Ma Huateng, Pemilik Perusahaan Internet Terbesar Kelima di Dunia

  Ma Huateng, Pemilik Perusahaan Internet Terbesar Kelima di Dunia

BIBLIOTIKA - Sebagian orang mungkin belum mengenal Tencent. Meski begitu, Tencent adalah perusahaan internet terbesar kelima di dunia, setelah Google, Amazon, Alibaba, dan Ebay. Dengan kapitalisasi pasar sebesar 80 miliar dollar, Tencent berada di atas Facebook, yang nilai kapitalisasi pasarnya “cuma” 64 miliar dollar. Di internet, Tancent adalah perusahaan yang memproduksi aplikasi chatting dan game online. Perusahaan itu didirikan oleh Ma Huateng.

Ma Huateng lahir pada 29 Oktober 1971 di Chaoyang, Cina. Dia kuliah di Universitas Shenzhen. Setelah lulus kuliah, Ma Huateng sempat bekerja di perusahaan telekomunikasi di Cina, sampai kemudian melihat potensi besar yang ada di bidang teknologi, khususnya internet. Pada 1998, dia pun mendirikan Tencent Holdings di Kota Shenzhen.

Tencent membuat berbagai macam layanan online. Pada 1999, melalui situsnya di internet, perusahaan itu merilis aplikasi chatting bernama QQ. Memasuki Desember 2010, pengguna QQ telah mencapai 647 juta. Karena hal itulah, Tencent pun menjadi situs dengan jumlah anggota terbanyak di Cina.

Sukses dengan QQ yang menguasai pasar Cina, Tencent kemudian membuat aplikasi lain dengan nama WeChat pada Januari 2011, yang popularitasnya mendunia. Setahun sejak diluncurkan, WeChat telah memiliki 200 juta pengguna. Memasuki 2013, WeChat telah merangkul 300 juta pengguna di seluruh dunia.

WeChat menjadikan Lionel Messi, pesepakbola terbaik dunia 4 kali, sebagai bintang iklannya. Kini, pengguna WeChat telah mencapai ratusan juta di dunia. Seiring dengan itu, Tencent Holdings pun menjadi perusahaan internet yang sahamnya jadi favorit investor di pasar modal Cina.

WeChat adalah layanan komunikasi pesan suara dan teks, yang bisa diakses melalui ponsel. Aplikasi itu dapat digunakan pada beberapa OS, seperti Android, iPhone, BlackBerry, Windows Phone, dan platform Symbian. WeChat mendukung beberapa bahasa, termasuk Inggris, Cina, Indonesia, Spanyol, Portugis, Thailand, Vietnam, dan Rusia. Pengguna WeChat bisa mendaftar melalui koneksi Facebook, lewat SMS, atau melalui situs Tencent.

Pada perkembangannya kemudian, Tencent Holdings tidak hanya merilis aplikasi pesan instan, namun juga game online. Mereka telah merilis sejumlah game online, di antaranya Legend of Yulong dan Legend of Xuanyuan yang juga populer. Baru-baru ini, Tencent bahkan mengembangkan sayap bisnis dengan mengakuisisi JD.com, situs belanja elektronik raksasa di Cina. Banyak pihak memprediksi bahwa langkah tersebut adalah upaya Ma Huateng untuk menandingi Alibaba, situs belanja yang saat ini masih menempati peringkat atas.

Berkat kerja kerasnya membangun Tencent Holdings, dan berkat kreativitasnya membuat aplikasi-aplikasi yang menarik minat banyak orang, Ma Huateng pun terkenal sebagai pengusaha sukses berbasis teknologi. Dari bisninya, dia diketahui memiliki kekayaan mencapai 16,1 miliar dollar, yang menjadikan namanya masuk dalam jajaran 100 orang paling kaya di dunia.

Ma Huateng menikah dengan seorang wanita bernama Wang Dan-ting.