Kuis Cinta: Sudah Siapkah Kamu Menjalin Hubungan? (Bagian 1)

 Kuis Cinta: Sudah Siapkah Kamu Menjalin Hubungan?

BIBLIOTIKA - Mencintai dan dicintai adalah sesuatu yang paling dirindukan oleh setiap kita. Begitu pun halnya dalam masalah pacaran. Siapa sih yang tidak ingin punya pacar? Setiap kita tentu menginginkan memiliki seseorang spesial yang menjadi semacam sandaran bagi hidup kita, yang menjadi penopang bagi setiap kelemahan kita, yang menjadi penyemangat dalam setiap kelelahan kita.

Nah, dalam hal menjalin hubungan dengan seseorang itu tentu saja memerlukan kesiapan, baik kesiapan pikiran, mental, hati dan perasaan. Pertanyaannya adalah; sudah siapkah kamu untuk menjalin suatu hubungan dengan seseorang? Ataukah kamu hanya ingin mengikuti tren di lingkunganmu saja dan tak ingin diledek kawan-kawanmu karena tak juga memiliki pacar?

Kuis berikut ini akan membantumu untuk mengetahui apakah kamu memang benar-benar telah siap untuk menjalin hubungan dengan seseorang, ataukah belum. Siap...?

Apakah kamu merasa kesepian?
a. Ya, aku merasa kesepian dan berharap bisa menemukan seseorang yang spesial.
b. Aku memang kesepian, karenanya aku jadi sangat agresif dengan lawan jenis. Kapan saja dan di mana saja aku selalu berusaha untuk mendapatkan cewek / cowok yang mau menghabiskan waktu bersamaku.
c. Kesepian? Aku hanya merasakannya kadang-kadang saja.
d. Aku merasa tak pernah kesepian. Aku merasa senang dengan diriku sendiri, dan aku menikmati kesendirianku.

Bagaimana keadaan rumahmu atau keluargamu?
a. Anggota keluargaku bisa dibilang mandiri, dalam arti mereka mengurus urusannya sendiri-sendiri.
b. Keluargaku kacau. Orangtuaku sering ribut dan bertengkar karena suatu hal, dan itu bisa dikatakan terus-menerus.
c. Orangtuaku selalu menuntut berbagai hal, banyak hal, dan itu yang menjadikanku, juga saudara-saudaraku, sering berkompetisi untuk  bisa menyenangkan hati mereka.
d. Keluargaku normal-normal saja sebagaimana umumnya keluarga yang lain. Ada kalanya menyenangkan, ada kalanya pula menghadapi masalah-masalah yang sulit.

Apakah kamu pernah punya pacar sebelumnya? Kalau ya, bagaimana sifat atau karakter pacarmu itu?
a. Pacarku manis dan baik, namun sayang kami tak bisa melanjutkan hubungan sampai sekarang.
b. Ya, pacarku manis dan baik, sebagaimana kakak dan adik-adiknya.
c. Pacarku seorang yang baik, namun sekarang kami sudah putus. Tapi kami tetap berteman.
d. Pacarku kacau. Begitu pula hubungan kami!

Ketika kamu berkenalan dengan seseorang (lawan jenis), biasanya apa yang kamu jadikan sebagai bahan obrolan dengannya?
a. Segala macam hal, terserah dia ingin membicarakan apa.
b. Banyak hal yang berbeda, berbagai macam, sampai aku bisa menemukan sesuatu yang sekiranya paling dia minati.
c. Kebanyakan membicarakan tentang diriku, teman-temanku, sekolahku, impian-impianku, pokoknya segala hal menyangkut diriku.
d. Kebanyakan kami membicarakan tentang dirinya. Tentang penampilannya, tentang sifat humorisnya, harapan-harapan hidupnya, dan hal-hal lain menyangkut dirinya.

Kamu merencanakan kencan dengan seseorang, tapi kemudian ada seorang temanmu yang mengabarkan bahwa teman kencanmu itu memiliki hal-hal yang buruk atau sifat yang kurang baik. Apa yang akan kamu lakukan?
a. Abaikan saja. Kalau memang dia punya sifat yang buruk, aku juga menyadari kalau aku bukan sosok yang sempurna tanpa dosa.
b. Aku akan segera membatalkan niat atau rencana kencan itu.
c. Aku akan mengingat-ingatnya, dan kemudian mulai berusaha untuk menjauhinya dan meninggalkannya.
d. Aku akan menerima dan memperhatikan kabar itu, dan kalau memang seperti itu kenyataannya, aku berharap aku bisa mengubah hal-hal buruk yang ada pada dirinya.

Orang yang tengah mendekatimu ternyata benar-benar telah jatuh cinta kepadamu dan dia selalu ingin berdekatan denganmu. Apa yang akan kamu perbuat?
a. Menerimanya dengan hati yang senang dan gembira.
b. Aku lebih baik tidak jadi pacaran dengan dia. Aku menganggap itu sangat membuatku tidak nyaman.
c. Menurutku tak ada salahnya kalau aku jalan bareng sama dia. Kupikir, mungkin seiring dengan berjalannya waktu dia tidak akan lagi seperti itu.
d. Aku tentu saja senang dengan antusiasme yang ditunjukkannya, tapi aku perlu mikir-mikir dulu. Baru pendekatan saja sudah begini, apalagi kalau sudah jadian...?

Baca lanjutannya: Kuis Cinta: Sudah Siapkah Kamu Menjalin Hubungan? (Bagian 2)