Kehamilan dan Kanker Payudara

 Kehamilan dan Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Ada dampak positif pada wanita berusia 20-30 tahun yang menjalani kehamilan dan memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Penelitian menemukan bahwa hal tersebut—hamil dan menyusui pada usia relatif muda—bisa membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara. Hormon estrogen, yang 80 persen memiliki peran dalam kanker payudara, dapat berkurang dengan adanya kehamilan dan menyusui.

Bagaimana kehamilan bisa mencegah kanker payudara?

Payudara berkembang selama masa pubertas, ketika tingkat hormon berubah dengan cepat seiring pematangan tubuh. Sel-sel jaringan payudara mencapai kematangan lengkap setelah kehamilan. Payudara belum bisa dikatakan matang sepenuhnya sebelum adanya kehamilan pertama. Dalam hal ini, penelitian menemukan bahwa sel-sel payudara yang matang mampu memberi perlindungan terbaik terhadap perubahan kanker.

Selama kehamilan terjadi, tubuh menghasilkan hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon tersebut menyebabkan sel-sel payudara tumbuh, dan melindungi perkembangan kanker di masa depan. Hormon kehamilan hCG menyebabkan perubahan genetik permanen pada kelenjar susu, dan perubahan genetik tersebut dapat membantu mencegah kanker payudara.

Selama kehamilan, sel-sel janin juga diproduksi, dan sel-sel janin tersebut kemungkinan akan tinggal di sirkulasi perifer untuk waktu yang lama setelah kehamilan. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sel-sel janin dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Sel-sel janin dapat menyebabkan efek perlindungan, sehingga menyebabkan peningkatan sistem kekebalan tubuh untuk mewaspadai dan menghancurkan sel kanker.

Bagaimana wanita hamil yang terdeteksi kanker payudara?

Memang ada kalanya kanker payudara terdeteksi atau ditemukan pada wanita yang sedang hamil atau baru saja melahirkan. Pada wanita hamil atau yang baru melahirkan, kanker payudara paling sering ditemukan pada wanita berusia 32-38 tahun.

Mungkin sulit untuk mendeteksi dini kanker payudara pada wanita hamil atau menyusui, karena kondisi payudara yang berubah. Pada waktu hamil dan menyusui, atau baru saja melahirkan, payudara wanita berubah bengkak, dengan tekstur lebih lembut. Hal itu menyebabkan benjolan kecil yang mungkin muncul jadi lebih sulit dideteksi, dan dapat menyebabkan keterlambatan dalam mendiagnosis kanker payudara. Karena penundaan itu pula, kanker pun sering ditemukan pada tahap berikutnya.

Wanita hamil atau menyusui yang perlu mendeteksi kanker payudara bisa memeriksa payudara mereka, baik secara medis (menggunakan peralatan kedokteran) maupun nonmedis (memeriksa payudara sendiri). Dalam pemeriksaan medis, tes yang dilakukan pada payudara wanita hamil atau menyusui juga tak jauh beda dengan tes atau pemeriksaan yang dilakukan pada wanita yang tidak sedang hamil atau menyusui.

Pemeriksaan yang digunakan untuk memeriksa payudara wanita hamil atau menyusui untuk mendeteksi dan mendiagnosa kanker payudara adalah:

Pemeriksaan fisik dan sejarah kesehatan 

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda kesehatan umum, termasuk memeriksa tanda-tanda penyakit, seperti gumpalan atau hal lain yang mungkin tidak biasa. Sedangkan sejarah kesehatan dipelajari untuk melihat kebiasaan kesehatan pasien dan penyakit masa lalu, serta bentuk perawatan yang akan diambil.

Pemeriksaan payudara klinis 

Merupakan pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh dokter atau profesional kesehatan. Karena kondisi payudara yang berbeda—akibat kehamilan atau menyusui—dokter akan berhati-hati memeriksa payudara untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan, atau hal-hal lain yang tidak biasa.

MRI (magnetic resonance imaging) 

Merupakan prosedur pemeriksaan menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer, untuk membuat serangkaian gambar detail dari daerah dalam tubuh, khususnya payudara.

Uji USG 

Prosedur pemeriksaan menggunakan gelombang suara energi tinggi (ultrasound) yang memantul ke jaringan internal atau organ-organ, dan membuat gema. Gema akan membentuk gambar dari jaringan tubuh yang disebut sonogram.

Mammogram atau X-ray payudara 

Mammogram dapat dilakukan dengan sedikit risiko terhadap janin. Yang perlu diperhatikan, kadang pemeriksaan mammogram pada wanita hamil menunjukkan hasil yang tampak negatif, meski sebenarnya terdapat kanker. Untuk hal tersebut, Anda bisa membicarakannya lebih lanjut dengan dokter Anda.