Luis Carlos Sarmiento, Bankir Terbesar di Kolombia

 Luis Carlos Sarmiento, Bankir Terbesar di Kolombia

BIBLIOTIKA - Mengalir seperti air, mungkin itu filsafat hidup Luis Carlos Sarmiento, pengusaha sekaligus bankir Kolombia. Di tengah-tengah berbagai aksi kekerasan yang sering terjadi di negaranya, Luis Carlos Sarmiento bisa melewati semuanya dengan tenang dan terus mengalir.

Dia lahir pada 27 Januari 1933 di Bogotá, Kolombia, dengan nama lengkap Luis Carlos Sarmiento Angulo. Dia anak bungsu dari sembilan bersaudara. Saat ini, dia memimpin Grupo Aval Acciones y Valores, SA, perusahaan induk yang membawahi berbagai lini usaha lainnya.

Luis Carlos Sarmiento bersekolah di Colegio Mayor San Bartolomé, dan terkenal sebagai siswa pintar. Pada usia 14 tahun, dia telah menemukan sesuatu yang sangat dicintainya dalam hidup, yakni akuntansi. Dia sangat menyukai angka-angka, dan perhitungan, serta terpesona menyaksikan angka-angka itu bisa membentuk sesuatu yang baginya keajaiban.

Karena kecerdasannya dalam akuntansi pula, Luis Carlos Sarmiento telah mulai bekerja sebagai akuntan sejak usianya masih belasan. Seorang teman sekolahnya kebetulan punya orang tua yang memiliki perusahaan. Ketika orang tua si teman mendengar kecerdasan Luis Carlos Sarmiento dalam akuntansi, mereka pun tertarik mempekerjakannya, dan Luis Carlos Sarmiento mulai mendapat bayaran profesional pertamanya.

Pada usia 15 tahun, dia masuk Fakultas Teknik Sipil di National University of Colombia. Sama seperti sebelumnya, dia telah ditarik perusahaan sebelum kuliahnya selesai. Pada tahun keempat masa kuliah, Luis Carlos Sarmiento telah bekerja sebagai asisten engineer di perusahaan Cuellar Serrano Gomez. Setelah lulus kuliah, ia bekerja sebagai insinyur lapangan di perusahaan Santiago Berrio y Cia. Padahal, saat lulus kuliah, dia mendapat nilai tertinggi, dan memenangkan beasiswa untuk melanjutkan S2 di Cornell University. Namun beasiswa itu tidak digunakan.

Memasuki tahun 1957, dengan jumlah tabungan dan pengalaman yang cukup, Luis Carlos Sarmiento mulai terpikir untuk mengembangkan karirnya dengan menjadi kontraktor independen—tidak lagi menjadi karyawan perusahaan lain.

Jadi, pada usia 23 tahun, dia pun mulai merintis perusahaan teknik dan konstruksi miliknya sendiri. Dua tahun kemudian, pada 1959, Luis Carlos Sarmiento menjalin kerjasama dengan beberapa teman untuk mendukung bisnisnya. Hasilnya, pada 1975, perusahaan konstruksi yang didirikan Luis Carlos Sarmiento telah menjadi yang terbesar di Bogotá.

Sukses dengan bisnis konstruksi, Luis Carlos Sarmiento teringat pada cinta pertamanya—akuntansi. Jadi, dia pun lalu memasuki bisnis keuangan, dan mendirikan perusahaan bernama Alfa. Dia membeli sebuah bank yang hampir bangkrut, dan mengubahnya menjadi lembaga keuangan yang sukses. Saat ini, bank tersebut telah menjadi salah satu bank terkenal di Kolombia, bernama Banco de Bogotá. Setelah itu, dia pun mengakuisisi bank-bank lain, termasuk Popular Bank, Ahorramás (bank yang digunakan untuk keperluan kredit rumah—semacam BTN di Indonesia), dan Banco AV Villas.

Pada 1998, seiring jumlah bisnis dan perusahaannya yang makin banyak, Luis Carlos Sarmiento mulai berpikir membangun perusahaan induk, lalu lahirlah Grupo Aval Acciones y Valores, SA. Saat ini, perusahaan induk itu membawahi berbagai perusahaan konstruksi, perumahan, dan perbankan.

Di Kolombia, Luis Carlos Sarmiento lebih terkenal sebagai bankir. Namun bukan berarti bisnis konstruksinya telah berhenti. Perusahaan konstruksi miliknya bahkan telah menjadi raksasa yang membangun pusat perbelanjaan Centro (mal terbesar di Kolombia), Alsace Reserved (gedung olahraga populer di Kolombia), juga La Ciudad Empresarial Sarmiento Angulo (rangkaian 7 gedung pencakar langit yang berdiri di atas tanah seluas 700.000 meter persegi, masing-masing berisi 18 kantor dan 300 kamar sekelas hotel mewah).

Atas kesuksesannya dalam bidang konstruksi dan keuangan, Luis Carlos Sarmiento pun menjadi orang kaya-raya di Kolombia, dan masuk dalam jajaran orang-orang kaya di dunia. Dan seperti orang-orang kaya terkenal lain, dia pun ringan tangan membantu sesama.

Di Kolombia, dia membangun beberapa rumah sakit, sekaligus menyumbangkan berbagai peralatannya. Dia juga membangun 400 apartemen yang disumbangkan untuk para korban yang terkena musibah gelombang dingin pada 2010 di Kolombia, serta rutin menyumbang untuk kampus tempatnya dulu menimba ilmu, Fakultas Teknik Sipil di National University of Colombia.

Dia menikah dengan Fanny Gutiérrez, dan mereka telah melangsungkan kehidupan berumah tangga selama 61 tahun, serta memiliki lima anak.