Konsumsi untuk Menjaga Kesehatan Payudara

 Konsumsi untuk Menjaga Kesehatan Payudara

BIBLIOTIKA - Ada dua hal yang penting bagi payudara, yaitu kesehatan dan kecantikan. Untuk merawat kecantikan payudara, bisa dilakukan dengan ragam perawatan dari luar, semisal mengenakan bra yang tepat hingga berolahraga yang mendukung otot-otot payudara. Sedangkan untuk mendukung kesehatan payudara, bisa dilakukan dari dalam, yaitu mengonsumsi hal-hal yang membantu menunjang kesehatan payudara.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda perhatikan, terkait konsumsi makanan yang mampu menunjang kesehatan payudara.

Rumput laut

Penelitian yang dilakukan Harvard School of Public Health menemukan bahwa tikus yang diberi makan kelp (sejenis rumput laut) memiliki risiko kanker payudara lebih rendah dibanding tikus yang tidak makan kelp. Kenyataan serupa tampaknya terjadi pada manusia.

Jepang adalah salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan kanker payudara sangat rendah. Hal itu terkait dengan pola makan masyarakat Jepang—khususnya wanita—yang terbiasa mengonsumsi rumput laut. Selain menurunkan risiko kanker payudara, rumput laut juga terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan. Anda bisa mengonsumsi rumput laut—dalam apa pun bentuknya—setidaknya 3 gram setiap hari.

Kurangi makanan berlemak

Pola makan yang tinggi lemak hewani diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Para ahli menyatakan, pola makan kaya lemak dapat menghasilkan zat kimia dalam usus, yang ketika berhubungan dengan bakteri akan mengubahnya menjadi estrogen sebagai penyebab kanker. Estrogen kemudian disimpan dalam jaringan lemak payudara, sehingga membuat sel dalam area tersebut lebih mungkin tumbuh menjadi kanker.

Dengan membatasi konsumsi lemak sehari-hari, sampai kira-kira 20 persen dari seluruh konsumsi kalori, secara tak langsung Anda telah mengurangi peluang tumbuhnya kanker payudara.

Tingkatkan konsumsi serat

Rutin mengonsumsi buah-buahan dan sayuran adalah cara yang baik dalam mencegah kanker payudara. Buah-buahan, sayuran, juga makanan seperti buncis, serta seluruh jenis gandum, mengandung serat yang dapat mempengaruhi metabolisme estrogen dalam tubuh, dan menurunkan estrogen dalam darah.

Mensonsumsi banyak sayuran

Mengonsumsi banyak sayuran seperti brokoli, kubis brussel, kol, bok choy, sayuran hijau seperti kangkung dan bayam, kembang kol, dan lobak Cina, baik bagi kesehatan payudara. Hal itu dimungkinkan, karena sayuran-sayuran tersebut mengandung komponen sulfur yang disebut indoles.

Indoles sebenarnya membantu mengurangi estrogen dalam tubuh, dan mencegahnya tumbuh menjadi kanker payudara. Hanya jenis-jenis sayuran itu yang diketahui dapat mengubah estrogen dalam tubuh, dan mencegahnya menjadi kanker payudara.

Rutin mengonsumsi ikan

Penelitian menunjukkan bahwa makan sedikitnya tiga porsi ikan laut setiap minggu—seperti tuna, salmon, makarel, dan sarden—dapat membantu mencegah kanker payudara. Ikan laut mengandung minyak Omega 3 yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menghalangi pengaruh tumor yang menyebabkan kanker.

Contoh terbaik untuk hal ini adalah wanita Eskimo yang tinggal di Amerika Utara. Mereka terbiasa mengonsumsi minyak ikan Omega 3 dari ikan, dan tidak ada wanita di sana yang diketahui mengidap kanker payudara.

Konsumsi produk kedelai

Sebagian ilmuwan percaya bahwa mengonsumsi produk kedelai bisa membantu melindungi tubuh dari hormon penyebab kanker. Kacang kedelai dan produk kedelai lainnya mengandung genistein, yaitu estrogen alami yang mengikat reseptor dalam payudara, sehingga tidak tumbuh menjadi kanker.

Meski begitu, tidak semua produk kedelai memiliki manfaat yang sama. Beberapa produk kedelai yang diketahui memiliki manfaat bagus adalah tofu, miso, dan tempe. Susu kedelai hanya mengandung sedikit genistein, dan mengandung bahan pengawet buatan.

Olahraga secara teratur

Di antara yang lain, olahraga tentu tidak bisa digolongkan sebagai konsumsi. Namun olahraga juga dimasukkan dalam daftar ini, karena pentingnya olahraga dalam menunjang tujuan inti, yaitu menjauhkan kanker payudara.

Penelitian menemukan, bahwa wanita yang rutin berolahraga aerobik selama 3,8 jam atau lebih per minggu, memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah dibandingkan wanita yang tidak pernah berolahraga sama sekali.

Begitu pula wanita yang selalu berupaya menjaga berat badan ideal juga diketahui memiliki risiko lebih rendah dalam kaitannya dengan kanker payudara, daripada wanita yang memiliki berat badan berlebih. Obesitas memiliki hubungan dengan risiko tinggi kanker payudara, karena kelebihan lemak dalam tubuh menghasilkan estrogen yang kemudian disimpan dalam jaringan payudara, sehingga memicu tumbuhnya sel kanker.