James Simons, Pemain Saham Paling Revolusioner di Dunia

 James Simons, Pemain Saham Paling Revolusioner di Dunia

BIBLIOTIKA - Kebanyakan orang menganggap bahwa investasi saham adalah permainan yang tak bisa dipastikan, karena bisa jadi mendatangkan keuntungan dan bisa jadi pula mendatangkan kerugian. Dalam beberapa hal, investasi saham memang dapat diprediksi tingkat kemungkinannya. Misalnya, membeli saham pada perusahaan mapan kemungkinan besar akan menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, membeli saham perusahaan tidak jelas bisa mendatangkan kerugian.

Meski begitu, pasar saham sering kali merupakan pola acak yang tidak jelas. Dalam banyak kasus, membeli saham pada perusahaan mapan bisa mendatangkan kerugian, karena ternyata kesehatan perusahaan tidak sebaik yang terlihat dari luar. Misalnya Lehman Brother. Perusahaan itu tampak besar, kuat, dan sehat. Tapi di tengah jalan perusahaan itu ambruk tanpa disangka, dan membuat para investornya mengalami kerugian besar.

Sebaliknya, membeli saham perusahaan tak terkenal bisa jadi mendatangkan keuntungan besar, karena ternyata perusahaan tersebut bisa mencapai sukses tak terduga.

Sepasti apa pun, pasar saham sering kali bersifat acak. Karenanya, banyak pemain saham yang menganggap investasi saham sebagai semacam permainan untung-untungan. Pemikiran itu bertolak belakang dengan James Simons. Bagi James Simons, investasi saham adalah permainan yang dapat ditebak—bahkan diukur—melalui matematika. Pola pikir itu menjadikan James Simons menggunakan ilmu matematika untuk berinvestasi di pasar saham, dan kenyataannya bisa dibilang dia tidak pernah mendapat kerugian dari sahamnya.

James Simons, yang nama lengkapnya James Harris Simons, memang dikenal sebagai pakar matematika. Lelaki kelahiran 1938 di Newton, Massachusetts, Amerika itu mendirikan perusahaan investasi bernama Renaissance Technologies Corporation, yang telah membantu banyak klien memperoleh untung dari pasar saham.

Seperti yang dinyatakan di atas, dia meyakini bahwa pasar saham adalah investasi yang dapat diukur menggunakan matematika. Karenanya, dia menerapkan model matematika kompleks dalam menganalisis dan mengeksekusi sistem perdagangan. Simons menggunakan sistem pemrograman matematika untuk memprediksi perubahan harga yang mudah terjadi dalam perdagangan investasi dan uang. Program itu mampu menganalisis data yang dikumpulkan dan menghasilkan prediksi.

Di perusahaan investasinya, James Simons tidak mempekerjakan para manajer dan pakar di bidang keuangan. Dia justru mempekerjakan para ahli matematika, fisika, statistik, dan astrofisika. Lebih dari 100 doktor dari berbagai bidang bekerja di perusahaannya.

Simons menepis anggapan bahwa keberuntungan merupakan faktor utama bisnis investasi. Menurutnya, demi menghindari kesialan, diperlukan strategi dalam berbisnis. Perusahaan yang didirikannya kini mengelola dana mencapai 30 miliar dollar, dan dia dikenal sebagai manajer pengelola dana paling andal di dunia.

James Simons dibesarkan di Brookline, Massachusetts. Kakeknya memiliki pabrik sepatu, yang kemudian diwariskan pada ayah Simons. James Simons menyadari, jika ayahnya meninggal, dia pun akan mewarisi pabrik sepatu tersebut. Tapi dia tidak berminat punya pabrik sepatu.

Karenanya, ketika kuliah, dia tidak mengambil jurusan bisnis atau manajemen, melainkan jurusan matematika. Dia kuliah di Massachusetts Institute of Technology pada 1958. Setelah itu, dia meneruskan pendidikannya di University of California di Berkeley, dan berhasil meraih gelar Ph.D pada usia 23 tahun.

Sepanjang 1961 hingga 1964, James Simons mengajar matematika. Antara 1964 hingga 1968, dia menjadi staf peneliti di The Communications Research Division of The Institute for Defense Analysis (IDA). Pada 1968, dia ditunjuk sebagai dekan fakultas matematika pada Stony Brook University, dan mampu menjadikan kampus itu sebagai 10 universitas terbaik di Amerika.

Pada 1982, James Simons mulai mendirikan Renaissance Technologies, sebuah perusahaan investasi hedge fund swasta yang berbasis di New York. Dalam perjalanannya kemudian, dia mampu menjadikan Renaissance Technologies sebagai salah satu perusahaan hedge fund paling sukses di dunia. Karena itulah, selain dikenal sebagai pengajar dan pakar matematika, dia juga dikenal sebagai pengusaha dan manajer keuangan.

Atas kesuksesan dalam memimpin Renaissance Technologies, James Simons mendapatkan pujian dari berbagai kalangan. Profesor fisika dari The Institute for Advanced Study di Princeton, Edward Witten, menilai Simons sebagai matematikawan tersukses yang meraih puncak kesuksesan di bidang lain. Sementara Financial Times, dalam salah satu edisinya pada 2006, menjuluki James Simons sebagai miliuner tercerdas di dunia.

James Simons juga terkenal sebagai filnatropis. Bersama istrinya, Marilyn Hawrys Simons, dia mendirikan Simons Foundation pada 1994, sebuah organisasi amal yang mendukung proyek yang terkait dengan pendidikan, kesehatan, dan penelitian ilmiah.