Kasus-kasus Hukum Terkait EXO

50 Fakta Menarik Seputar Lay EXO

BIBLIOTIKA - Dikenal sebagai boyband paling fenomenal di Korea, bahkan di dunia, EXO bukan berarti tidak punya masalah internal. Pada 10 Oktober 2014, misalnya, Luhan mengajukan gugatan hukum kepada SM Entertainment, perusahaan hiburan yang menaungi EXO, termasuk Luhan di dalamnya. Pada 15 Mei 2014, giliran Kris yang melayangkan gugatan kepada SM Entertainment. Kemudian, pada April 2015, Tao menghentikan segala kegiatannya dengan EXO, dan setelah itu mengirimkan gugatan kepada SM Entertainment pada 24 Agustus 2015.

Pada 15 Mei 2014, SM Entertainment mengonfirmasi bahwa leader EXO-M, yaitu Kris, telah mengajukan gugatan terhadap mereka untuk pemutusan kontrak, karena dianggap melanggar hak-hak dasar sipil dan membatasi kebebasan Kris dalam memilih sikap dalam bekerja. Diduga terdapat perselisihan antara Kris dengan SM Entertainment sehubungan dengan kegiatannya. Firma hukum Kris sebelumnya pernah menjadi kuasa hukum Hangeng Super Junior yang juga menggugat SM Entertainment pada 2009.

Kemudian, pada 10 Oktober 2014, Luhan melayangkan gugatan kepada SM Entertainment untuk mengakhiri kontraknya, dengan alasan masalah kesehatan dan diperlakukan tidak adil dibandingkan anggota dari Korea. Firma hukum yang mewakili Luhan adalah firma hukum yang sama yang mewakili Hangeng dan Kris dalam gugatan mereka kepada SM Entertainment.

Pada 4 Februari 2015, SM Entertainment menggugat balik Kris dan Luhan, karena menganggap keduanya menjalankan kegiatan secara ilegal di Cina. Dalam gugatannya, SM Entertainment menjelaskan Kris dan Luhan dilarang melakukan kegiatan yang terkait dengan iklan, promosi, atau dunia hiburan, karena keduanya masih terikat kontrak dengan SM Entertainment.

Pada 22 April 2015, sebuah akun yang mengaku sebagai ayah Tao menerbitkan sebuah surat melalui Weibo (situs Cina), yang menjelaskan keputusannya untuk membawa anaknya pulang ke Cina dan keluar dari group EXO, akibat kurangnya dukungan agensi (SM Entertainment) untuk perkembangan karier Tao, dan masalah kesehatan yang dialaminya. Tao sebelumnya mengalami beberapa kali cedera, termasuk cedera pergelangan kaki yang tidak ditangani dengan baik dan menjadi semakin buruk, sehingga mengharuskan dirinya absen selama kegiatan promosi album EXODUS.

Pada 23 April, SM Entertainment merilis pernyataan resmi yang mengatakan bahwa melalui diskusi bersama ayah Tao, mereka berharap untuk mengeksplorasi arah perkembangan Tao, sehingga dapat menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah dan menentukan masa depan Tao. Tao lalu mengonfirmasi bahwa ia telah sepakat untuk meninggalkan SM Entertainment. Setelah proses negosiasi gagal, pada 24 Agustus Tao resmi mengajukan gugatan untuk memutuskan kontrak terhadap SM Entertainment.

SM Entertainment pun memberi respons terkait gugatan Tao, dan menyatakan, “Kami berencana untuk mengambil segala upaya, termasuk mengerahkan para ahli hukum dari Korea dan Cina, untuk menuntut balik Tao dari segala hal. Kami juga berencana untuk mengambil langkah hukum atas kegiatan promosi ilegal yang dilakukannya.”

Pada 5 Januari 2016, SM Entertainment merilis pernyataan bahwa mereka telah memenangkan gugatan pembayaran sementara (pinjaman) terhadap Tao, yang gagal membayar kembali uang tersebut pada waktu yang ditentukan. Meski begitu, gugatan mengenai pemutusan kontraknya masih terus berlangsung.

Menyusul hengkangnya tiga anggota di atas—Kris, Luhan, dan Tao—maka EXO kini aktif dengan sembilan anggota.