti apa orang yang akan menikahi atau dinikahi oleh anaknya, tetapi juga ingin tahu weton atau hari kelahiran si orang bersangkutan. Orang-orang tua ini meyakini bahwa jika dua orang dengan weton tertentu bersatu dalam sebuah hubungan atau pernikahan, maka hasilnya bisa baik atau juga bisa buruk jika wetonnya tidak ‘match’.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Sebenarnya, jawabannya bisa terkesan ilmiah. Masing-masing orang dengan weton atau hari kelahiran tertentu akan memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Suatu sifat tertentu dari seseorang bisa menyatu dengan baik jika bertemu dengan sifat lainnya yang ‘match’, tetapi bisa juga menjadi buruk jika suatu sifat dari orang tertentu bersatu dengan sifat orang lainnya yang bertolak belakang. Suatu sifat dapat bersahabat dengan sifat yang lainnya, tapi bisa pula sebaliknya.

Agar pembahasan ini lebih lengkap dan cukup memberikan gambaran, kita akan mempelajari terlebih dulu masing-masing kepribadian orang berdasarkan hari kelahiran yang didasarkan pada pasaran weton, untuk kemudian mempelajari kepribadian orang berdasarkan hari kelahiran yang didasarkan pada sistem kalender Masehi.

Kepribadian berdasarkan weton kelahiran

Berbeda dengan kalender Masehi yang memiliki tujuh hari dalam seminggu, hari yang disebut sebagai ‘pasaran’ bagi orang Jawa hanya ada lima dalam seminggu. Kelima hari yang disebut ‘pasaran’ oleh orang Jawa itu adalah Legi, Pahing, Wage, Pon dan Kliwon.

Berikut ini adalah uraian dari masing-masing sifat dan karakter orang yang dilahirkan di antara hari-hari itu…

Orang yang lahir pada pasaran Wage
  1. Memiliki sifat tanggung jawab dan tingkat kesetiaan yang tinggi terhadap apapun yang berkaitan dengannya.
  2. Memiliki hati yang peka, sensitif dan penuh kasih pada sesamanya—dia mudah mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain.
  3. Gigih dalam mengejar cita-cita, teguh dalam tujuan, tegar dalam menghadapi segala tantangan.
  4. Penuh kehati-hatian, tidak mudah gugup oleh sesuatu, namun juga terkadang terlalu mengekang atau membatasi diri.
  5. Sulit menerima nasihat atau teguran orang lain—cenderung egois.
  6. Mudah meledak oleh kemarahannya sendiri, dan seringkali kesulitan dalam mengontrol kemarahan.
  7. Cenderung kepada kemewahan, namun mudah tersentuh oleh keindahan.

Orang yang lahir pada pasaran Pahing
  1. Selalu berhati-hati atas segala sesuatu, khususnya yang dilakukan atau diperbuatnya.
  2. Biasa memikirkan segalanya dengan keputusan yang matang, dan kemudian mengerjakannya dengan sepenuh totalitas.
  3. Opimis dan tidak terlalu mempedulikan masa lalu, karena hidup baginya adalah terus menatap ke depan dan melangkah ke masa depan.
  4. Pandai bergaul, mencintai kebebasan dan memiliki kepribadian yang kuat.
  5. Tidak suka mencampuri urusan orang lain.
  6. Ambisius, namun tidak suka berspekulasi.
  7. Jujur, cerdas, bertanggung jawab, dan tidak suka berbasa-basi.
  8. Memiliki kecenderungan pada hal-hal yang berbau spiritual.
  9. Pemarah dan mudah meledak oleh kemarahannya.
  10. Cenderung angkuh dan juga cenderung materialistis.

Orang yang lahir pada pasaran Legi
  1. Bijaksana, tidak emosional dan tahu bagaimana menghadapi segala sesuatu dengan pikiran yang jernih.
  2. Cerdas, kreatif sekaligus teliti dalam mengerjakan apa saja.
  3. Cenderung ambisius, namun rasional. Penuh semangat, tapi tetap jernih.
  4. Tidak bisa dan kurang mampu berbasa-basi—suka langsung pada inti atau pokok tujuan pembicaraan.
  5. Pintar bergaul, banyak kawan dan merupakan sosok sahabat yang baik serta menyenangkan.
  6. Memiliki naluri seni yang tinggi, menghargai keindahan dan cenderung pada benda-benda yang memiliki nilai estetika.
  7. Memiliki sifat pencemburu yang besar, kadang suka mencampuri urusan orang lain, dan juga sukar memaafkan kesalahan orang lain.

Orang yang lahir pada pasaran Pon
  1. Memiliki hati yang jujur, kepribadian yang kuat dan perilaku yang tegas.
  2. Ambisius, memiliki cita-cita yang tinggi dan memiliki kekuatan serta kesabaran untuk mengejarnya.
  3. Rajin, tak pernah bosan menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan.
  4. Memiliki hati yang welas asih, mudah memaafkan orang lain, namun cenderung introver.
  5. Suka diperhatikan orang, dan amat menyukai pujian.
  6. Impulsif, seringkali berpikir bahkan menyatakan hal-hal yang tak masuk akal—meskipun menurutnya itu masuk akal.
  7. Misterius, sulit dipahami orang lain. 

Baca lanjutannya: Membaca Kepribadian Berdasarkan Hari Kelahiran (2)