Kuis Cinta: Sudah Siapkah Kamu Menjalin Hubungan? (Bagian 2)

 Kuis Cinta: Sudah Siapkah Kamu Menjalin Hubungan?

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Kuis Cinta: Sudah Siapkah Kamu Menjalin Hubungan? Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Menurutmu, cara terbaik yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi agar pacarmu tidak memutuskan hubungan cinta yang kalian jalin adalah:
a. Mempelajari sifat dan karakternya secara perlahan. Kalau dia memang baik untukku, dan aku memang baik untuknya, dia tentu tidak akan memutuskan hubungan, kan?
b. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tampil sempurna di hadapannya. Dengan begitu, dia akan berpikir seribu kali untuk memutuskan hubungan denganku.
c. Hm, kalau dia memang memilih untuk memutuskan hubungan, kenapa harus pusing? Cari saja pacar yang lain!
d. Aku akan memprioritaskan hal-hal yang kuanggap perlu bagi diriku dan hidupku, dan aku tak akan mengijinkan orang lain ikut mencampurinya, apalagi mengaturku.

Apakah orangtuamu memiliki aturan tersendiri menyangkut kencanmu dengan pacarmu? Kalau ya, bagaimana bentuk aturan itu?
a. Mereka akan bertanya macam-macam kalau aku sampai pulang cukup larut malam.
b. Orangtuaku memberiku waktu dua kali dalam satu minggu untuk berkencan, kecuali kalau pas sedang ada ujian.
c. Orangtuaku tidak mempermasalahkan aku berkencan dengan seseorang, hanya saja mereka harus tahu identitas orang yang berkencan denganku.
d. Aku tidak pernah berkencan dengan siapapun, dan  aku tak pernah membahas masalah ini dengan orangtuaku.

Skor untuk masing-masing jawaban:
1. a=4, b=3, c=3, d=1
2. a=3, b=1, c=2, d=4
3. a=2, b=3, c=4, d=1
4. a=3, b=4, c=1, d=2
5. a=3, b=1, c= 2, d=4
6. a=4, b=1, c=3, d= 2
7. a=4, b=2, c=1, d=3
8. a=2, b=4, c=3, d=1


Jawaban Kuis:

Bila skormu 8 sampai 16

Kamu belum siap untuk menjalin suatu hubungan dekat dengan seseorang, atau kamu belum siap untuk berpacaran. Ketidaksiapan itu bisa karena kamu belum memahami arti dari sebuah hubungan dengan seseorang, atau karena memang kamu belum siap untuk melakukannya.

Di sini, kamu perlu memahami dirimu sendiri terlebih dulu, dan kemudian mencoba memahami bahwa kita selalu butuh orang lain, juga membutuhkan seseorang yang spesial.

Kalau memang kamu belum tahu bagaimana cara yang tepat dalam menjalin hubungan dengan seseorang, kamu bisa menanyakan pada orang-orang yang kamu percayai untuk mendapatkan nasihat tentang bagaimana cara yang sehat dalam menjalin hubungan dengan seseorang. Tapi kalau kamu memang belum ingin menjalin hubungan dengan seseorang, dan alasannya adalah karena kamu belum siap membagi hidupmu dengan orang lain, tetaplah santai dan nikmatilah hidupmu!

Kalau skormu 16 sampai 24

Bisa dikatakan kamu masih ragu-ragu dalam menentukan pilihan; antara mempertahankan kesendirianmu ataukah menjalin suatu hubungan dengan seseorang.

Memang, menjalin hubungan dengan seseorang itu memiliki risiko yang berlebih dibanding sama sekali tidak memiliki hubungan dengan seseorang secara spesial. Hubungan dengan seseorang itu bisa berakhir senang, namun juga bisa berakhir sedih.  Senang; kalau hubungan itu bisa memberikan kebahagiaan sebagaimana yang kita inginkan, namun juga sedih; apabila hubungan itu ternyata harus berakhir dengan putus cinta yang mengakibatkan sakit hati.

Namun, apabila kamu sudah menemukan orang yang kamu rasa cocok dengan selera hatimu dan dia sepertinya juga memberikan harapan atau lampu hijau kepadamu, apa salahnya dicoba? Kalau memang hubungan itu kelak akan putus dan kamu takut patah hati, rasanya kamu juga perlu mengalaminya, bukan? Dari situ kamu akan semakin tumbuh menuju kedewasaanmu.

Bila skormu 24 sampai 32

Kamu sudah siap betul untuk menjalani suatu hubungan dengan seseorang, alias kamu memang sudah siap untuk pacaran. Kamu sudah paham tentang bagaimana menjalin cinta dengan seseorang, kamu tahu bagaimana memelihara suatu hubungan dengan seseorang, pendeknya kamu sudah tahu apa itu cinta dan bagaimana menjalaninya.

Hanya saja, jangan sampai kelewatan. Maksudnya, kamu tentu saja boleh berpacaran dan menjalin hubungan spesial dengan seseorang, namun jangan jadikan itu sebagai tujuan hidup yang terus-menerus menjadi obsesimu. Hubungan istimewa dengan seseorang hanyalah sarana—dan sama sekali bukanlah tujuan. Ada hal-hal yang lebih mulia yang bisa didapatkan dari hubungan itu daripada sekedar hubungan itu sendiri.